Selasa, 16 September 2014 Waktu UTC: 04:53

Berita / Dunia / Timur Tengah

Utusan Perdamaian PBB dan Rusia Desak Solusi Damai di Suriah

Menlu Rusia Sergei Lavrov telah mengimbau utusan perdamaian PBB untuk menyelesaikan perang sipil Suriah melalui dialog nasional yang didukung pemerintah dan proses politik.

Menteri Luar Negeri Suriah, Sergey Lavrov (Foto: dok).
Menteri Luar Negeri Suriah, Sergey Lavrov (Foto: dok).
Michael Lipin
Kementerian luar negeri Rusia mengutip Lavrov saat berbicara kepada seorang diplomat Suriah, bahwa tidak ada pilihan untuk solusi damai atas konflik tersebut. Dikatakan dia membuat komentar itu hari Kamis (27/12), dalam pembicaraan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Makdad.
 
Dalam pernyataan terpisah untuk kantor berita Rusia Interfax, Lavrov memperingatkan akan adanya "bencana berdarah" jika perang sipil Suriah meningkat. Dia mengatakan, kesempatan untuk membentuk pemerintahan transisi semakin kecil namun masih ada. Rusia adalah sekutu lama Presiden Suriah Bashar al-Assad.
 
Sebelumnya pada hari itu, utusan perdamaian PBB Lakhdar Brahimi mengatakan setiap pemerintahan peralihan Suriah harus mewakili apa yang ia sebut "perubahan nyata" dan memiliki kekuatan penuh untuk memimpin negara tersebut menuju pemilu yang baru.
 
Lavrov mengatakan solusi harus melibatkan dialog yang luas antar-Suriah dan proses politik yang didasarkan pada rencana aksi yang dibuat di Jenewa yang mendapat persetujuan internasional pada bulan Juni. Kementerian luar negeri Rusia mengatakan Makdad menghargai posisi Rusia.
 
Seorang juru bicara Koalisi Nasional Suriah mengatakan kelompok oposisi utama di pengasingan bersedia menerima solusi apapun yang mengecualikan Assad dan para pembantunya.
 
Berbicara di sebuah konferensi pers di Istanbul, Walid al-Buni mengatakan tangan pimpinan Suriah 'berdarah' dan harus meninggalkan negara itu. Barat dan negara-negara Arab sekutu Barat mendukung tuntutan oposisi agar Assad mundur dari jabatannya.
 
Rencana Jenewa menyerukan pembentukan pemerintahan peralihan tapi tidak secara tegas melarang Assad menjadi bagian dari proses itu.
 
Brahimi berbicara di Damaskus setelah beberapa hari pembicaraan dengan para pejabat Suriah dan para kelompok oposisi di dalam negeri Suriah. Brahimi tidak mengatakan apakah Assad harus menjadi bagian dari "perubahan nyata" itu.
 
Selain itu, Brahimi juga mengatakan masa peralihan di Suriah tidak boleh menyebabkan hancurnya Suriah atau institusi-institusi kenegaraan yang ada. Diplomat Aljazair itu dijadualkan akan berkunjung ke Moskow hari Sabtu untuk mendapatkan dukungan Rusia atas idenya itu.
 
Brahimi juga membantah laporan yang menyatakan Rusia dan Amerika telah menyetujui rencana perdamaian Suriah.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook