Sabtu, 20 Desember 2014 Waktu: 22:05

Berita / Gaya Hidup / Pendidikan

Universitas Virginia Sambut Kunjungan Menlu AS

Kota kecil di Virginia yang terkenal secara internasional, Charlottsville, siap menyambut kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika yang baru, John Kerry.

Menteri Luar Negeri John Kerry saat menyampaikan pidato pertama mengenai politik luar negeri Amerikag di Old Cabel Hall di Universitas Virginia di kota Charlottesville, Virginia (foto, 20/2/2013).
Menteri Luar Negeri John Kerry saat menyampaikan pidato pertama mengenai politik luar negeri Amerikag di Old Cabel Hall di Universitas Virginia di kota Charlottesville, Virginia (foto, 20/2/2013).
Carolyn Presutti
Sebuah kelompok tari internasional berlatih di ruang belakang sebuah warung kopi di Charlottsville, kota yang bangga akan kecanggihan dan sejarahnya sendiri. Tarian-tarian itu berasal dari negara-negara seperti Rusia dan Turki, negara-negara yang mungkin akan dikunjungi Menteri Luar Negeri John Kerry.

Sue Chase, penari dan anggota Perkumpulan Penari Rakyat Internasional Charlottsville, mengatakan, mereka menjangkau negara-negara lain melalui tarian-tarian mereka. “Kami melihatnya sebagai suatu proses perdamaian untuk meningkatkan perdamaian dunia dan perdamaian antar  negara dan budaya. Saya hanya berharap semoga John Kerry melihat dunia seperti itu pula,” ujarnya.
 
Menteri Kerry berpidato di seberang jalan dari kedai kopi C’ville di  Universitas of Virginia.
 
Petugas-petugas yang merawat kampus bersusah-payah memindahkan kursi-kursi untuk membuka jalan bagi kamera-kamera TV. Tempat duduk itu belum pernah dipindah selama hampir 20 tahun, tetapi sejarah universitas itu dimulai jauh sebelumnya. Universitas itu dibentuk dan didirikan awal tahun 1800-an oleh presiden ketiga dan penulis naskah kemerdekaan Amerika, Thomas Jefferson.
 
Patung-patung Thomas Jefferson terdapat di seluruh universitas yang kini mempunyai 21.000 mahasiswa.
 
Connor Smith adalah mahasiswa tingkat pertama yang berencana menghadiri pidato John Kerry. "Pengalaman yang menyenangkan setelah saya menginjak usia 18 tahun, dan ikut memberi suara dalam pemilu pertama saya, dan bisa lebih terlibat dalam politik, serta belajar lebih banyak tentang kebijakan politik luar negeri,” paparnya.
 
Kerry berbicara tentang keuntungan apa yang akan diperoleh Amerika kalau melakukan investasi dalam kebijakan luar negeri.
 
 Jeff Legro yang menangani isu global di universitas itu mengatakan,
"Saya pikir, yang ingin dia katakan adalah, “Kami melakukan hal-hal penting. Melakukan investasi dalam pekerjaan yang kami lakukan membantu penciptaan lapangan pekerjaan di sini, menghindarkan kita  dari situasi yang bermasalah pada masa depan.
 
Dewan Mahasiswa Global universitas itu mendiskusikan tentang pidato Kerry.
 
Paula Anne, salah seorang mahasiswa, mengatakan, "Saya berpendapat, pidato itu pasti sangat penting bagi kita semua, mengingat tugas-tugas kuliah, khususnya untuk menulis makalah dan menerapkan apa yang kita pahami dan pelajari dari Kerry.”
 
Petikan pelajaran dari peristiwa bersejarah langsung semacam ini, akan menggema ke seluruh ruang kuliah di kampus ini.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook