Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 10:32

Berita / Dunia / Afrika

Uni Eropa Ringankan Sanksi atas Zimbabwe

Uni Eropa mengatakan kelompok itu meringankan sanksi terhadap Zimbabwe sebagai imbalan atas reformasi politik yang berlangsung di negara itu.

Uni Eropa pertama kali memberlakukan sanksi terhadap Zimbabwe tahun 2002 dalam menanggapi tuduhan pelanggaran HAM oleh Presiden Mugabe (foto: dok.).
Uni Eropa pertama kali memberlakukan sanksi terhadap Zimbabwe tahun 2002 dalam menanggapi tuduhan pelanggaran HAM oleh Presiden Mugabe (foto: dok.).
UKURAN HURUF - +
Para pejabat Uni Eropa hari Senin mengatakan mereka mencabut larangan perjalanan terhadap enam anggota pemerintah dan tidak lagi memberlakukan pembekuan aset 21 warga Zimbabwe.

Duta besar Uni Eropa untuk Zimbabwe, Aldo Dell'Aricia, mengatakan keringanan sanksi itu diberlakukan setelah dirancangnya konstitusi baru yang diusulkan bagi Zimbabwe. Negara itu dijadwalkan akan mengadakan referendum bagi dokumen tersebut bulan depan dan menyelenggarakan pemilu bulan Juli.

Uni Eropa pertama kali memberlakukan sanksi terhadap warga Zimbabwe secara individu tahun 2002 dalam menanggapi tuduhan pelanggaran HAM oleh Presiden Mugabe.

Dell'Aricia mengatakan setelah pemilu itu, Brussels akan meninjau kembali larangan perjalanan dan pembekuan aset yang masih diberlakukan terhadap Presiden Mugabe dan puluhan rekan-rekannya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Diaspora Indonesia Selamat dari Tornado - Liputan Berita VOA

Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya