Senin, 20 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 21:03

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Warga Korsel Nyalakan Lampu Natal Dekat Perbatasan Korut

Warga Korea Selatan telah menyalakan lampu-lampu berbentuk Pohon Natal dekat perbatasan dengan Korea Utara yang tegang, Minggu (23/12).

Pohon Natal dari baja berhias 30.000 lampu telah dinyalakan di Gimpo, Korea Selatan (22/12). Penyalaan lampu Natal yang baru pertama kalinya dalam dua tahun ini, hanya sepuluh hari pasca peluncuran roket Korut.
Pohon Natal dari baja berhias 30.000 lampu telah dinyalakan di Gimpo, Korea Selatan (22/12). Penyalaan lampu Natal yang baru pertama kalinya dalam dua tahun ini, hanya sepuluh hari pasca peluncuran roket Korut.
UKURAN HURUF - +
Ini merupakan yang pertama kalinya dalam dua tahun menyusul peluncuran roket Korea Utara.

Kementerian Pertahanan Seoul Minggu mengatakan fihaknya mengijinkan kelompok-kelompok Kristen menyalakan menara baja besar itu pada Sabtu dan akan tetap menyala sampai 2 Januari.

Pyongyang menganggap menara itu sebagai bagian dari perang propaganda, meskipun sejauh ini fihak utara belum menanggapi hal itu.

Acara penyalaan lampu ini berlangsung sepuluh hari setelah Korea Utara menempatkan sebuah satelit di orbit yang diangkut oleh sebuah roket jarak jauh. Korea Selatan dan Amerika mengatakan peluncuran itu merupakan uji terhadap teknologi misil yang dilarang.

Pohon itu tidak dinyalakan tahun lalu setelah pejabat minta warga Kristen agar tidak melakukan hal itu guna menghindari ketegangan menyusul kematian pemimpin Korea Utara Kim Jong Il Desember tahun lalu.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA 21 Mei 2013

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya