Minggu, 23 Nopember 2014 Waktu UTC: 13:11

Liputan Feature‬ VOA

Wisata Alam Liar Everglades - Liputan Feature VOAi
|| 0:00:00
...    
🔇
X
31.12.2012
Bagaimana rasanya bekerja sebagai pemandu wisata di alam liar yang penuh buaya seperti di Everglades? Taman Nasional Everglades yang terletak di negara bagian Florida, dijuluki “Sungai berumput”, karena perairan itu memang ditumbuhi rerumputan. Nama itu gabungan dari kata “forever” yang berarti “selamanya”, dan “glades” yang dalam bahasa Inggris kuno berarti, “tempat terbuka yang dipenuhi rerumputan”. Suku asli Indian yang dulu tinggal di sana menyebutnya, “Pa Hay Okee” atau “air berumput”. Simak liputan menarik tim VOA melintasi sungai berumput di Amerika dalam video berikut ini.

Wisata Alam Liar Everglades - Liputan Feature VOA

Terbitan 31.12.2012

Bagaimana rasanya bekerja sebagai pemandu wisata di alam liar yang penuh buaya seperti di Everglades? Taman Nasional Everglades yang terletak di negara bagian Florida, dijuluki “Sungai berumput”, karena perairan itu memang ditumbuhi rerumputan. Nama itu gabungan dari kata “forever” yang berarti “selamanya”, dan “glades” yang dalam bahasa Inggris kuno berarti, “tempat terbuka yang dipenuhi rerumputan”. Suku asli Indian yang dulu tinggal di sana menyebutnya, “Pa Hay Okee” atau “air berumput”. Simak liputan menarik tim VOA melintasi sungai berumput di Amerika dalam video berikut ini.

Liputan Feature‬ VOA

‪Tim liputan VOA menghadirkan berbagai kisah unik dan menarik mengenai berbagai peristiwa dan aspek kebudayaan Amerika yang dikemas secara apik. Cerita-cerita ini dapat disaksikan di berbagai stasiun televisi di tanah air, termasuk RCTI, MNC dan Trans7.

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
i
|| 0:00:00
...  
🔇
X
  • Sejumlah mahasiswa mengenakan topeng Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dengan hidung panjang sebagai protes terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di luar istana Presiden Jakarta. Jokowi mengumumkan peningkatan tajam BBM pada hari Senin, dengan mengatakan subsidi pemerintah yang besar akan lebih baik digunakan untuk infrastruktur dan pembangunan.

     
  • Truk-truk pengangkut salju menunggu untuk membongkar salju yang dikumpulkan dari beberapa wilayah setelah terjadi badai salju berat, di Terminal Pusat di Buffalo, New York. Salju tebal yang juga menutup jalanan itu akhirnya berhenti pada hari Jumat.

     
  • Orang-orang ambil bagian dalam unjuk rasa di pusat Kyiv, Ukraina. Warga Ukraina menandai ulang tahun pertama unjuk rasa massal pro Uni Eropa yang menyebabkan perubahan dalam kepemimpinan negara itu dan membawa Ukraina lebih dekat ke Uni Eropa.

     
  • Para biarawati dan imam Katholik Myanmar memegang lilin saat berkumpul merayakan 500 tahun Jubile keberadaan Gereja Katolik di Myanmar, di Yangon.

     
  • Para pendukung Tim Piala Davis Perancis membentangkan bendera raksasa sementara mereka meneriakkan yel-yel dukungan kepada pemain Perancis Gael Monfils dalam pertandingan tenis  final SinglePiala Davis melawan Petenis Swiss Roger Federer di Stadion Pierre-Mauroy di Villeneuve d'Ascq, dekat Lille.

     
  • Orang-orang mengambil foto roket Rusia Soyuz-FG dengan kapsul ruang angkasa Soyuz TMA - 15M yang akan membawa kru baru ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), pada landasan luncur di Kosmodrom Baykonur yang disewa Rusia, di Kazakhstan. Dijadualkan Misi Soyuz baru itu dimulai pada hari Senin.

     
  • Pendukung calon Presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi (seperti terlihat di potret), meneriakkan slogan-slogan dan melambaikan bendera-bendera di Bourguiba Avenue di ibukota Tunis, dalam sebuah kampanye pemilihan presiden mengawali pemilu yang diadakan pada 23 November.

     
  • Orang-orang berjalan di bawah tiang lampu yang berubah menjadi payung kuning di dekat wilayah utama lokasi protes di distrik pemerintahan di Hong Kong. Para pengunjuk rasa pro-demokrasi berada di persimpangan dengan berkurangnya dukungan publik setelah hampir dua bulan terjadi kerusuhan di jalan.

     
  • Lentera-lentera minyak yang dipersembahkan oleh warga tampak menerangi Sungai Bagmati dan mengalir melalui Kuil Pashupatinath, dalam festival Bala Caturdasi, di Kathmandu, Nepal. Festival ini dirayakan dengan menyalakan lentera dan menaburkan tujuh jenis biji-bijian yang dikenal sebagai 'sat biu' sebagai penghormatan terhadap para leluhur.

     
  • Orang-orang bersepeda sepanjang jalan dalam tur bersepeda untuk mempromosikan sepeda sebagai sarana transportasi yang ramah lingkungan, di Damaskus, Suriah.
  • Seorang pengunjung terlihat melalui dekorasi Natal saat ia mengambil foto menggunakan telepon genggamnya di sebuah pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur, Malaysia. Semangat Natal sangat terasa di Malaysia, negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, di mana pusat perbelanjaan memasang dekorasi untuk membantu meningkatkan penjualan akhir tahun.

     
  • Kabut tebal menggantung di atas pelabuhan Husum, Jerman Utara. Perkiraan cuaca meramalkan turunnya hujan di hari-hari mendatang.

     
  • Nelayan Estelito Marijuan, 58 tahun, mengatur ikan-ikan kering di Teluk Manila, Filipina. Hari Perikanan Sedunia dirayakan setiap tanggal 21 November dan diperingati untuk memberikan perhatian pada penangkapan ikan secara berlebihan, perusakan habitat dan  ancaman serius lainnya terhadap kelestarian sumber daya laut dan air tawar.

     
  • Dekorasi-dekorasi  Natal diabadikan di depan menara televisi di Berlin, Jerman.

     
  • Foto dari udara pemandangan pantai Vermelha, di Rio de Janeiro, Brasil.

     
Galeri Foto

Galeri Foto 21 November 2014

Video

Video Tantangan Pertahankan Nasionalisme di Tanah Rantau

Kesempatan merantau membuat sebagian warga asal Indonesia tidak ingin lagi kembali ke tanah air. Tapi apakah menetap di luar negeri identik dengan tergerusnya rasa nasionalisme dan cinta tanah air? itulah yang dibahas dalam sebuah diskusi masyarakat Indonesia di Washington DC akhir pekan lalu.
Video

Video Impian Bermain Papan Selancar Terbang Menjadi Kenyataan

Film ‘Back to the Future’ buatan akhir 1980-an banyak menampilkan teknologi masa depan yang ternyata menjadi kenyataan, seperti TV layar datar dan video call. Tetapi satu yang masih ditunggu-tunggu keberadaannya adalah papan seluncur terbang atau hoverboard yang baru-baru ini menjadi kenyataan.
Video

Video Inkubator Tiup Berbiaya Rendah Bisa Selamatkan Banyak Bayi Prematur

Sekitar satu juta bayi di seluruh dunia meninggal setiap tahun karena komplikasi akibat kelahiran prematur. Meski banyak yang bisa diselamatkan dengan inkubator, namun harganya mahal dan kadang tak tersedia di negara berkembang. Seorang mahasiswa Inggris merancang inkubator tiup berbiaya rendah.
 Aktivitas di Facebook

Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda