Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 15:15

Berita / Gaya Hidup / Religi

Vatikan Mungkin Lakukan Pemilihan Paus Baru Lebih Awal

Paus Benediktus mungkin mengeluarkan sebuah dekrit, mendesak dimulainya lebih awal konklaf para kardinal untuk memilih penggantinya.

Paus Benediktus XVI kemungkinan akan menyetujui dimulainya lebih awal konklaf para kardinal untuk memilih Paus baru.
Paus Benediktus XVI kemungkinan akan menyetujui dimulainya lebih awal konklaf para kardinal untuk memilih Paus baru.
UKURAN HURUF - +
Seorang juru bicara Vatikan mengatakan Paus Benediktus sedang mempertimbangkan kemungkinan mengadakan perubahan atas undang-undang tersebut sebelum ia mengundurkan diri 28 Februari.

Berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh pendahulu Paus Benediktus – Paus John Paul II – konklaf harus dimulai antara 15 dan 20 hari setelah jabatan paus kosong, yang berarti paling cepat dimulai tanggal 15 Maret.

Pihak gereja berwenang mengatakan mereka membutuhkan paus baru untuk Pekan Suci, yang dimulai Minggu Palem tanggal 24 Maret dan mencapai puncaknya pada Paskah tanggal 31 Maret.

Aturan saat ini memungkinkan para kardinal untuk melakukan perjalanan ke Roma pasca meninggalnya seorang paus, tetapi seorang juru bicara Vatikan mengatakan para kardinal tahu tanggal pasti pengunduran diri Paus Benediktus, sehingga mereka bisa merencanakan untuk tiba di Roma lebih awal.

Sejumlah 117 kardinal Katholik akan mengikuti konklaf yang diselenggarakan di kapel sistina.

Paus Benediktus awal bulan ini mengumumkan pengunduran dirinya karena alasan kesehatan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya