Selasa, 31 Mei 2016 Waktu: 17:02

    Dunia

    • Para perempuan dan aktivis berpartisipasi dalam acara untuk mendukung gerakan 'One Billion Rising' di Mumbai, India (14/2). (AP/Rafiq Maqbool)
    • Peserta berkumpul di Gerbang Brandenburg dan menari untuk gerakan 'One Billion Rising' di Berlin, Jerman (14/1). (DPA/Rainer Jensen)
    • Para siswa dari St. Scholastica's College, sekolah khusus perempuan, menari dalam kampanye gerakan 'One Billion Rising' di Manila, Filipina (14/2). (AP/Bullit Marquez)
    • Para perempuan di Hyderabad India menyerukan slogan-slogan untuk mendukung kampanye global anti kekerasan terhadap perempuan 'One Billion Rising' (14/2). (AP/Mahesh Kumar A.)
    • Jane Mukuninwa, 25, menari dalam kampanye gerakan anti kekerasan terhadap perempuan 'One Billion Rising' di Bukavu, Kongo (14/2).
    • Gadis-gadis Turki ikut serta dalam kampanye gerakan 'One Billion Rising' di Ankara yang menyerukan pengakhiran kekerasan terhadap perempuan (14/2). (AP/Burhan Ozbilici)
    • Peserta kampanye gerakan 'One Billion Rising' di Lagos, Nigeria (14/2). (AP/Sunday Alamba)
    • Warga Bosnia berpartisipaasi dalam kampanye 'One Billion RIsing' di Sarajevo (14/2). (AP/Amel Emric)
    • Sekelompok perempuan dan laki-laki menari saat mereka berpartisipasi dalam acara yang disebut 'One Billion Rising' di sebuah taman di Sydney, Australia (14/2).

    Tarian Anti Kekerasan di Seluruh Dunia

    Terbitan 14.02.2013

    Perempuan di seluruh dunia berkumpul untuk membawakan tarian protes sebagai bagian dari gerakan "One Billion Rising" untuk meningkatkan kesadaran akan banyaknya perempuan yang menjadi korban kekerasan.


    Lihat Juga

    Uskup Jerman Usulkan Pelajaran tentang Islam di Semua Sekolah Negeri

    Uskup Heinrich Bedford-Strohm mengatakan mengajarkan Islam di sekolah-sekolah akan memberikan murid-murid Muslim kesempatan untuk mengambil pendekatan kritis terhadap agamanya. Selengkapnya

    Stephen Hawking Bingung dengan Popularitas Donald Trump

    “Trump itu penghasut yang kelihatannya menarik orang-orang yang paling tidak pandai," ujar Hawking. Selengkapnya

    Presiden Turki: Keluarga Berencana Bukan untuk Muslim

    Erdogan sebelumnya telah membuat marah kelompok-kelompok perempuan dengan menentukan berapa banyak anak yang harus dimiliki perempuan, dan menentang kesetaraan gender. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda