Jumat, 22 Agustus 2014 Waktu UTC: 15:43

Berita / Dunia / Timur Tengah

Warga Palestina Tuntut Israel Bebaskan Ribuan Tahanan

Gelombang protes semakin kuat di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel, atas isu ribuan warga Palestina yang ditahan oleh Israel.

Para demonstran Palestina melempar batu ke arah pos tentara Israel dan membakar ban-ban dalam aksi protes di luar penjara Israel di Tepi Barat (19/2).
Para demonstran Palestina melempar batu ke arah pos tentara Israel dan membakar ban-ban dalam aksi protes di luar penjara Israel di Tepi Barat (19/2).
Robert Berger
Ratusan warga Palestina mengadakan aksi protes di Tepi Barat untuk menuntut pembebasan empat tahanan yang melakukan mogok makan. Aksi mogok makan itu menyoroti nasib sekitar 4.500 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Para pengunjuk rasa bersumpah untuk membela “jiwa dan raga” para tahanan. Ketika mereka hendak berpawai ke sebuah penjara Israel, mereka dihentikan oleh tentara.

Warga Palestina membakar ban dan melemparkan batu ke tentara Israel, yang menanggapinya dengan gas air mata dan peluru karet.

Israel menahan warga Palestina di penjara karena berbagai tuduhan mulai dari menyerang dengan batu dan serangan militan mematikan.

Protes-protes terjadi selama seminggu terakhir di tengah berbagai laporan bahwa kesehatan para pemogok makan memburuk. Warga Palestina memperingatkan bahwa jika ada tahanan yang tewas, itu akan memicu letusan kekerasan.

"Akan ada respon yang keras," kata seorang pemuda pengunjuk rasa di televisi Israel. Dia mengatakan ada banyak cara untuk menanggapinya, termasuk serangan bersenjata terhadap Israel.

Kerusuhan yang semakin berkembang itu membuat Israel khawatir akan terjadinya pemberontakan Palestina ketiga setelah lama tenang. Danny Yatom adalah mantan jenderal yang memimpin pasukan Israel di Tepi Barat.

Yatom memberitahu Radio Israel bahwa warga Palestina tidak berdaya karena pembicaraan damai telah dibekukan selama empat tahun dan belum terlihat adanya akhir dari pendudukan.

Tapi kalangan moderat Israel mendapat keuntungan dari pemilu nasional bulan Januari, dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan menghidupkan kembali perundingan dengan Palestina akan menjadi prioritas pemerintahan barunya.

Presiden Amerika Barack Obama berharap bisa mendorong proses perdamaian itu dalam rencana kunjungannya ke Israel dan Palestina bulan depan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook