Senin, 24 Nopember 2014 Waktu UTC: 09:16

Afrika

  • Beberapa naskah Arab kuno yang disimpan di perpustakaan Ahmed Baba Institute in Timbuktu, Mali, yang baru-baru ini dibakar kelompok militan Islamis. (AP/Ben Curtis)
  • Pada foto yang diambil pada 16 Maret 2004 ini, seorang petugas perpustakaan di Ahmed Baba Institute di Timbuktu, Mali, sedang merawat beberapa dari sekitar 20.000 manuskrip Arab kuno dalam ruangan berpendingin. (AP/Ben Curtis)
  • Alhousseini Ould Alfadrou, 16, membaca naskah Arab kuno di Timbuktu, Mali (2004).
  • Para pekerja dekat masjid bersejarah di Timbuktu yang terbuat dari lumpur.
  • Masjid Sankore di Timbuktu yang telah ditetapkan sebagai situs bersejarah oleh UNESCO.
  • Para pemimpin kelompok separatis Tuareg NMLA di depan Masjid Sankore, situs bersejarah UNESCO.
  • Aboubakar Yaro, kepala konservasi Perpustakaan Manuskrip di kota Djenne, Mali, yang diyakini memiliki sedikitnya 10.000 naskah kuno dari abad 14-20. Pustakawan dari Timbuktu mendesak naskah-naskah tersebut disimpan juga dalam bentuk digital terkait kerusakan yang ditimbulkan kelompok militan Islamis atas naskah-naskah tersebut.
  • Aboubakar Yaro, kepala konservasi Perpustakaan Manuskrip di kota Djenne, Mali, yang diyakini memiliki sedikitnya 10.000 naskah kuno dari abad 14-20. Pustakawan dari Timbuktu mendesak naskah-naskah tersebut disimpan juga dalam bentuk digital terkait kerusakan yang ditimbulkan kelompok militan Islamis atas naskah-naskah tersebut.

Manuskrip dan Masjid Bersejarah di Timbuktu

Terbitan 29.01.2013

Kota Timbuktu di Mali memiliki masjid bersejarah dan perpustakaan yang menyimpan ribuan manuskrip Arab kuno. Kelompok militan Islamis membakar perpustakaan tersebut pada Senin (28/1), namun tingkat kerusakan belum diketahui.


Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda