Tautan-tautan Akses

Info Pasar Keuangan & Bursa Global

Info Pasar Keuangan & Bursa Global


Info Pasar Keuangan & Bursa Global
mohon tunggu
Embed

No media source currently available

0:00 0:05:37 0:00

Penggunaan tarif impor yang agresif dan tidak teratur oleh Presiden Trump tampaknya membuat cemas berbagai kelompok bisnis Amerika

ECON BRIEFDATE : 6/13/2019

Berikut ini, VOA Washington dengan info keuangan dan bursa Global Jumat 14 Juni 2019:

Harga saham di Wall Street umumnya menguat pada hari ini.
Indeks Dow Jones menguat 102 poin mencapai 26107.
Indeks S&P 500 menguat 5 poin menjadi 2884.
Dan Indeks NASDAQ menguat 44 poin mencapai 7837.

Di Eropa harga saham tidak menentu kemarin.
Indeks Financial Times London tidak berubah dan tetap pada 7368.
Indeks DAX Jerman menguat 53 poin mencapai 12169.
Sementara Indeks CAC 40 Paris juga tidak berubah dan tetap pada5375.

Di Asia harga saham menyaksikan perlemahan.
IndeksNikkei Tokyo melemah 97 poin menjadi 21032.
Indeks Hang Seng Hong Kong juga melemah 13 poin menjadi 27294.

Sementara itu, untuk sektor komoditas, Brent Crude diperdagangkan pada $ 61.46 per barel.Emas diperdagangkan pada $ 1346 per troy ounce, serta Kakao diperdagangkan pada $ 2510 per metric ton-nya.
Berikut nilai tukar dolar Amerika di New York terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Satu dolar Amerika bernilai 0.88 Euro dan 108.31 Yen Jepang
Sementara pound sterling Inggris di jual di NY seharga 1.26 dolar
Dan menurut catatan Bloomberg, satu dolar Amerikasetara dengan Rp 14,280.

AP: EKONOMI 2: Businesses showing discontent with Trump's trade policies
Blindsided by tariffs, US business groups are struggling to find their footing in Trump's GOP
Penggunaan tarif impor yang agresif dan tidak teratur oleh Presiden Trump tampaknya membuat cemas berbagai kelompok bisnis Amerika, sebuah kelompok yang merupakan kekuatan besar dalam Partai Republik.
Bisnis Amerika terperanjat minggu lalu ketika Trump mengancam akan memberlakukan pungutan yang melumpuhkan terhadap impor dari Meksiko dalam upayanya menghentikan aliran migran dari Amerika Tengah.
Gertak sambal seperti itu kini menjadi ciri dari kebijakan perdagangan Trump.Presiden berulangkali mengancam dengan tarif, kadang-kadang diberlakukan, kadang-kadang dibatalkan, dan kadang-kadang diulangi lagi sebagai ancaman baru.
Kelompok bisnis, yang sudah merasa tidak nyaman dengan usaha Trump menghentikan imigrasi, kini sedang mencari cara bagaimana bersikap dalam iklim politik yang berubah cepat ini.Mereka pada awalnya sangat mendukung potongan pajak Trump, dan pelonggaran regulasi lingkungan dan berbagai peraturan lainnya.Tetapi penggunaan tarif secara plin-plan oleh Trump membuat bisnis resah.
“Bisnis menjadi rugi,” kata Rick Tyler, seorang ahli strategi partai Republik dan pengecam Trump.“Dia menyebut dirinya “Mr. Tariff Man”, dan dia bangga dengan julukan itu, tetapi ini buruk untuk partai.Dan juga buruk untuk pasar bebas.”
Minggu lalu, jejaring lobi yang kuat dipimpin oleh milyarder dan industrialis Charles Koch menguumkan pembentukan beberapa komite aksi politik yang dipusatkan pada perdagangan bebas, yang akan mendukung baik anggota Republik maupun Demokrat yang bersedia menentang kebijakan perdagangan Trump.Kelompok ini akan menjadi kekuatan besar di dalam perpolitikan partai Republik, jejaring ini sudah menyusun kampanye jangkan panjang bernilai jutaan dolar guna menggalakkan penyuluhan tentang bahaya kebijakan tarif dan proteksionis dalam perdagangan.
Kamar dagang juga sedang dalam tahap-tahap awal memisahkan diri dari Partai Republik setelah selama puluhan tahun menyatakan kesetiaan kepada Partai Republik.Kamar Dagang yang membelanjakan paling sedikit $ 29 juta untuk membantu kandidat Republik dalam pemilihan 2016, mengumumkan akan mengalokasikan lebih banyak waktu dan perhatian pada kandidat Demokrat di Kongres, sementara juga tidak mengenyampingkan kemungkinan mendukung Demokrat pada 2020.
XS
SM
MD
LG