Tautan-tautan Akses

Info Pasar Keuangan dan Bursa Global, 23 April 2019


Info Pasar Keuangan dan Bursa Global, 23 April 2019
mohon tunggu
Embed

No media source currently available

0:00 0:04:18 0:00

Penjualan rumah di AS turun lebih banyak dari perkiraan bulan Maret, akibat terus lemahnya pasar perumahan meskipun bunga lebih kecil dan kenaikan harga rumah melamban.

Please ignore the audio title, isinya bagian 1 kok. Makasih yahhhh sayyyy...

VOA Washington dengan info keuangan dan bursa Global Selasa 16 April 2019 bersama Vina Mubtadi.
Di Amerika Indeks Dow Jones turun 48 poin menjadi 26,511
Indeks Nasdaq naik 17 poin menjadi 8,015
Indeks S&P naik 2 poin menjadi 2,907


Di Eropa Indeks Financial Times London turun 11 poin menjadi 7,459
Indeks DAX Jerman naik 69 poin menjadi 12,222
Indeks CAC 40 Paris naik 17 poin menjadi 5,508


Di Asia Indeks Nikkei Tokyo naik 17 poin menjadi 22,217
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 161 poin menjadi 29,963


Berikut nilai tukar dolar Amerika di New York terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Satu dolar Amerika bernilai 0.88 Euro dan 111 Yen Jepang
Sementara pound sterling Inggris di jual di NY seharga 1.30 dolar
Dan satu dolar Amerika sama dengan Rp 14.076

Sementara itu harga beberapa komoditas kunci pada penutupan pasar Senin di New York sbb.

Harga minyak mentah naik 1 dolar 70 sen menjadi 65 dolar 70 sen per barel
Harga emas naik 1 dolar 30 sen menjadi 1,277 dolar 30 sen per troy ons
Harga tembaga turun 1 sen menjadi 2 dolar 91 sen per pon
Harga kakao atau bijih cokelat turun 30 dolar menjadi 2,342 dolar per ton
Harga kopi 92 sen


Penjualan rumah di AS turun lebih banyak dari perkiraan bulan Maret, akibat terus lemahnya pasar perumahan meskipun bunga lebih kecil dan kenaikan harga rumah melamban.

Penurunan angka penjualan rumah itu dilaporkan oleh Asosiasi Realtor Nasional hari Senin menjelang musim penjualan yang biasanya sibuk di musim semi.

Penjualan rumah sekarang ini turun 4.9 persen ke tingkat 5.21 juta unit bulan lalu. Laju penjualan bulan Februari turun menjadi 5.48 juta unit dari perkiraan sebelumnya sebanyak 5.51 juta unit.

Para ekonomi yang dipoling oleh Reuters telah memprediksi penjualan rumah sekarang ini akan turun 3.8 persen menjadi tingkat 5.30 juta unit bulan lalu. Penjualan rumah sekarang ini, yang akan mencakup sekitar 90 persen penjualan rumah di AS, berkurang 5.4 persen dari setahun lalu. Itu adalah penurunan ke-13 kali berturut-turut.

((VOA NEWS))

Amazon mengatakan menghentikan operasi bisnis di Tiongkok, pasar ritel terbesar di dunia, setelah bersaing dengan para pemain lokal selama lebih dari satu dasawarsa.

Perusahaan itu baru-baru ini mengumumkan bahwa mulai 18 Juli, pihaknya tidak akan lagi menyediakan layanan lewat situsnya Amazon.cn. Keputusan itu berarti Amazon akan berhenti menjual barang-barang dari vendor-vendor yang berbasis di Tiongkok kepada konsumen domestik lewat situs itu. Meskipun keluar dari bisnis e-retail di Tiongkok, Amazon akan terus dengan bisnis lintas batasnya, membawa merek-merek dan barang-barang asing ke Tiongkok, kata perusahaan itu.

"Permintaan mereka akan barang-barang berkualitas tinggi dan otentik dari seluruh dunia akan terus bertumbuh pesat, dan dengan kehadiran kami secara global, Amazon ada di posisi yang tepat untuk melayani mereka," kata perusahaan itu.

Pengumuman itu telah menimbulkan pertanyaan mengenai sangat minimnya kehadiran perusahaan-perusahaan asing dalam bisnis terkait internet di Tiongkok, sementara perusahaan Tiongkok seperti Alibaba menciptakan ruang​
XS
SM
MD
LG