Jumat, 01 Agustus 2014 Waktu UTC: 09:49

Berita / Gaya Hidup / Kesehatan

WHO: Jumlah Dana Pemberantasan Malaria Jauh dari yang Diharapkan

Pendanaan untuk program pemberantasan malaria dan penyediaan pengobatan universal bagi penyakit yang diakibatkan gigitan naymuk tidak berhasil mencapai tujuan internasional, menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO).

Tahun 2011 donor internasional menyediakan 2,3 miliar dolar untuk memberantas malaria –kurang dari yang dibutuhkan WHO sebesar 5,1 miliar dolar setahun (Foto: dok).
Tahun 2011 donor internasional menyediakan 2,3 miliar dolar untuk memberantas malaria –kurang dari yang dibutuhkan WHO sebesar 5,1 miliar dolar setahun (Foto: dok).
Henry Ridgewell
— Ami Diabate membawa ketiga anaknya ke klinik desa untuk mendapat obat anti-malaria terbaru.
 
Badan bantuan Médecins Sans Frontières atau “Dokter Tanpa Batas” melancarkan program percontohan di seluruh Mali. Hasilnya menggembirakan – 65 persen penurunan penularan seminggu setelah pembagian obat itu.
 
Diabate mengatakan ia segera melihat kondisi ketiga anaknya membaik. Karena anak-anaknya yang biasa deman, suhu badan mereka tidak naik lagi sejak diberi obat itu.
 
Malaria diperkirakan membunuh 660.000 orang setiap tahun. Dalam satu dekade terakhir, kemajuan dalam pencegahan dan pengobatan telah mengurangi tingkat kematian sebesar 30 persen.
 
Namun WHO memperingatkan, tingkat pendanaan dalam dua tahun terakhir melambat – berdampak buruk bagi kemajuan itu.
 
Simon Wright, kepala kelangsungan hidup anak pada badan bantuan “Save the Children”, mengatakan, “Krisis keuangan berarti banyak pemerintah mengurangi anggaran bantuan mereka. Jadi kami tidak melihat adanya peningkatan bantuan. Faktor lainnya, mungkin karena negara-negara donor mengubah prioritas mereka.”
 
Tahun 2011 donor internasional menyediakan 2,3 miliar dolar untuk memberantas malaria –kurang dari yang dibutuhkan WHO sebesar 5,1 miliar dolar setahun.
 
Uang itu digunakan untuk perlengkapan sederhana, kata Profesor Sir Brian Greenwood dari London School of Hygiene and Tropical Medicine. “Salah satunya adalah kelambu yang sudah digunakan sejak ratusan tahun. Namun, ada kemajuan yang relatif baru yaitu bahan kelambu itu sudah mengandung insektisida,” paparnya.
 
Jumlah kelambu dengan insektisida yang dikirim ke Sub-Sahara Afrika turun dari 145 juta tahun 2010 menjadi 66 juta tahun 2012. Program penyemprotan dalam rumah juga berkurang.
 
Profesor Greenwood mengatakan kekhawatiran terbesar adalah semakin kebalnya parasit malaria terhadap obat terbaru yang dikenal sebagai artemisinin.
 
Sebelum vaksin malaria yang efektif dikembangkan dan tersedia secara global, para peneliti mengatakan sangat penting negara-negara donor terus mendanai program pencegahan dan pengobatan yang telah membuat kemajuan sampai saat ini.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook