Jumat, 31 Oktober 2014 Waktu UTC: 09:51

Berita / Dunia / Afrika

Warga dan Polisi Tunisia Bentrok pada Acara Pemakaman Pemimpin Oposisi

Bentrokan antara polisi dan demonstran merebak di Tunis sewaktu pemakaman seorang tokoh oposisi sekuler yang tewas akibat dibunuh.

Warga Tunisia melampiaskan kemarahan dalam dalam prosesi pemakaman Chokri Belaid, tokoh oposisi yang ditembak mati pekan ini (8/2).
Warga Tunisia melampiaskan kemarahan dalam dalam prosesi pemakaman Chokri Belaid, tokoh oposisi yang ditembak mati pekan ini (8/2).
Puluhan ribu warga yang berkabung memenuhi jalan-jalan di ibukota Tunisia itu hari Jumat dalam prosesi pemakaman Chokri Belaid, yang ditembak mati pekan ini selagi ia meninggalkan rumahnya di Tunis.

Wartawan VOA di Tunis mengatakan, polisi juga menggunakan gas air mata di kuburan untuk membuka jalan bagi pemakaman itu.

Para pelayat memanjat dinding-dinding dan batu nisan di tengah hujan dan angin untuk melihat sekilas truk militer yang membawa peti jenazah Belaid. Para saksi mata mengatakan, sebagian pemrotes melempari batu ke polisi.

Banyak pelayat meneriakkan slogan-slogan anti-Islam, dan sebagian memegang spanduk-spanduk yang mengutuk Rachid Ghannouchi, pemimpin partai Islam Ennahda yang berkuasa, sebagai pembunuh.

Keluarga Belaid menuduh partai berkuasa itu terlibat dalam pembunuhan, sebuah tuduhan yang disangkal oleh partai yang berkuasa itu. Departemen Dalam Negeri Tunisia hari Jumat mengatakan, 132 orang ditangkap.

Jumat malam, Perdana Menteri Hamadi Jebali mengulangi pernyataannya untuk mengganti pemerintahan yang sekarang dengan sebuah kabinet berisi pakar-pakar yang non-politisi, suatu tindakan yang  disambut baik pihak oposisi.

Tapi, wakil Jebali di partai Ennahda secara terbuka telah menolak rencana itu. Penolakan itu menandai adanya perpecahan di dalam partai tersebut.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook