Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 04:45

Berita / Dunia / Amerika Lainnya

Venezuela Turunkan Nilai Mata Uang

Venezuela mengumumkan menurunkan nilai mata uangnya atau melakukan devaluasi, dengan harapan meningkatkan pertumbuhan ekonomi negaranya.

Warga Venezuela menarik uang tunai dari mesin ATM di Caracas, Venezuela (8/2). Pemerintah Venezuela mengumumkan devaluasi (penurunan nilai) mata uang bolivar terhadap dolar menjadi enam koma 30 bolivar untuk satu dolar, yang mulai berlaku hari Rabu pekan mendatang.
Warga Venezuela menarik uang tunai dari mesin ATM di Caracas, Venezuela (8/2). Pemerintah Venezuela mengumumkan devaluasi (penurunan nilai) mata uang bolivar terhadap dolar menjadi enam koma 30 bolivar untuk satu dolar, yang mulai berlaku hari Rabu pekan mendatang.
UKURAN HURUF - +
Mulai Rabu depan, nilai tukar mata uang itu berubah dari empat koma 30 bolivar untuk satu dolar, menjadi enam koma 30  bolivar untuk satu dolar.

Pemerintah Venezuela melakukan kontrol ketat terhadap nilai tukar mata uangnya, untuk membatasi tersedianya dolar dan mencegah naiknya mata uang.

Tapi kekurangan dolar telah menyebabkan pertukaran mata uang di pasar gelap berkembang pesat. Hal itu juga menaikkan harga impor, memicu kurangnya suplai barang-barang kebutuhan pokok.

Menurunnya mata uang bolivar diperkirakan akan membuat ekspor Venezuela lebih murah di pasar-pasar dunia.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya