Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 07:24

Berita / AS / Pemilu AS

Live Blog: Malam Penghitungan Suara Pilpres AS

Malam puncak pemilu AS telah tiba. Reporter VOA Ade Astuti melaporkan dari markas kubu Presiden Obama di Chicago dan Retno Lestari dari markas Mitt Romney di Boston.

06.11.2012

Presiden Obama dipeluk oleh seorang pendukungnya saat ia mengunjungi sebuah TPS di Chicago, Selasa pagi (6/11).
Presiden Obama dipeluk oleh seorang pendukungnya saat ia mengunjungi sebuah TPS di Chicago, Selasa pagi (6/11).

Posts order:
Teruskan:
This is the blog post from Chicago
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Teruskan:
Presiden Obama tampil menyampaikan pidatonya lewat dari tengah malam waktu setempat. Para pendukung dan relawannya menyambut dengan seruan "four more years, four more years." Tampil bersama ibu negara Michelle Obama, dan kedua putrinya, Sasha dan Malia, Obama pertama-tama mengucapkan terima kasihnya kepada warga Amerika atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk memimpin selama empat tahun lagi. "The best is yet to come," demikian ucap Obama, sekali lagi menekankan bahwa perubahan yang ia janjikan masih akan memakan waktu agar bisa terwujud.

Kegembiraan terpancar dari para pendukung yang berada di markas Obama untuk malam ini di Chicago. Tapi bila dibandingkan dengan empat tahun lalu, atmosfirnya jauh berbeda. Pada pemilu 2008, sekitar 200.000 warga berkumpul di Grant Park dan dengan gegap gempita menyambut kemenangan Presiden Obama sebagai presiden Amerika pertama yang adalah keturunan Afrika. Tahun ini, jumlah yang berkumpul di dalam gedung McCormick Place jauh lebih sedikit. Walaupun begitu, tak pelak lagi mood perayaan tetap terasa di tempat ini.

Teruskan:

Empat tahun lalu saya berada di Chicago ini untuk melaporkan terpilihnya Obama sebagai presiden Amerika ke-44 dan kini sejarah kembali berulang bagi Obama.

Obama menang di negara-negara bagian kunci yang diperebutkan secara sengit, yaitu Ohio, Wisconsin, Iowa dan Pennsylvania. Di luar itu, tidak ada kejutan, dengan Romney memenangkan negara-negara bagian basis partai Republik dan Obama sebaliknya.

Adapun hasil final perolehan suara masih harus ditunggu, karena TPS di negara bagian Alaska misalnya, masih hingga sekarang masih dibuka.

Sekarang para pendukungnya di sini menunggu kemunculan the man of the hour Presiden Obama utk tampil memberikan pidatonya. Namun bagaimanapun jalan ke depan bagi Obama tidak mudah. Banyak permasalahan penting yang harus ia hadapi segera, seperti masalah perekonomian, lapangan kerja, jurang fiskal dsb. Ini terutama tidak mudah dengan lembaga legislatif didominasi oleh partai lawan, partai Republik.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Teruskan:
Hingga menjelang detik-detik akhir Mitt Romney dan Paul Ryan masih melakukan kampanye ke Cleveland negara bagian Ohio dan Pittsburgh, Pennsylvania. Kedua swingstates atau negara yang tidak menjadi kantung Demokrat atau Republik, ini sangat penting karena mempunyai suara elektoral yang cukup besar. Pennsylvania yang mempunyai 20 suara elektoral diperkirakan akan direbut Obama, namun Romney yakin dengan usaha terakhirnya, suara pensyvania bisa menjadi miliknya. Sementara Ohio selalu disebut-sebut sebagai negara penentu bagi kedua kandidat. Karena dalam sejarahnya pemenang pilpres selalu memenagkan Ohio.

Kubu Romney optimis dalam beberapa waktu terakhir ini sangat optimis merebut swingstates yang dimenangkan Bush tetapi diambil Obama pada pemilu empat tahun lalu yakni Florida, North Carolina dan Virginia. Virginia adalah swingstate pertama yang bisa diketahui hasil perhitungan pemilunya mulai pukul 6:00 waktu Amerika Timur. Jika Romney merebut Virginia, maka jalannya ke Gedung Putih akan terbuka lebar.

Sistem Pemilu di Amerika ini memang berbeda dengan di Indonesia. Jika di Indonesia berlaku satu orang satu suara maka di AS, meskipun pemilih memilih Obama atau Romney, namun suaranya akan dibawa ke lembaga yang bernama electoral college yang jumlahnya 538 orang. Dan suaranya dialokasikan ke 50 negara bagian berdasakan jumlah populasi penduduk. 48 negara bagian menggunakan sistem "winner takes all," sementara hanya dua negara bagian lainnya, Maine dan Nebraska menggunakan sistem proporsional.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Teruskan:
Suasana di markas Obama di Chicago ini belum terlalu marak. Diperkirakan baru beberapa jam lagi Presiden Obama akan datang untuk memberikan pidatonya, yang bisa jadi pidato kemenangan atau kekalahan. Sebelumnya, Obama mengalami malam yang emosional tadi malam, di mana Obama mengantarkan pidato kampanye terakhir dalam karir politiknya. Ia sempat meneteskan air mata saat mengucapkan terima kasih kepada para pendukungnya di sana. Perjalanan Obama ke kursi presiden di tahun 2008 memang dimulai saat ia memenangkan Kaukus di Iowa yang kemudian menggulirkan nominasinya sebagai presiden. 


 
Tapi hari ini, Obama menghabiskan harinya dengan bersantai, tidak berkampanye seperti halnya Mitt Romney dan Paul Ryan yang masih berkeliling ke beberapa negara bagian kunci. Ia terlihat bercakap-cakap dengan para sukarelawan di berbagai TPS. Dan siang tadi, ia melangsungkan tradisi yang juga dilakukannya empat tahun lalu sebelum pemilu, yaitu bermain basket bersama-sama teman-teman baiknya. 

Obama sendiri sudah memilih lebih dahulu beberapa minggu lalu pada tanggal 25 Oktober. Ini merupakan salah satu upayanya untuk mendorong para pendukungnya untuk memilih dini, yang terbukti cukup sukses, karena tingkat pemilihan dini lebih tinggi tahun ini dibanding empat tahun lalu.

Apakah Obama akan memenangkan periode keduanya? Hasil finalnya masih baru akan diketahui setidaknya beberapa jam lagi. Untuk perkembangan hasil per negara bagian, bisa dilihat di beranda website kami, VOA Indonesia.
 
 
 
 
 
 
 
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
 Aktivitas di Facebook