Kamis, 05 Maret 2015 Waktu: 21:33

Toko suvenir di Washington DC memperkirakan hari pelantikan terbesar kedua dalam sejarah AS, kedua setelah pelantikan Obama pertama kalinya.

Toko Suvenir di Washington DC Sambut Pelantikan Obama

Menjelang hari pelantikan Obama untuk masa jabatan keduanya 21 Januari 2013 mendatang, toko-toko suvenir mulai ramai menjajakan dagangannya.

Kemenangan Pemilu Presiden Obama Hampir Resmi

Sekelompok pemilih yang telah diseleksi bertemu untuk membuat hasil pemilihan umum Amerika resmi. Selengkapnya

Reaksi Imigran di Los Angeles atas Kemenangan Obama Beragam

Daerah-daerah imigran di seluruh Los Angeles menunjukkan beragam reaksi atas kemenangan kembali Presiden Obama dalam pilpres 6 November lalu. Selengkapnya

Berita Lainnya tentang Pemilu AS
 

Hasil Penghitungan Suara Pilpres AS

Tunggu sesaat...


Video-video Pemilu

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Obama Menang dan Selebriti Hollywood - VOA untuk Dahsyati
|| 0:00:00
...    
🔇
X
21.11.2012
Sahabat Dahsyat, Vivit Kavi sedang berada di Gedung Putih pasca Pemilihan Presiden Amerika. Para pendukungnya langsung meluapkan kegembiraan mereka di depan Gedung Putih, hingga New York. Siapa saja artis Hollywood yang ikut bergembira merayakan kemenangan Presiden Obama? Simak VOA untuk Dahsyat berikut ini.
Video

Video Obama Menang dan Selebriti Hollywood - VOA untuk Dahsyat

Sahabat Dahsyat, Vivit Kavi sedang berada di Gedung Putih pasca Pemilihan Presiden Amerika. Para pendukungnya langsung meluapkan kegembiraan mereka di depan Gedung Putih, hingga New York. Siapa saja artis Hollywood yang ikut bergembira merayakan kemenangan Presiden Obama? Simak VOA untuk Dahsyat berikut ini.
Video

Video Warga Indonesia dan Kemenangan Obama - Liputan Feature VOA

Pesta demokrasi Amerika telah berlalu. Keberhasilan Presiden Obama mempertahankan kursi kepresidenannya disambut suka cita oleh para pendukung partai Demokrat., dan kekecewaan bagi pendukung partai Republik. Meski demikian bagi segaian warga Amerika menang kalahnya jagoan mereka bukan satu-satunya alasan yang melegakan setelah usai dari TPS. Ikuti liputan Tim VOA berikut ini.
Video

Video Pemilu di Amerika - VOA untuk Friends

Apa kabar, Friends? Pemilihan Presiden AS telah berlalu, dengan kemenangan presiden Obama. Namun bagaimana sebenarnya proses pemungutan suara di Amerika? Reporter VOA Vina Mubtadi mendatangi sebuah TPS di kota Silver Spring di negara bagian Maryland dan membandingkan jalannya proses voting di Amerika dengan di Indonesia dalam liputan berikut ini.
Video

Video Tugas Berat ke Depan di Balik Euforia Pasca Pemilu AS - Laporan VOA

Presiden Barack Obama kembali memenangkan Pemilu Amerika untuk masa jabatan empat tahun mendatang. Apa yang menjadi prioritas pemerintahan Obama dalam bidang ekonomi? Ikuti laporan Tim VOA dari Washington DC.
Video

Video Amerika Memilih 2012 - Live Hits VOA untuk Liputan 6 Siang SCTV

Bagaimana hasil pemilihan presiden Amerika yang baru saja berakhir hari Selasa, 6 November 2012? Reporter VOA, Supriyono dan reporter SCTV Valerina Daniel melaporkan dari studio VOA di Washington DC untuk Liputan 6 Siang SCTV.
Video

Video Amerika Memilih 2012 - Live Hits VOA untuk Kabar Siang TV One

Bagaimana hasil perhitungan suara dalam Pemilihan Presiden Amerika 2012 yang telah berlangsung hari Selasa, 6 November 2012 ini? Reporter VOA, Nova Poerwadi dari studio VOA Washington DC, Helmi Johannes dari basis partai Republik di Boston dan Patsy Widakuswara dari basis partai Demokrat di Chicago, melaporkan secara langsung untuk pemirsa Kabar Siang, TV One.
Video

Video Amerika Memilih 2012 - Live Hits untuk Seputar Indonesia Siang RCTI

Bagaimana hasil perhitungan suara dalam Pemilihan Presiden Amerika 2012 yang telah berlangsung hari Selasa, 6 November 2012 ini? Reporter VOA, Nova Poerwadi dari studio VOA Washington DC, Helmi Johannes dari basis partai Republik di Boston dan Patsy Widakuswara dari basis partai Demokrat di Chicago, melaporkan secara langsung untuk pemirsa Seputar Indonesia Siang, RCTI.
Video

Video Amerika Memilih 2012 - Live Hits VOA untuk Metro TV

Siapakah yang menjadi Presiden Amerika untuk periode empat tahun mendatang? Reporter VOA Nova Poerwadi di studio VOA Washington DC, Helmi Johannes di Boston dan Patsy Widakuswara di Chicago melaporkan secara langsung untuk pemirsa Metro TV di Jakarta.
Video

Video Amerika Memilih 2012 - Live Hits VOA untuk TV One

Bagaimanakah jalannya proses pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2012? Reporter VOA Nova Poerwadi di studio VOA Washington DC, Helmi Johannes di Boston dan Patsy Widakuswara di Chicago melaporkan secara langsung untuk pemirsa TV One.
Video

Video Amerika Memilih 2012 - Live Hits VOA untuk RCTI

Bagaimana jalannya pemilihan presiden Amerika 2012? Reporter VOA, Nova Poerwadi di Washington DC dan Helmi Johannes di Boston melaporkan secara langsung jalannya proses demokrasi di Amerika hari ini, 6 November 2012 untuk pemirsa RCTI.
Video

Video Amerika Memilih 2012 - Live Hits VOA untuk Kompas TV

agaimana suasana pemilihan umum Amerika, 6 November 2012, hari ini? Reporter VOA Ariadne Budianto (Washington DC), Retno Lestari (Boston) dan Patsy Widakuswara (Chicago) malaporkan secara langsung kegiatan Pemilu Amerika 2012 untuk pemirsa Kompas TV.
Video

Video Amerika Memilih 2012 - Live Hits VOA untuk SCTV

Bagaimana jalannya pemilihan presiden Amerika 2012? Nova Poerwadi dan Valerina Daniel melaporkan jalannya proses demokrasi langsung dari Washington DC untuk pemirsa SCTV di Jakarta.
Video

Video Pengaruh Isu Ketenagakerjaan dalam Pemilu AS - Laporan VOA

Angka Pengangguran Amerika kembali naik ke 7,9 persen, yang berarti sebanyak 12 juta warga Amerika masih mencari kerja, meskipun 171 ribu pekerjaan baru tercipta sepanjang bulan Oktober, termasuk di sektor manufaktur, jasa dan retail. Tidak semua orang melihat kemajuan sektor ketenagakerjaan ini sebagai prestasi yang telah Pemerintahan Obama. Bagaimana pengaruhnya bagi Pemilu AS yang akan berlangsung Selasa, 6 November 2012? Selengkapnya ikuti Laporan VOA bersama Nova Poerwadi.
Video

Video Sehari Menjelang Pemilu AS 2012 - Apa Kabar Amerika

Hari Selasa besok rakyat Amerika akan menentukan apakah Presiden Obama layak diberi kunci Gedung Putih selama empat tahun lagi, atau sebaiknya kunci tersebut dialihkan ke Mitt Romney. Persaingan antara keduanya sangat ketat, dan pilpres AS kali ini diprediksi akan sangat seru. Bahkan meskipun Presiden Obama menang pilpres, belum tentu ia memenangkan popular vote atau mayoritas suara rakyat. Mengapa bisa demikian? Ikuti analisa reporter VOA Patsy Widakuswara dan Supri Yono dari Washington, DC.
Video

Video Pemilu AS - Dampak Respon Pasca Bencana Jelang Pemilu AS - Liputan Berita VOA

Hanya beberapa hari menjelang Pemilu, Presiden Obama sempat menangguhkan kampanyenya dan meninjau para korban badai Sandy di New Jersey. Begitu pula capres partai Republik, Mitt Romney, yang menangguhkan kampanyenya dan menggiatkan penggalangan dana bagi para korban ini. Bagaimana dampak respon penanggulangan bencana bagi para Capres menjelang Pemilu AS? Ikuti liputan Tim VOA bersama reporter Nova Poerwadi.
Video

Video Pemilu AS - Derasnya Iklan Kampanye di Ohio - Liputan Berita VOA

Bagaimana rasanya menjadi warga Ohio, negara bagian yang diperebutkan dalam kampanye Kepresidenan pra-Pemilu Amerika 2012? Warga Ohio dihujani dengan iklan baik malalui televisi, radio maupun telepon. Ohio dianggap menjadi benteng pertahanan terpenting bagi Kubu Obama untuk memenangkan pemilihan Presiden Amerika tahun ini. Simak fenomena derasnya iklan kampanye di egara bagian ini bersama reporter VOA, Nova Poerwadi.
Video

Video Pemilu AS - Isu Agama dalam Pemilu Amerika - Liputan Berita VOA

Aliran Mormon di Amerika sering dianggap sebagai aliran sesat di Amerika bagi para penganut kristen konservatif. Agama ini dikenal dengan nama 'Gereja Yesus Kristus dan Orang-orang Suci Jaman Akhir' dan memiliki sekitar enam juta penganut di seluruh AS, termasuk kandidat Capres AS dari Partai Republik, Mitt Romney. Bagaimana isu agama dan pengaruhnya dalam pemilu AS? Selengkapnya ikuti liputan reporter VOA, Patsy Widakuswara.
Video

Video Pemilu AS - Persaingan Merebut Pemilih Perempuan - Liputan Berita VOA

Dalam pemilu Amerika, kaum perempuan sering menjadi blok pemilih yang diperebutkan. Presiden Obama dan kebijakan Partai Demokrat sering disebut sebagai pendukung kaum perempuan dengan isu utama kaum perempuan seperti hak-hak reproduksi dan kesetaraan di tempat kerja. Namun belakangan ini kaum perempuan mulai melirik capres Mitt Romney karena isu ekonomi dan kesulitan mencari pekerjaan. Selengkapnya ikuti liputan Tim VOA bersama reporter Patsy Widakuswara.

Galeri Foto: Konvensi Nasional Partai Republik, Tampa, 27-30 Agustus

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Oh Se-hyek, warga Korea Utara di pengasingan, mengatakan "Sulit memilih kandidat yang disukai. Tapi sepertinya langkah yang tepat melaksanakan kebijakan secara konsisten di bawah Obama, terutama terhadap Korea Utara." (Y. Kim/VOA) 
  • Kim Su-yeon, mahasiswa hubungan internasional di Hankuk University, Korea Selatan mengatakan, "Saya memilih Obama secara virtual karena kebijakannya sesuai dengan ketertarikan dan sikap politik pribadi saya." (Y. Kim/VOA)
  • Tony Guzman, 31, mencoblos lebih awal di California sebelum pergi ke Manila, Filipina. Ia memilih Obama karena "rencana ekonominya jauh lebih masuk akal" dan ia menyukai sikapnya dalam isu-isu sosial. (S. Orendain/VOA)
  • Derek Obryan, 21, mahasiswa Filipina keturunan Amerika mengatakan ia menyukai Obama karena "ia berusaha mengubah dan memberikan contoh yang berbeda untuk dunia." (S. Orendain/VOA)
  • Jane Lien, warga Amerika keturunan Taiwan dan sukarelawan Korps Perdamaian di Filipina, memilih Obama karena "sulit membayangkan negara kami dipimpin Romney." (S. Orendain/VOA)
  • Fadli Zon, wakil ketua Partai Gerindra di Indonesia, mengatakan "bersama Obama ada sebuah sentimen. Saya dapat melihat perubahan opini antara pemerintahan Bush dan Obama." (S. Schonhardt/VOA)
  • Ima Abdulrahim, direktur eksekutif Habibie Center di Indonesia, mengatakan "kemenangan Obama lebih baik untuk Asia." (S. Schondart/VOA)
  • Mohammad Ashraf Kashawaz, seorang penyanyi di Kabul, Afghanistan mengatakan "saya menyukai Obama. Ia tahu ia melayani negaranya. Dan ia tidak hanya memikirkan negaranya, tapi juga memikirkan Afghanistan." (S. Behn/VOA)
  • Mohamed Abu Roob, ahli optik dari Kota Tua di Jerusalem mengatakan bangsa Palestina merasa termotivasi pada masa jabatan pertama Obama dan berpikir ia akan melakukan sesuatu untuk konflik Palestina-Israel, namun tidak pernah terjadi apa-apa. (S. Bobb/VOA)
  • Ruth Harif, seorang ibu rumah tangga di Israel, mengatakan bahwa pemilu AS merupakan "tragedi. Sungguh sebuah tragedi. Saya punya dua anak perempuan dan dua cucu laki-laki tinggal di Amerika dan saya selalu mengikuti dengan seksama apa yang dilakukan Obama." (S. Bobb/VOA)
  • Charles Ngigi, seorang uskup di Nairobi, Kenya, mengucapkan selamat pada Amerika karena menunjukkan kedewasaan dalam demokrasi. "Pihak yang kalah dengan segera menerimanya, sehingga membawa kedamaian." (G. Joselow/VOA)
  • Daniel Orenge, seorang pengacara di Nairobi berharap Obama akan segera berkunjung lagi ke Kenya. (G. Joselow)
  • Farouk Abou el Gheit, petugas farmasi di Kairo, mengatakan "Obama memberikan pidato yang sangat bagus waktu datang ke Kairo, tapi pelaksanaannya nol." (Y. Weeks/VOA)
  • Wahid Ahmed Fouad, pelayan toko di Kairo, mengatakan, "Untuk skala tertentu, ia telah mengakhiri terorisme di dunia Arab." (Y. Weeks/VOA)
  • Mervat Mohammed, ibu rumah tangga di Kairo, mengatakan "Obama berhubungan dengan Arab dan Muslim dengan rasa hormat." (Y. Weeks/VOA)
  • Mahmoud, penjaga pintu di Kairo, mengatakan "Obama dapat membantu Mesir. Ia seorang pria yang baik, dan bangsa Mesir menyukainya. Ia dicintai di Kairo." (Y. Weeks/VOA)

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Juri Sidang Bom Boston Dukung Hukuman Matii
X
Yuni Salim
05.03.2015
Proses peradilan kasus ledakan Bom Boston yang menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 200 lainnya tahun 2013 lalu, baru dimulai hari Rabu kemarin waktu setempat. Bagaimana suasananya dan mengapa sidang kasus yang menjadi pusat perhatian di dalam maupun luar negeri AS ini baru di terlaksana?
Video

Video Juri Sidang Bom Boston Dukung Hukuman Mati

Proses peradilan kasus ledakan Bom Boston yang menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 200 lainnya tahun 2013 lalu, baru dimulai hari Rabu kemarin waktu setempat. Bagaimana suasananya dan mengapa sidang kasus yang menjadi pusat perhatian di dalam maupun luar negeri AS ini baru di terlaksana?
Video

Video Kilas VOA 5 Maret 2015

Ledakan maut di tambang batubara di Donetsk, Ukraina Timur. Menlu AS John Kerry bertolak te Arab Saudi membahas perundingan nuklir Iran. Militer Irak terus menyerang Tikrit yang dikuasai ISIS. Mengurangi stres jelang ujian dengan terapi hewan peliharaan.
Video

Video Pameran Budidaya Ganja di Ibukota AS

Pameran produk ganja untuk budidaya dan konsumsi diselenggarakan di Ibukota AS. Ini terjadi setelah kota Washington DC melegalkan penggunaan ganja dalam jumlah kecil bagi keperluan pribadi orang dewasa.
Video

Video Kiat Samsung Kembali Merajai Pasar Smartphone

Berkat penjualan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus, Apple baru-baru ini menyalip Samsung sebagai produsen smartphone terlaris, termasuk di pasar-pasar utama di Asia, serta Amerika Serikat dan Inggris. Akankah tren ini berubah dengan pemasaran perdana Samsung Galaxy S generasi keenam?
 Aktivitas di Facebook