Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 00:46

Berita / AS

Uji Coba Vaksin Demam Berdarah Dengue Singkirkan Hambatan Awal

Vaksin demam berdarah dengue yang diuji coba pada sekelompok orang di Amerika memperlihatkan hasil yang menjanjikan melawan virus penyebab penyakit tersebut.

Pasien penyakit demam dengue yang dirawat di rumah sakit Quirino di Quezon City, Filipina. (Foto: Dok)
Pasien penyakit demam dengue yang dirawat di rumah sakit Quirino di Quezon City, Filipina. (Foto: Dok)
UKURAN HURUF - +
Jessica Berman
Uji coba vaksin demam berdarah dengue pada manusia baru saja selesai, dan senyawa eksperimental tersebut terlihat menjanjikan dalam menawarkan perlindungan terhadap penyakit kompleks yang dibawa nyamuk dan menjangkiti jutaan orang di wilayah tropis dan sub-tropis tersebut.

Demam dengue, disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi, disebabkan oleh empat virus yang berbeda namun berhubungan, membuat pengembangan vaksin sulit dilakukan, menurut Anthony Fauci, direktur Lembaga Nasional untuk Penyakit Alergi dan Infeksi di Amerika Serikat.

“Masalah dengan vaksin dengue adalah tidak seperti virus lainnya dimana jika terinfeksi atau divaksinasi maka Anda akan terlindungi, lalu selesai dan sembuh. Dengue melibatkan empat jenis virus, dan diperlukan vaksin untuk melindungi Anda dari keempat virus tersebut sebab jika hanya terlindungi dari satu atau dua virus, Anda masih rentan terhadap virus lainnya,” ujar Fauci.

Uji coba yang didanai pemerintah Amerika tersebut berskala kecil, melibatkan 112 pria dan perempuan sehat berusia antara 18 dan 50. Tujuannya adalah untuk melihat apakah vaksin eksperimental tersebut, dibuat dari virus hidup yang telah dilemahkan, aman dan menstimulasi respon antibodi melawan semua tipe dengue.

Para peneliti di Johns Hopkins School of Public Health di Baltimore, Maryland merumuskan empat versi berbeda dari vaksin kombinasi tersebut, dan menguji sebuah vaksin terpisah pada empat kelompok beranggotakan 20 peserta penelitian. Semua vaksin tersebut memproduksi respon antibodi. Namun satu senyawa eksperimental, disebut TV003, merangsang respon imunitas melawan empat virus dengue dalam 45 persen peserta. Dan sebuah respon imunitas atas tiga virus terlihat pada 90 persen peserta. Kombinasi vaksin tersebut aman, hanya mengakibatkan gatal-gatal ringan pada sekitar 60 persen peserta, menurut Fauci.

“Saya optimis kita akan memiliki vaksin setelah satu periode waktu. Tapi ini baru fase-fase yang sangat awal, baru Fase 1 uji coba,” ujar Fauci.

Vaksin dengue eksperimental akan mengalami pengujian keselamatan dan efektivitas dalam uji Fase 2 dan Fase 3, dengan para peneliti melihat bagaimana ia dapat menciptakan respon imunitas melawan keempat virus dengue di Brazil dan Thailand, di mana penyakit tersebut endemik.

Demam dengue, juga dikenal sebagai demam tulang patah, menginfeksi sekitar 50 juta sampai 100 juta orang di negara-negara berkembang setiap tahun. Para ahli mengatakan bahwa vaksin dapat berbiaya kurang dari US$1 per dosis untuk diproduksi, membuatnya dapat diakses oleh negara-negara berkembang yang paling terdampak oleh penyakit tersebut.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA 22 Mei 2013

Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya