<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>  <rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"> <channel> <title>‪Laporan VOA‬ - Voice of America | Bahasa Indonesia</title> <link>http://www.voaindonesia.com/archive/laporan-voa/latest/407/411.html</link> <language>id</language> <itunes:author>VOA</itunes:author> <copyright>BaseRssPage.ChanelCopyright></copyright> <itunes:summary>Ikuti berita-berita harian ekonomi terkini dari Amerika Serikat himpunan tim VOA di Washington dalam program Metro Pagi setiap Senin hingga Jumat di Metro TV.</itunes:summary> <description>Ikuti berita-berita harian ekonomi terkini dari Amerika Serikat himpunan tim VOA di Washington dalam program Metro Pagi setiap Senin hingga Jumat di Metro TV.</description> <itunes:owner> <itunes:name>Voice of America</itunes:name> <itunes:email>noreply@voanews.com</itunes:email> </itunes:owner> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/519D3535-AF34-46CC-9372-A44359703F23.png" /> <itunes:explicit>no</itunes:explicit> <itunes:category text="News &amp; Politics"/> <atom:link href="http://www.voaindonesia.com/podcast/video.aspx?count=20&amp;zoneId=411" rel="self" type="application/rss+xml" />  <item> <title>Pemakaian Bahan Bakar Gas Marak di AS - Laporan VOA - Juni 17, 2013</title> <description>Laporan VOA hari ini membahas tentang meningkatnya produksi gas alam di AS, yang membuat bahan bakar gas (BBG) atau compressed natural gas (CNG) semakin murah dan luas penggunaannya seiring dengan semakin banyaknya pompa BBG yang tersedia. Perusahaan energi juga kini giat bereksperimen membuat inovasi bahan bakar alternatif lain seperti campuran bahan bakar sintetis dan hayati, yang bisa langsung dipakai oleh kendaraan bermotor tanpa perlu memasang perangkat konversi. Selengkapnya berikut Laporan VOA bersama Patsy Widakuswara.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Laporan VOA hari ini membahas tentang meningkatnya produksi gas alam di AS, yang membuat bahan bakar gas (BBG) atau compressed natural gas (CNG) semakin murah dan luas penggunaannya seiring dengan semakin banyaknya pompa BBG yang tersedia. Perusahaan energi juga kini giat bereksperimen membuat inovasi bahan bakar alternatif lain seperti campuran bahan bakar sintetis dan hayati, yang bisa langsung dipakai oleh kendaraan bermotor tanpa perlu memasang perangkat konversi. Selengkapnya berikut Laporan VOA bersama Patsy Widakuswara.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/06/Pemakaian_Bahan_Bakar_Gas_Marak_di_AS_-_Laporan_VOA_18_Juni_2013_1_mnw5vjv8_1_3rw84hg4.mp4" type="video/mp4" length="14574592" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1683748.html</guid> <pubDate>Mon, 17 Jun 2013 18:48:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>129,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/43D7925B-329D-4ACA-A9CB-6D11D8F2BC63_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Pinjaman Biaya Kuliah Bebani Ekonomi AS - Laporan VOA - Juni 16, 2013</title> <description>Biaya kuliah di AS terus membengkak padahal sebagian besar mahasiswa di negara itu membiayai pendidikannya melalui pinjaman uang kuliah. Akibatnya mereka memiliki utang yang besar saat lulus, sementara lapangan kerja tidak tersedia. Para sarjana dengan utang uang kuliah ini tidak produktif dan menurut ekonom mereka tidak hanya membebani keluarga tapi juga membuat PDB Amerika berkurang 500 miliar dolar setiap tahun. Selengkapnya ikuti Laporan VOA bersama Helmi Johannes berikut ini.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Biaya kuliah di AS terus membengkak padahal sebagian besar mahasiswa di negara itu membiayai pendidikannya melalui pinjaman uang kuliah. Akibatnya mereka memiliki utang yang besar saat lulus, sementara lapangan kerja tidak tersedia. Para sarjana dengan utang uang kuliah ini tidak produktif dan menurut ekonom mereka tidak hanya membebani keluarga tapi juga membuat PDB Amerika berkurang 500 miliar dolar setiap tahun. Selengkapnya ikuti Laporan VOA bersama Helmi Johannes berikut ini.</itunes:summary> <enclosure url="http://cdnbakmi.kaltura.com/p/1175831/sp/117583100/serveFlavor/entryId/1_4gxainsa/v/4/flavorId/1_tzzxqtnp/name/a.mp4" type="video/mp4" length="14574592" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1683007.html</guid> <pubDate>Sun, 16 Jun 2013 21:33:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>129,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/A15A15BC-10FE-4CC8-B29E-370DF1E74089_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Mahasiswa AS Buat Penjernih Air Murah - Laporan VOA - Juni 13, 2013</title> <description>Sejumlah mahasiswa Universitas Virginia di AS bereksperimen membuat lempengan tanah liat yang disebutkan bisa menjernihkan dan membersihkan air. Bila berhasil, lempengan yang disebut Madidrop itu bisa menjadi solusi penyediaan air bersih bagi jutaan orang di negara berkembang. Selengkapnya ikuti Laporan VOA bersama Helmi Johannes.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Sejumlah mahasiswa Universitas Virginia di AS bereksperimen membuat lempengan tanah liat yang disebutkan bisa menjernihkan dan membersihkan air. Bila berhasil, lempengan yang disebut Madidrop itu bisa menjadi solusi penyediaan air bersih bagi jutaan orang di negara berkembang. Selengkapnya ikuti Laporan VOA bersama Helmi Johannes.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/06/Mahasiswa_AS_Buat_Penjernih_Air_Murah_-_Laporan_VOA_14_Juni_2013_1_2fke82px_1_azzd3xyk.mp4" type="video/mp4" length="14784512" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1681518.html</guid> <pubDate>Thu, 13 Jun 2013 19:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>131,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/7591F40C-499A-46CC-B21C-5F6F35DACBC6_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Pembahasan RUU Reformasi Imigrasi di AS - Laporan VOA - Juni 13, 2013</title> <description>Topik ini adalah tentang Kamar Dagang dan Serikat Buruh AS yang mendukung RUU Reformasi Imigrasi yang sedang dibahas di Kongres Amerika. RUU ini bisa membuka jalan bagi sekitar 11 juta imigran gelap untuk mendapatkan kewarganegaraan Amerika dan akan menguntungkan tenaga kerja berpendidikan tinggi maupun buruh kasar. Sikap kupu oposisi Republik terhadap RUU ini mulai melunak tapi mensyaratkan adanya peningkatan kemanan di perbatasan AS-Meksiko guna mencegah arus imigran gelap.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Topik ini adalah tentang Kamar Dagang dan Serikat Buruh AS yang mendukung RUU Reformasi Imigrasi yang sedang dibahas di Kongres Amerika. RUU ini bisa membuka jalan bagi sekitar 11 juta imigran gelap untuk mendapatkan kewarganegaraan Amerika dan akan menguntungkan tenaga kerja berpendidikan tinggi maupun buruh kasar. Sikap kupu oposisi Republik terhadap RUU ini mulai melunak tapi mensyaratkan adanya peningkatan kemanan di perbatasan AS-Meksiko guna mencegah arus imigran gelap.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/06/Pembahasan_RUU_Reformasi_Imigrasi_di_AS_-_Laporan_VOA_12_Juni_2013_1_24yj0kac_1_0zgfm56d.mp4" type="video/mp4" length="14470144" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1680702.html</guid> <pubDate>Thu, 13 Jun 2013 06:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>129,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/3BF5E40F-AFA6-4D52-941E-EB7385275266_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Pembangkit Listrik Tenaga Surya Marak di AS - Laporan VOA - Juni 11, 2013</title> <description>Sebagian wilayah AS dianugerahi matahari yang melimpah dan hal ini mendorong maraknya industri listrik tenaga surya, seperti yang terlihat di San Luis Valley di negara bagian Colorado. Puluhan hektar lahan di wilayah ini digunakan untuk memasang seratus ribu lebih panel surya yang bisa menghasilkan listrik berkapasitas setara 30 megawatt. Tapi banyak petani setempat yang prihatin karena lahan pertanian mereka tergusur akibat dipakai untuk pembangkit listrik tenaga surya berskala industri.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Sebagian wilayah AS dianugerahi matahari yang melimpah dan hal ini mendorong maraknya industri listrik tenaga surya, seperti yang terlihat di San Luis Valley di negara bagian Colorado. Puluhan hektar lahan di wilayah ini digunakan untuk memasang seratus ribu lebih panel surya yang bisa menghasilkan listrik berkapasitas setara 30 megawatt. Tapi banyak petani setempat yang prihatin karena lahan pertanian mereka tergusur akibat dipakai untuk pembangkit listrik tenaga surya berskala industri.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/06/Pembangkit_Listrik_Tenaga_Surya_Marak_di_AS_-_Laporan_VOA_12_Juni_2013_1_q3idlywh_1_x067i0sw.mp4" type="video/mp4" length="14050304" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1679938.html</guid> <pubDate>Tue, 11 Jun 2013 19:22:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>127,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/E8DA19D2-B64F-4E90-89C2-565935A34E6A_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Inovasi Baru Untuk Berkebun Instan- Laporan VOA - Juni 10, 2013</title> <description>Laporan VOA bersama Patsy Widakuswara kali ini membahas tentang inovasi baru berupa matras khusus yang bisa dipakai untuk bercocok tanam secara instan. Matras dengan 19 bibit jenis tanaman bumbu dan sayuran yang dinamakan &quot;Nourish Mat&quot; ini diciptakan oleh dua peneliti AS, yang memenangkan kompetisi inovasi antar universitas. Keduanya yakin Nourish Mat akan laku di pasaran mengingat tingginya minat berkebun di perkotaan AS.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Laporan VOA bersama Patsy Widakuswara kali ini membahas tentang inovasi baru berupa matras khusus yang bisa dipakai untuk bercocok tanam secara instan. Matras dengan 19 bibit jenis tanaman bumbu dan sayuran yang dinamakan &quot;Nourish Mat&quot; ini diciptakan oleh dua peneliti AS, yang memenangkan kompetisi inovasi antar universitas. Keduanya yakin Nourish Mat akan laku di pasaran mengingat tingginya minat berkebun di perkotaan AS.</itunes:summary> <enclosure url="http://cdnbakmi.kaltura.com/p/1175831/sp/117583100/serveFlavor/entryId/1_2riok289/flavorId/1_2uzalm71/name/a.mp4" type="video/mp4" length="13316096" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1679177.html</guid> <pubDate>Mon, 10 Jun 2013 19:52:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>116,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/B5AEB1EA-BEBC-4319-B07F-A370DECE79B3_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Tingkat Pengangguran AS Naik Tipis Jadi 7,6 Persen - Laporan VOA - Juni 09, 2013</title> <description>Angka pengangguran AS naik tipis menjadi 7,6 persen di bulan Mei dari 7,5 persen pada bulan sebelumnya. Kenaikan terjadi karena semakin banyak warga Amerika yang mencari pekerjaan lagi sehingga mereka kembali tercatat sebagai angkatan kerja. Tapi laju penciptaan lapangan kerja tampak lebih baik dari perkiraan karena tercacat ada sekitar 175 ribu rekrutmen baru pada bulan Mei.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Angka pengangguran AS naik tipis menjadi 7,6 persen di bulan Mei dari 7,5 persen pada bulan sebelumnya. Kenaikan terjadi karena semakin banyak warga Amerika yang mencari pekerjaan lagi sehingga mereka kembali tercatat sebagai angkatan kerja. Tapi laju penciptaan lapangan kerja tampak lebih baik dari perkiraan karena tercacat ada sekitar 175 ribu rekrutmen baru pada bulan Mei.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/06/Tingkat_Pengangguran_AS_Naik_Tipis_Jadi_7,6_Persen_-_Laporan_VOA_10_Juni_2013_0_6gbsnxpx_0_iv3uqzxm.mp4" type="video/mp4" length="13631488" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1678436.html</guid> <pubDate>Sun, 09 Jun 2013 19:21:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>124,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/0640D31B-AA4A-4AC4-971B-48A6E2AF8599_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Pasar Tenaga Kerja AS Masih Lemah - Laporan VOA - Juni 07, 2013</title> <description>Upaya untuk menekan angka pengangguran di AS yang tampak belum berjalan mulus. Laporan terbaru dari ADP menunjukkan penciptaan lapangan kerja sektor swasta masih lemah dan analis khawatir hal ini dapat memperlamban jalannya pemulihan ekonomi di negara itu.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Upaya untuk menekan angka pengangguran di AS yang tampak belum berjalan mulus. Laporan terbaru dari ADP menunjukkan penciptaan lapangan kerja sektor swasta masih lemah dan analis khawatir hal ini dapat memperlamban jalannya pemulihan ekonomi di negara itu.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/06/Pasar_Tenaga_Kerja_AS_Masih_Lemah_-_Laporan_VOA_7_Juni_2013_1_b3w0pjf9_1_srnhcdl3.mp4" type="video/mp4" length="9373696" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1676913.html</guid> <pubDate>Fri, 07 Jun 2013 06:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>84,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/B56C2365-475A-44DC-9C8B-721F3CA2BFE1_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Menggalang Dana untuk Bisnis - Laporan VOA - Juni 06, 2013</title> <description>Laporan VOA bersama Patsy Widakuswara kali ini mengulas tentang situs Kickstarter.com yang menjadi ajang untuk menggalang dana dari masyarakat bagi mereka yang ingin mendirikan usaha tapi tidak punya modal. Melalui situs ini, semua orang bisa memposting proyek dan target dana yang diperlukan, dan siapapun yang berminat bisa menjanjikan bantuan dana. Adanya fasilitas dana publik ini dimanfaatkan oleh pengusaha kecil hingga pembuat film Hollywood.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Laporan VOA bersama Patsy Widakuswara kali ini mengulas tentang situs Kickstarter.com yang menjadi ajang untuk menggalang dana dari masyarakat bagi mereka yang ingin mendirikan usaha tapi tidak punya modal. Melalui situs ini, semua orang bisa memposting proyek dan target dana yang diperlukan, dan siapapun yang berminat bisa menjanjikan bantuan dana. Adanya fasilitas dana publik ini dimanfaatkan oleh pengusaha kecil hingga pembuat film Hollywood.</itunes:summary> <enclosure url="http://cdnbakmi.kaltura.com/p/1175831/sp/117583100/serveFlavor/entryId/1_gofqlj2y/flavorId/1_bul256nm/name/a.mp4" type="video/mp4" length="15413248" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1676113.html</guid> <pubDate>Thu, 06 Jun 2013 06:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>135,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/42056916-79C5-4CA2-A90F-C5B65925CEFA_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Industri &#39;Web Security&#39; di AS Semakin Marak - Laporan VOA - Juni 05, 2013</title> <description>Kerugian akibat kejahatan dunia maya atau cyber crime, mulai dari piranti berbahaya atau malware hingga pencurian data, diperkirakan mencapai $100 miliar per tahun, dan semakin hari semakin bertambah. Ini membuat industri web security di AS semakin marak, berikut pendidikan mencetak tenaga kerja di bidang ini. Selengkapnya ikuti Laporan VOA bersama Patsy Widakuswara berikut ini.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Kerugian akibat kejahatan dunia maya atau cyber crime, mulai dari piranti berbahaya atau malware hingga pencurian data, diperkirakan mencapai $100 miliar per tahun, dan semakin hari semakin bertambah. Ini membuat industri web security di AS semakin marak, berikut pendidikan mencetak tenaga kerja di bidang ini. Selengkapnya ikuti Laporan VOA bersama Patsy Widakuswara berikut ini.</itunes:summary> <enclosure url="http://cdnbakmi.kaltura.com/p/1175831/sp/117583100/serveFlavor/entryId/1_a08ae371/flavorId/1_xpu709xt/name/a.mp4" type="video/mp4" length="13945856" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1675383.html</guid> <pubDate>Wed, 05 Jun 2013 06:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>125,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/21F4EC43-C133-46E0-84C0-A48A07DBC350_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Ekonomi AS Tidak Sekuat Perkiraan - Laporan VOA - Juni 04, 2013</title> <description>Beberapa indikator terbaru menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi Amerika masih berjalan lamban. Karenanya analis memperkirakan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve masih akan melanjutkan kebijakan stimulus berupa pembelian obligasi pemerintah hingga setidaknya akhir tahun.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Beberapa indikator terbaru menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi Amerika masih berjalan lamban. Karenanya analis memperkirakan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve masih akan melanjutkan kebijakan stimulus berupa pembelian obligasi pemerintah hingga setidaknya akhir tahun.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/06/Ekonomi_AS_Tidak_Sekuat_Perkiraan_-_Laporan_VOA_3_Juni_2013_0_7sfv9s79_1_69myeolo.mp4" type="video/mp4" length="14680064" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1673788.html</guid> <pubDate>Tue, 04 Jun 2013 06:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>129,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/0B7D9F5F-0220-45B0-B2E3-E2385457EE24_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Pemotongan Anggaran Tidak Pengaruhi Arus Wisatawan di Washington DC - Laporan VOA  - Juni 04, 2013</title> <description>VOA bersama Patsy Widakuswara kali ini melaporkan dampak pemotongan anggaran pada industri pariwisata di Washington, DC. Industri ini diperkirakan akan dirugikan oleh pemotongan anggaran federal sebesar $85 miliar yang dikenal sebagai &quot;sequestration&quot;. Meskipun paket kunjungan ke Gedung Putih ditiadakan, taman nasional dan museum mengurangi layanan mereka, namun arus wisatawan ke ibukota Amerika di musim musim panas yang berlangsung saat ini tampaknya tidak terpengaruh oleh pemotongan anggaran ini.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>VOA bersama Patsy Widakuswara kali ini melaporkan dampak pemotongan anggaran pada industri pariwisata di Washington, DC. Industri ini diperkirakan akan dirugikan oleh pemotongan anggaran federal sebesar $85 miliar yang dikenal sebagai &quot;sequestration&quot;. Meskipun paket kunjungan ke Gedung Putih ditiadakan, taman nasional dan museum mengurangi layanan mereka, namun arus wisatawan ke ibukota Amerika di musim musim panas yang berlangsung saat ini tampaknya tidak terpengaruh oleh pemotongan anggaran ini.</itunes:summary> <enclosure url="http://cdnbakmi.kaltura.com/p/1175831/sp/117583100/serveFlavor/entryId/1_n8owd2en/v/2/flavorId/1_k5ca8mik/name/a.mp4" type="video/mp4" length="14260224" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1674846.html</guid> <pubDate>Tue, 04 Jun 2013 06:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>128,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/0F45CC59-DE10-4986-B77A-1D73FADC84A1_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Kuliah Online Bisa Bantu Atasi Pengangguran - Laporan VOA - Mei 31, 2013</title> <description>Maraknya kuliah melalui internet di AS dinilai pengamat bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tingginya pengangguran di negara itu. Pasalnya banyak kuliah online yang gratis atau berbiaya murah, mudah diikuti oleh mahasiwa, dan mengajarkan berbagai bidang ketrampilan yang dibutuhkan dunia kerja saat ini. Revolusi digital ini diperkirakan akan mengubah sistem pendidikan khususnya perguruan tinggi.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Maraknya kuliah melalui internet di AS dinilai pengamat bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tingginya pengangguran di negara itu. Pasalnya banyak kuliah online yang gratis atau berbiaya murah, mudah diikuti oleh mahasiwa, dan mengajarkan berbagai bidang ketrampilan yang dibutuhkan dunia kerja saat ini. Revolusi digital ini diperkirakan akan mengubah sistem pendidikan khususnya perguruan tinggi.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Kuliah_Online_Bisa_Bantu_Atasi_Pengangguran_-_Laporan_VOA_31_Mei_2013_1_t4yyyk9s_1_at2dcfd9.mp4" type="video/mp4" length="15623168" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1671877.html</guid> <pubDate>Fri, 31 May 2013 06:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>133,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/C99CE98F-A4BD-4078-8C00-4FBE52763C74_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Bisnis Pakaian untuk Wanita Berukuran Plus - Laporan VOA - Mei 30, 2013</title> <description>Penjualan kuartal pertama Abercrombie &amp; Fitch turun sekitar 17 persen. hal ini disebabkan ungkapan CEO-nya bulan lalu yang mengungkapkan bahwa perusahaannya tidak menjual pakaian yang berukuran lebih besar daripada ukuruan L. Sementara peritel lain, justru memanfaatkan peluang ini dengan memproduksi busana berukuran plus. Bahkan di musim panas ini, bisnis fashion ukuran plus ini dipastikan akan semakin marak sebagai bagian dari penolakan atas pencitraan bahwa badan harus langsing dan kencang. Selengkapnya ikuti Laporan VOA bersama Patsy Widakuswara.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Penjualan kuartal pertama Abercrombie &amp; Fitch turun sekitar 17 persen. hal ini disebabkan ungkapan CEO-nya bulan lalu yang mengungkapkan bahwa perusahaannya tidak menjual pakaian yang berukuran lebih besar daripada ukuruan L. Sementara peritel lain, justru memanfaatkan peluang ini dengan memproduksi busana berukuran plus. Bahkan di musim panas ini, bisnis fashion ukuran plus ini dipastikan akan semakin marak sebagai bagian dari penolakan atas pencitraan bahwa badan harus langsing dan kencang. Selengkapnya ikuti Laporan VOA bersama Patsy Widakuswara.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Bisnis_Pakaian_untuk_Wanita_Berukuran_Plus_-_Laporan_VOA_30_Mei_2013_1_pdbao0a2_1_xp1a3gna.mp4" type="video/mp4" length="14888960" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1671065.html</guid> <pubDate>Thu, 30 May 2013 06:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>133,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/76E48DB9-5581-45F4-9471-EFE80F34ED93_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Surplus Makanan Bagi Keluarga Tidak Mampu - Laporan VOA - Mei 28, 2013</title> <description>Masih sulitnya perekonomian membuat sebagian besar keluarga Amerika tidak mampu membeli makanan. Tapi di pihak lain, sekitar 40 persen makanan yang diproduksi di AS terpaksa dibuang karena tidak laku. Karenanya ada lembaga amal yang menjembatani persoalan ini dan mempertemukan kebutuhan kedua pihak. Selengkapnya ikuti laporan VOA bersama Helmi Johannes berikut ini.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Masih sulitnya perekonomian membuat sebagian besar keluarga Amerika tidak mampu membeli makanan. Tapi di pihak lain, sekitar 40 persen makanan yang diproduksi di AS terpaksa dibuang karena tidak laku. Karenanya ada lembaga amal yang menjembatani persoalan ini dan mempertemukan kebutuhan kedua pihak. Selengkapnya ikuti laporan VOA bersama Helmi Johannes berikut ini.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Surplus_Makanan_Bagi_Keluarga_Tidak_Mampu_-_Laporan_VOA_29_Mei_2013_0_656x29to_0_r4a1uxei.mp4" type="video/mp4" length="14784512" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1670243.html</guid> <pubDate>Tue, 28 May 2013 19:13:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>134,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/6C30CA70-65D6-42D5-87EF-86AFFF04CA7B_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Fenomena &#39;Cash Mob&#39; Dukung Bisnis UKM di AS - Laporan VOA - Mei 28, 2013</title> <description>Laporan VOA bersama Patsy Widakuswara kali ini menyoroti fenomena &quot;Cash Mob&quot; yang digunakan untuk mengangkat perekonomian lokal. Gagasan ini diangkat oleh organisasi &quot;Think Local First DC&quot; dengan mengadaptasi fenomena &quot;Flash Mob&quot; yang mengumpulkan sekelompok orang untuk berdansa serentak. Bedanya &quot;Cash Mob&quot; merupakan gerakan untuk berbelanja karya seni seniman setempat/lokal.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Laporan VOA bersama Patsy Widakuswara kali ini menyoroti fenomena &quot;Cash Mob&quot; yang digunakan untuk mengangkat perekonomian lokal. Gagasan ini diangkat oleh organisasi &quot;Think Local First DC&quot; dengan mengadaptasi fenomena &quot;Flash Mob&quot; yang mengumpulkan sekelompok orang untuk berdansa serentak. Bedanya &quot;Cash Mob&quot; merupakan gerakan untuk berbelanja karya seni seniman setempat/lokal.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Fenomena_'Cash_Mob'_Dukung_Bisnis_UKM_di_AS_-_Laporan_VOA_28_Mei_2013_1_yoq9xa3o_1_29cwpf27.mp4" type="video/mp4" length="13211648" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1669900.html</guid> <pubDate>Tue, 28 May 2013 11:50:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>119,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/BD8399DB-5371-4BE2-BBAE-259771931064_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Sektor Perumahan AS Mulai Pulih - Laporan VOA - Mei 26, 2013</title> <description>Sektor perumahan AS, yang menjadi akar krisis finansial tahun 2008, kini mulai bangkit kembali. Hal ini terlihat dari data penjualan dan harga rumah yang terus meningkat selama setahun terakhir. Analis berharap kenaikan ini bisa memicu pulihnya perekonomian Amerika.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Sektor perumahan AS, yang menjadi akar krisis finansial tahun 2008, kini mulai bangkit kembali. Hal ini terlihat dari data penjualan dan harga rumah yang terus meningkat selama setahun terakhir. Analis berharap kenaikan ini bisa memicu pulihnya perekonomian Amerika.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/Sektor_Perumahan_AS_Mulai_Pulih_-_Laporan_VOA_27_Mei_2013_0_hs00j4bd_0_b3u5rb3h.mp4" type="video/mp4" length="12372992" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1668790.html</guid> <pubDate>Sun, 26 May 2013 19:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>111,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/787833DF-8B1F-445D-A254-E2C699BF4F6D_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>AS Bisa Swasembada Minyak Tahun 2035 - Laporan VOA - Mei 24, 2013</title> <description>Booming minyak dan gas shale di Amerika Serikat membuat produksi energi negara ini terus meningkat sehingga diperkirakan akan bisa berswasembada sebelum tahun 2035, menurut laporan Badan Energi Internasional. Produksi gas AS juga diprediksi akan melebihi Rusia. Bila AS nantinya tidak lagi bergantung pada minyak Timur Tengah, analis memperkirakan akan terjadi perubahan besar pada konstelasi perimbangan kekuatan dan hubungan internasional. Selengkapnya ikuti Laporan VOA bersama Helmi Johannes berikut ini.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Booming minyak dan gas shale di Amerika Serikat membuat produksi energi negara ini terus meningkat sehingga diperkirakan akan bisa berswasembada sebelum tahun 2035, menurut laporan Badan Energi Internasional. Produksi gas AS juga diprediksi akan melebihi Rusia. Bila AS nantinya tidak lagi bergantung pada minyak Timur Tengah, analis memperkirakan akan terjadi perubahan besar pada konstelasi perimbangan kekuatan dan hubungan internasional. Selengkapnya ikuti Laporan VOA bersama Helmi Johannes berikut ini.</itunes:summary> <enclosure url="http://av.voanews.com/kaltura-test/VOA/Indonesian/mp4/2013/05/AS_Bisa_Swasembada_Minyak_Tahun_2035_-_Laporan_VOA_24_Mei_2013_0_qyb2imue_0_rh7gjy3i.mp4" type="video/mp4" length="14364672" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1667312.html</guid> <pubDate>Fri, 24 May 2013 06:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>128,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/C856E091-79FE-4320-8BBC-37532FC3CC00_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Apple Disinyalir Siasati Pengenaan Pajak - Laporan VOA - Mei 23, 2013</title> <description>Apple Disinyalir Siasati Pengenaan Pajak - Laporan VOA 23 Mei 2013 (ini sudah tanggal Indonesia) Sebuah subkomisi investigasi di Kongres AS memeriksa beberapa perusahaan terkemuka Amerika yang dituduh menghindari pengenaan pajak korporasi. Perusahaan-perusahaan tersebut, temasuk Apple, memindahkan sebagian operasi mereka dan mendaftarkan anak perusahaannya di luar negeri, sehingga bisa menghindari pengenaan pajak penghasilan korporasi di AS.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Apple Disinyalir Siasati Pengenaan Pajak - Laporan VOA 23 Mei 2013 (ini sudah tanggal Indonesia) Sebuah subkomisi investigasi di Kongres AS memeriksa beberapa perusahaan terkemuka Amerika yang dituduh menghindari pengenaan pajak korporasi. Perusahaan-perusahaan tersebut, temasuk Apple, memindahkan sebagian operasi mereka dan mendaftarkan anak perusahaannya di luar negeri, sehingga bisa menghindari pengenaan pajak penghasilan korporasi di AS.</itunes:summary> <enclosure url="http://cdnbakmi.kaltura.com/p/1175831/sp/117583100/serveFlavor/entryId/1_bm02sc37/flavorId/1_8yi775z8/name/a.mp4" type="video/mp4" length="33344512" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1666507.html</guid> <pubDate>Thu, 23 May 2013 06:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>290,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/7D240842-D199-4153-BE09-D13E61B7550E_w268_r1.jpg"/>  </item>  <item> <title>Tornado Dahsyat di Oklahoma Tewaskan Puluhan Orang - Laporan VOA - Mei 22, 2013</title> <description>Serangan tordano dahsyat menimpa wilayah perkotaan dekat Oklahoma City di AS mengakibatkan puluhan orang tewas dan ratusan terluka. Tornado berkecepatan lebih dari 300 kilometer per jam ini meluluhlantakkan permukiman dan sekolah di wilayah Moore dekat Oklahoma City. Regu penyelamat masih mencari korban selamat yang mungkin terjebak di bawah reruntuhan.</description> <itunes:author>VOA</itunes:author> <itunes:summary>Serangan tordano dahsyat menimpa wilayah perkotaan dekat Oklahoma City di AS mengakibatkan puluhan orang tewas dan ratusan terluka. Tornado berkecepatan lebih dari 300 kilometer per jam ini meluluhlantakkan permukiman dan sekolah di wilayah Moore dekat Oklahoma City. Regu penyelamat masih mencari korban selamat yang mungkin terjebak di bawah reruntuhan.</itunes:summary> <enclosure url="http://cdnbakmi.kaltura.com/p/1175831/sp/117583100/serveFlavor/entryId/1_aeog5ufd/flavorId/1_e06usm6s/name/a.mp4" type="video/mp4" length="16252928" /> <guid>http://www.voaindonesia.com/media/video/1665735.html</guid> <pubDate>Wed, 22 May 2013 06:00:00 -0400</pubDate> <itunes:duration>144,00</itunes:duration> <itunes:image href="http://gdb.voanews.com/98E382B8-54F5-4A05-B82C-FECAF7CF05BD_w268_r1.jpg"/>  </item>  </channel> </rss> 