<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>  <rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"> <channel> <title>‪Insert Berita‬ - Voice of America | Bahasa Indonesia</title> <link>http://www.voaindonesia.com/archive/insert-berita/latest/407/417.html</link> <language>id</language> <itunes:author>VOA</itunes:author> <copyright>BaseRssPage.ChanelCopyright></copyright> <itunes:summary>‪VOA mengetengahkan berbagai berita terhangat seputar politik dalam dan luar negeri Amerika kepada semua stasiun televisi afiliasi. Berita seputar ekonomi dan bursa saham juga dapat disimak setiap Senin dalam program Kabar Pasar di tvOne. VOA juga menghadirkan segmen teknologi dalam program Dunia Tekno di Berita Satu.</itunes:summary> <description>‪VOA mengetengahkan berbagai berita terhangat seputar politik dalam dan luar negeri Amerika kepada semua stasiun televisi afiliasi. Berita seputar ekonomi dan bursa saham juga dapat disimak setiap Senin dalam program Kabar Pasar di tvOne. VOA juga menghadirkan segmen teknologi dalam program Dunia Tekno di Berita Satu.</description> <itunes:owner> <itunes:name>Voice of America</itunes:name> <itunes:email>noreply@voanews.com</itunes:email> </itunes:owner> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/37107EAC-38FF-4D65-9897-E387B0267795.jpg" /> <itunes:explicit>no</itunes:explicit> <itunes:category text="News &amp; Politics"/> <atom:link href="http://www.voaindonesia.com/podcast/video.aspx?count=20&amp;zoneId=417" rel="self" type="application/rss+xml" />  <item> <title>Ofensif Militer Suriah sebagai Alat Negosiasi - Liputan Berita VOA - Mei 23, 2013</title> <description>Amerika Serikat terus mendesak perwakilan pemerintah dan oposisi Suriah untuk bertemu di Jenewa pada Juni mendatang guna mengakhiri perang saudara yang telah dua tahun lebih berkecamuk. Konflik antara kedua pihak diperkirakan telah menewaskan setidaknya delapan puluh ribu warga Suriah dan mengancam stabilitas negara-negara tetangga seperti Lebanon dan Yordania. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Amerika Serikat terus mendesak perwakilan pemerintah dan oposisi Suriah untuk bertemu di Jenewa pada Juni mendatang guna mengakhiri perang saudara yang telah dua tahun lebih berkecamuk. Konflik antara kedua pihak diperkirakan telah menewaskan setidaknya delapan puluh ribu warga Suriah dan mengancam stabilitas negara-negara tetangga seperti Lebanon dan Yordania. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Ofensif_Militer_Suriah_sebagai_Alat_Negosiasi_-_Liputan_Berita_VOA_23_Mei_2013_0_ehfidl55_0_r55w3mav.mp4" type="video/mp4" length="10181632" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1666498.html</guid> <pubDate>Thu, 23 May 2013 09:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>87,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/D7F8EF70-0CBA-4889-81A1-5D05C73205F5_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Diaspora Indonesia Selamat dari Tornado - Liputan Berita VOA - Mei 22, 2013</title> <description>Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.</itunes:summary> <enclosure url="http://cdnbakmi.kaltura.com/p/1175831/sp/117583100/serveFlavor/entryId/0_ylw1z181/flavorId/1_i4bsiikc/name/a.mp4" type="video/mp4" length="14155776" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1665730.html</guid> <pubDate>Wed, 22 May 2013 09:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>127,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/FA4F89A6-2253-44A7-AC2E-6E1143524DB8_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA - Mei 22, 2013</title> <description>Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Laporan_Terkini_Tornado_dan_Nasib_WNI_di_Oklahoma_-_Liputan_Berita_VOA_22_Mei_2013_0_t8znqg0g_0_8z5e4g0z.mp4" type="video/mp4" length="13631488" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1665742.html</guid> <pubDate>Wed, 22 May 2013 08:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>116,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/C63809FB-E1DC-452B-99C5-5C54AF03F610_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA - Mei 21, 2013</title> <description>Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Respon_AS_terhadap_Konflik_Rohingya_-_Liputan_Berita_VOA_21_Mei_2013_0_9pvba8mx_1_2ual7oca.mp4" type="video/mp4" length="11218944" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1664927.html</guid> <pubDate>Tue, 21 May 2013 09:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>95,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/297A541A-441B-4B1C-A4E5-7CEEF483CA42_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Antara Indonesia, Amerika dan Suriah - Liputan Berita VOA - Mei 20, 2013</title> <description>Hari Kamis, minggu lalu, Menlu RI Marty Natalegawa berada di Washington DC untuk menjadi pembicara dalam konferensi Indonesia yang diadakan oleh CSIS. Usai konferensi, Menlu RI Marty Natalegawa, mengunjungi Menlu AS John Kerry dan menggunakan kesempatan itu untuk membahas berbagai isu termasuk Suriah. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Hari Kamis, minggu lalu, Menlu RI Marty Natalegawa berada di Washington DC untuk menjadi pembicara dalam konferensi Indonesia yang diadakan oleh CSIS. Usai konferensi, Menlu RI Marty Natalegawa, mengunjungi Menlu AS John Kerry dan menggunakan kesempatan itu untuk membahas berbagai isu termasuk Suriah. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.</itunes:summary> <enclosure url="http://cdnbakmi.kaltura.com/p/1175831/sp/117583100/serveFlavor/entryId/0_rg062dg1/flavorId/1_gx67la8c/name/a.mp4" type="video/mp4" length="15098880" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1664174.html</guid> <pubDate>Mon, 20 May 2013 09:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>128,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/5653757A-74A6-4A15-8AFA-088F961F6DAA_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Google di Ambang Masa Keemasan - VOA untuk Kabar Pasar - Mei 20, 2013</title> <description>Di saat raksasa teknologi Amerika, Apple, terengah-engah dalam performanya tahun ini, raksasa lainnya, Google, justru mencetak sukses dengan 900 juta piranti Android di seluruh dunia. Sahamnya melesat mencapai rekor tertinggi bertepatan dengan peluncuran inovasi terbaru Google. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti. Di saat raksasa teknologi Amerika, Apple, terengah-engah dalam performanya tahun ini, raksasa lainnya, Google, justru mencetak sukses dengan 900 juta piranti Android di seluruh dunia. Sahamnya melesat mencapai rekor tertinggi bertepatan dengan peluncuran inovasi terbaru Google. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Di saat raksasa teknologi Amerika, Apple, terengah-engah dalam performanya tahun ini, raksasa lainnya, Google, justru mencetak sukses dengan 900 juta piranti Android di seluruh dunia. Sahamnya melesat mencapai rekor tertinggi bertepatan dengan peluncuran inovasi terbaru Google. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti. Di saat raksasa teknologi Amerika, Apple, terengah-engah dalam performanya tahun ini, raksasa lainnya, Google, justru mencetak sukses dengan 900 juta piranti Android di seluruh dunia. Sahamnya melesat mencapai rekor tertinggi bertepatan dengan peluncuran inovasi terbaru Google. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Google_di_Ambang_Masa_Keemasan_-_VOA_untuk_Kabar_Pasar_20_Mei_2013_0_693nxatt_1_csvy64ie.mp4" type="video/mp4" length="12897280" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1664656.html</guid> <pubDate>Mon, 20 May 2013 09:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>109,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/33F05EA8-E43F-4586-90F2-5670109CCAD4_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Peran AS dan Rusia Mengakhiri Konflik Suriah - Liputan Berita VOA - Mei 17, 2013</title> <description>Amerika dan Rusia terus mengupayakan solusi politik terhadap konflik di Suriah, termasuk lewat konferensi damai Juni mendatang. Konferensi ini terkendala oleh belum bersedianya pemerintah Bashar Assad duduk bersama pihak oposisi, serta posisi Amerika dan Rusia yang masih berbeda dalam menyikapi konflik berkepanjangan tersebut. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Amerika dan Rusia terus mengupayakan solusi politik terhadap konflik di Suriah, termasuk lewat konferensi damai Juni mendatang. Konferensi ini terkendala oleh belum bersedianya pemerintah Bashar Assad duduk bersama pihak oposisi, serta posisi Amerika dan Rusia yang masih berbeda dalam menyikapi konflik berkepanjangan tersebut. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Peran_AS_dan_Rusia_Mengakhiri_Konflik_Suriah_-_Liputan_Berita_VOA_17_Mei_2013_0_w403s8ot_1_uc0j5bke.mp4" type="video/mp4" length="11534336" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1662695.html</guid> <pubDate>Fri, 17 May 2013 09:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>98,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/6E8C5957-E0A5-49B9-81FE-0C1F6D121E81_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>3 Skandal Guncang Gedung Putih - Liputan Berita VOA - Mei 16, 2013</title> <description>Gedung Putih sedang diguncang sekaligus oleh tiga skandal, di tengah upaya Presiden Barack Obama menggolkan berbagai agenda dalam negerinya terkait ekonomi, imigrasi dan lain-lain kebijakan.Sebagian analis menyebut skandal bertubi-tubi ini sebagai ‘kutukan masa jabatan kedua’ seorang presiden AS. Yang paling memunculkan kontroversi dan bahkan menyebabkan mundurnya pejabat Federal adalah dugaan terjadinya praktek diskriminatif Dinas Pajak AS terhadap pihak-pihak yang berhaluan konservatif, praktek yang juga ditolak pemerintahan Obama dan diselidiki aparat Federal. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Gedung Putih sedang diguncang sekaligus oleh tiga skandal, di tengah upaya Presiden Barack Obama menggolkan berbagai agenda dalam negerinya terkait ekonomi, imigrasi dan lain-lain kebijakan.Sebagian analis menyebut skandal bertubi-tubi ini sebagai ‘kutukan masa jabatan kedua’ seorang presiden AS. Yang paling memunculkan kontroversi dan bahkan menyebabkan mundurnya pejabat Federal adalah dugaan terjadinya praktek diskriminatif Dinas Pajak AS terhadap pihak-pihak yang berhaluan konservatif, praktek yang juga ditolak pemerintahan Obama dan diselidiki aparat Federal. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/3_Skandal_Guncang_Gedung_Putih_-_Liputan_Berita_VOA_16_Mei_2013_0_p64jxqs9_0_6mf8g0zj.mp4" type="video/mp4" length="13421568" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1661931.html</guid> <pubDate>Thu, 16 May 2013 09:01:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>112,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/DE2F0510-6C3A-4012-A3F0-545ADD1B665A_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Mastektomi Ganda Angelina Jolie - Liputan Berita VOA - Mei 15, 2013</title> <description>Bintang Hollywood dan pemenang Oscar Angelina Jolie kembali masuk pemberitaan, setelah ia blak-blakan mengaku baru melakukan operasi mastektomi ganda untuk mencegah kanker payudara. Jolie berharap langkahnya ini membuat kaum perempuan lain lebih proaktif menyikapi ancaman kanker. Selengkapnya dilaporkan Patsy Widakuswara dan tim VOA dari Washington, D.C.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Bintang Hollywood dan pemenang Oscar Angelina Jolie kembali masuk pemberitaan, setelah ia blak-blakan mengaku baru melakukan operasi mastektomi ganda untuk mencegah kanker payudara. Jolie berharap langkahnya ini membuat kaum perempuan lain lebih proaktif menyikapi ancaman kanker. Selengkapnya dilaporkan Patsy Widakuswara dan tim VOA dari Washington, D.C.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Mastektomi_Ganda_Angelina_Jolie_-_Liputan_Berita_VOA_15_Mei_2013_0_qm93fq22_0_arn5jgzj.mp4" type="video/mp4" length="12372992" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1661132.html</guid> <pubDate>Wed, 15 May 2013 09:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>104,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/ED40CED2-93D1-45B0-A71F-4BB6BCFAC97F_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>6 Wartawan RI Masuk Monumen Wartawan Gugur - Liputan Berita VOA - Mei 15, 2013</title> <description>Nama para wartawan Indonesia yang tewas dalam kecelakaan uji coba pesawat Rusia Sukoi tahun 2012 lalu diabadikan Newseum, museum berita di Washington DC. Begitu juga dengan seorang wartawan Indonesia yang meninggal dunia di Papua. Selengkapnya dilaporkan Yuni Salim dan tim VOA dari Washington, D.C.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Nama para wartawan Indonesia yang tewas dalam kecelakaan uji coba pesawat Rusia Sukoi tahun 2012 lalu diabadikan Newseum, museum berita di Washington DC. Begitu juga dengan seorang wartawan Indonesia yang meninggal dunia di Papua. Selengkapnya dilaporkan Yuni Salim dan tim VOA dari Washington, D.C.</itunes:summary> <enclosure url="http://cdnbakmi.kaltura.com/p/1175831/sp/117583100/serveFlavor/entryId/0_ecx6pquf/flavorId/1_xx9a7qrd/name/a.mp4" type="video/mp4" length="13107200" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1661203.html</guid> <pubDate>Wed, 15 May 2013 09:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>110,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/475C9299-67FF-4635-B1E2-BA21D1B381EE_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Kajian Indonesia di American University - Liputan Berita VOA - Mei 14, 2013</title> <description>Sejak April lalu, American University menjadi universitas pertama di Amerika yang mempunyai kajian khusus tentang Indonesia. Untuk membantu memperkenalkan Indonesia, kepada civitas Akademika, perwakilan pemerintah Indonesia di Washington DC, bekerja sama dengan komunitas Indonesia mengadakan berbagai pentas seni. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Sejak April lalu, American University menjadi universitas pertama di Amerika yang mempunyai kajian khusus tentang Indonesia. Untuk membantu memperkenalkan Indonesia, kepada civitas Akademika, perwakilan pemerintah Indonesia di Washington DC, bekerja sama dengan komunitas Indonesia mengadakan berbagai pentas seni. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Kajian_Indonesia_di_American_University_-_Liputan_Berita_14_Mei_2013_0_juzvc5cs_1_nh158bco.mp4" type="video/mp4" length="13421568" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1660387.html</guid> <pubDate>Tue, 14 May 2013 09:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>116,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/1A1BF739-706D-4236-86D9-282934F1C4A9_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Obama-Cameron Bahas Suriah - Liputan Berita VOA - Mei 13, 2013</title> <description>Konflik Suriah yang tak kunjungusai, dengan korban jiwa yang terus bertambah, menjadi fokus pembahasan Perdana Menteri Inggris David Cameron dalam pertemuannya dengan Presiden Obama di Gedung Putih, Senin siang waktu Washington DC. Meski kedua pemimpin menekankan pentingnya penyelesaian konflik Suriah, namun tidak ada pernyataan lebih lanjut mengenai bantuan senjata militer bagi kubu oposisi rezim Al-Assad. Selengkapnya ikuti laporan reporter VOA Rafki Hidayat dari Washington DC.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Konflik Suriah yang tak kunjungusai, dengan korban jiwa yang terus bertambah, menjadi fokus pembahasan Perdana Menteri Inggris David Cameron dalam pertemuannya dengan Presiden Obama di Gedung Putih, Senin siang waktu Washington DC. Meski kedua pemimpin menekankan pentingnya penyelesaian konflik Suriah, namun tidak ada pernyataan lebih lanjut mengenai bantuan senjata militer bagi kubu oposisi rezim Al-Assad. Selengkapnya ikuti laporan reporter VOA Rafki Hidayat dari Washington DC.</itunes:summary> <enclosure url="http://cdnbakmi.kaltura.com/p/1175831/sp/117583100/serveFlavor/entryId/0_v2obmp69/flavorId/1_g3vu20vg/name/a.mp4" type="video/mp4" length="11218944" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1660385.html</guid> <pubDate>Mon, 13 May 2013 19:31:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>97,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/EAFF1657-3212-4499-8439-4FA7EC86E3D3_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Obama-Cameron akan Bahas Suriah - Liputan Berita VOA - Mei 13, 2013</title> <description>Senin ini, Presiden Obama akan menerima kunjungan Perdana menteri Inggris David Cameron di Gedung Putih. Kedua pemimpin negara itu di perkirakan memfokuskan pembicaraan mereka tentang Suriah, dengan harapan bisa mengajak Rusia untuk bersama-sama menghentikan pertumpahan darah di negara tersebut. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Senin ini, Presiden Obama akan menerima kunjungan Perdana menteri Inggris David Cameron di Gedung Putih. Kedua pemimpin negara itu di perkirakan memfokuskan pembicaraan mereka tentang Suriah, dengan harapan bisa mengajak Rusia untuk bersama-sama menghentikan pertumpahan darah di negara tersebut. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.</itunes:summary> <enclosure url="http://cdnbakmi.kaltura.com/p/1175831/sp/117583100/serveFlavor/entryId/0_p9z0k8ms/flavorId/1_ogopbzbd/name/a.mp4" type="video/mp4" length="11218944" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1659722.html</guid> <pubDate>Mon, 13 May 2013 09:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>101,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/EF5F7F4D-98C2-449E-B1C3-EC0B8C2C8078_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Situs Belanja Sosial bagi Usaha Kecil - VOA Kabar Pasar - Mei 13, 2013</title> <description>Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari termasuk bagi bisnis, besar dan kecil. Sebuah situs baru menggabungkan kenyamanan berbelanja sambil berjejaring sosial. Situs tersebut, OpenSky, kini banyak dimanfaatkan usaha kecil di Amerika untuk menjual produk mereka. Berikut selengkapnya liputan tim VOA.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari termasuk bagi bisnis, besar dan kecil. Sebuah situs baru menggabungkan kenyamanan berbelanja sambil berjejaring sosial. Situs tersebut, OpenSky, kini banyak dimanfaatkan usaha kecil di Amerika untuk menjual produk mereka. Berikut selengkapnya liputan tim VOA.</itunes:summary> <enclosure url="http://cdnbakmi.kaltura.com/p/1175831/sp/117583100/serveFlavor/entryId/1_qv4gi4vw/flavorId/1_ahcq0x1r/name/a.mp4" type="video/mp4" length="12477440" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1662703.html</guid> <pubDate>Mon, 13 May 2013 09:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>107,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/BAE151A2-5CC2-4375-9A24-FB52CD63CC75_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Kartu Identitas Nasional - Apa Kabar Amerika - Mei 12, 2013</title> <description>Heboh eKTP di tanah air membuat kita penasaran, sebetulnya kalau di negara lain ada tidak kisruh gara2 kartu identitas nasional. Bagaimana dengan di Amerika? Selengkapnya ikuti penjelasan teman2 VOA, Patsy Widakuswara dan Supri Yono dari Washington DC.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Heboh eKTP di tanah air membuat kita penasaran, sebetulnya kalau di negara lain ada tidak kisruh gara2 kartu identitas nasional. Bagaimana dengan di Amerika? Selengkapnya ikuti penjelasan teman2 VOA, Patsy Widakuswara dan Supri Yono dari Washington DC.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Kartu_Identitas_Nasional_-_Apa_Kabar_Amerika_1_qh7u4orl_1_v2bj37c4.mp4" type="video/mp4" length="30932992" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1660360.html</guid> <pubDate>Sun, 12 May 2013 21:08:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>264,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/B3CEBAA2-5451-4D5F-99A3-4215D8722629_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Meningkatnya Aksi Kekerasan di Irak dan Afghanistan - Liputan Berita VOA - Mei 10, 2013</title> <description>Afghanistan mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mempertahankan sembilan pangkalan militer bagi Amerika setelah sebagian besar pasukan asing ditarik dari Afghanistan tahun 2014. Perkembangan ini berbeda dengan yang terjadi di Irak, karena Amerika akhirnya meninggalkan seluruh pangkalan militernya saat penarikan mundur pasukan besar-besaran tahun 2011. Saat ini, aksi kekerasan memuncak di Irak maupun Afghanistan memunculkan kekhawatiran terus terjadinya instabilitas di dua negara tersebut yang selama beberapa tahun terakhir menyita perhatian Amerika. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Afghanistan mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mempertahankan sembilan pangkalan militer bagi Amerika setelah sebagian besar pasukan asing ditarik dari Afghanistan tahun 2014. Perkembangan ini berbeda dengan yang terjadi di Irak, karena Amerika akhirnya meninggalkan seluruh pangkalan militernya saat penarikan mundur pasukan besar-besaran tahun 2011. Saat ini, aksi kekerasan memuncak di Irak maupun Afghanistan memunculkan kekhawatiran terus terjadinya instabilitas di dua negara tersebut yang selama beberapa tahun terakhir menyita perhatian Amerika. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Meningkatnya_Aksi_Kekerasan_di_Irak_dan_Afghanistan_-_Liputan_Berita_VOA_10_Mei_2013_0_jwknbtez_1_s74ize4m.mp4" type="video/mp4" length="12163072" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1658134.html</guid> <pubDate>Fri, 10 May 2013 09:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>103,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/7127E9FD-547F-4F4C-B778-C2643FDB5667_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Kerjasama Baru AS-Rusia dan Isu HAM - Liputan Berita VOA - Mei 09, 2013</title> <description>Amerika dan Rusia sepakat bekerjasama lebih erat menyikapi berbagai krisis internasional termasuk konflik Suriah, isu nuklir Korea Utara dan Iran, serta perang Afghanistan. Kedua pihak juga ingin mempererat kerjasama menanggulangi ancaman terorisme, khususnya setelah peledakan bom di Marathon Boston yang tersangka pelakunya berasal dari Chechnya, Rusia. Sebagian pihak khawatir, kerjasama lebih erat antara kedua negara ini akan mengorbankan isu hak asasi manusia dan hak-hak politik rakyat Rusia yang selama ini selalu disorot Amerika.Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Amerika dan Rusia sepakat bekerjasama lebih erat menyikapi berbagai krisis internasional termasuk konflik Suriah, isu nuklir Korea Utara dan Iran, serta perang Afghanistan. Kedua pihak juga ingin mempererat kerjasama menanggulangi ancaman terorisme, khususnya setelah peledakan bom di Marathon Boston yang tersangka pelakunya berasal dari Chechnya, Rusia. Sebagian pihak khawatir, kerjasama lebih erat antara kedua negara ini akan mengorbankan isu hak asasi manusia dan hak-hak politik rakyat Rusia yang selama ini selalu disorot Amerika.Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Kerjasama_Baru_AS-Rusia_dan_Isu_HAM_-_Liputan_Berita_VOA_9_Mei_2013_0_dk5ztpvc_0_h73wfif7.mp4" type="video/mp4" length="11218944" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1657378.html</guid> <pubDate>Thu, 09 May 2013 09:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>103,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/BB30B227-68CC-4638-A9F0-D01167436E56_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Dampak Serangan Israel Terhadap Kebijakan AS di Suriah - Liputan Berita VOA - Mei 08, 2013</title> <description>Serangan Israel terhadap Suriah beberapa hari lalu menimbulkan kecaman keras dari berbagai negara kawasan, termasuk Iran dan Lebanon, serta menimbulkan kekuatiran akan meluasnya perang saudara di Suriah menjadi konflik Sunni-Syiah di Timur Tengah. Serangan ini juga mendesak pemerintahan Obama, untuk segera mengambil langkah selanjutnya di Suriah, termasuk mempertimbangkan bantuan persenjataan militer bagi kubu oposisi rezim Al-Assad. Selengkapnya ikuti laporan reporter VOA Patsy Widakuswara dari Washington.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Serangan Israel terhadap Suriah beberapa hari lalu menimbulkan kecaman keras dari berbagai negara kawasan, termasuk Iran dan Lebanon, serta menimbulkan kekuatiran akan meluasnya perang saudara di Suriah menjadi konflik Sunni-Syiah di Timur Tengah. Serangan ini juga mendesak pemerintahan Obama, untuk segera mengambil langkah selanjutnya di Suriah, termasuk mempertimbangkan bantuan persenjataan militer bagi kubu oposisi rezim Al-Assad. Selengkapnya ikuti laporan reporter VOA Patsy Widakuswara dari Washington.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Dampak_Serangan_Israel_Terhadap_Kebijakan_AS_di_Suriah_-_Liputan_Berita_VOA_8_Mei_2013_0_t4xfjlxo_1_jpn12w3x.mp4" type="video/mp4" length="12791808" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1656607.html</guid> <pubDate>Wed, 08 May 2013 09:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>107,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/C90335F2-F2D5-47D1-9B30-E8F84A938BBF_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Penolakan Terhadap Penguburan Tersangka Bom Boston di AS - Liputan Berita VOA - Mei 07, 2013</title> <description>Pengurus tempat pemakaman di Boston dan sekitarnya menolak tempat pemakaman masing-masing dijadikan lokasi penguburan tersangka peledakan bom Marathon Boston, Tamerlan Tsarnaev. Sementara sebagian warga meminta jenazah tersangka dikembalikan saja ke daerah asalnya di Rusia. Tarik ulur mengenai apa yang akan dilakukan terhadap jenazah tersangka yang mati tertembak ini berlangsung, di saat adiknya Dzokhar mendekam di penjara atas dakwaan ikut meledakkan bom yang menewaskan tiga orang di Marathon Boston. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Pengurus tempat pemakaman di Boston dan sekitarnya menolak tempat pemakaman masing-masing dijadikan lokasi penguburan tersangka peledakan bom Marathon Boston, Tamerlan Tsarnaev. Sementara sebagian warga meminta jenazah tersangka dikembalikan saja ke daerah asalnya di Rusia. Tarik ulur mengenai apa yang akan dilakukan terhadap jenazah tersangka yang mati tertembak ini berlangsung, di saat adiknya Dzokhar mendekam di penjara atas dakwaan ikut meledakkan bom yang menewaskan tiga orang di Marathon Boston. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Penolakan_Terhadap_Penguburan_Tersangka_Bom_Boston_di_AS_-_Liputan_Berita_VOA_7_Mei_2013_0_eu3zelbz_1_q4lnhajg.mp4" type="video/mp4" length="12163072" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1655838.html</guid> <pubDate>Tue, 07 May 2013 09:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>105,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/582DF51B-F929-4844-A9BB-9D86816D0EE1_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Pengangguran Turun, Wall Street Catat Rekor - VOA untuk Kabar Pasar - Mei 06, 2013</title> <description>Reli di Wall Street menjelang akhir pekan lalu memicu kenaikan yang serupa di indeks-indeks bursa saham dunia. Indeks Dow Jones mencatat rekor di level 15.000, sementara S&amp;P 500 menembus 1.600. Kabar dari Washington mengenai kondisi ketenagakerjaan di Amerika memicu reaksi tersebut di pasar. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Reli di Wall Street menjelang akhir pekan lalu memicu kenaikan yang serupa di indeks-indeks bursa saham dunia. Indeks Dow Jones mencatat rekor di level 15.000, sementara S&amp;P 500 menembus 1.600. Kabar dari Washington mengenai kondisi ketenagakerjaan di Amerika memicu reaksi tersebut di pasar. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Pengangguran_Turun,_Wall_Street_Catat_Rekor_-_VOA_untuk_Kabar_Pasar_1_ql1xrd46_1_8w512yvh.mp4" type="video/mp4" length="12372992" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1655760.html</guid> <pubDate>Mon, 06 May 2013 16:42:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>107,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/0617B4ED-0D61-4F09-AF0B-3BBB9BBD8E94_w268_r1.jpg"/>  </item>  </channel> </rss> 