Minggu, 20 April 2014 Waktu UTC: 01:27

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Uji Coba Nuklir Korut Cairkan Hubungan Korsel-Jepang

Uji coba nuklir terbaru Korea Utara tampaknya telah mencairkan, setidaknya untuk sementara, hubungan yang beku antara Korea Selatan dan Jepang.

Kunjungan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak ke pulau Dokdo atau Takeshima memicu kemarahan Jepang (foto: dok). Hubungan kedua negara kembali mencair setelah uji coba nuklir Korut.
Kunjungan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak ke pulau Dokdo atau Takeshima memicu kemarahan Jepang (foto: dok). Hubungan kedua negara kembali mencair setelah uji coba nuklir Korut.
UKURAN HURUF - +
Steve Herman
— Para pemimpin Jepang dan Korea Selatan berjanji akan bekerjasama untuk menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Korea Utara sehari setelah Korea Utara menyatakan telah melakukan uji coba ketiga senjata nuklirnya.

Perdana Menteri Jepang dan Presiden Korea Selatan mengadakan percakapan telepon pertama sejak Shinzo Abe kembali berkuasa di Tokyo pada akhir Desember.

Para pejabat Jepang mengatakan Shinzo Abe dan Presiden Lee Myung-bak berbicara selama 20 menit hari Rabu dan juga sepakat untuk berkoordinasi secara erat dengan Amerika dalam berurusan dengan Korea Utara.

Di Seoul, Presiden Lee akan digantikan oleh Presiden terpilih Park Geun-hye pada tanggal 25 Februari mendatang.

Hubungan antara Jepang dan Korea Selatan selama ini dingin karena adanya sengketa yang belum terselesaikan atas sebuah pulau, yang dikenal sebagai Dokdo dalam bahasa Korea dan Takeshima dalam bahasa Jepang, yang dikuasai oleh Korea Selatan sejak awal 1950-an tetapi juga diklaim oleh Jepang.

Berbicara dalam pertemuan komite parlemen, Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida mengakui adanya keprihatinan tentang kemungkinan uji coba nuklir lainnya oleh Korea Utara dalam waktu dekat ini.

Fumio Kishida mengatakan Jepang berusaha sebaik mungkin untuk mengumpulkan informasi tentang apakah Korea Utara mempersiapkan ujicoba lain dan dengan seksama mengamati pergerakan di negara tertutup itu.

Kishida menambahkan untuk mencegah Korea Utara melakukan provokasi lebih lanjut, penting bagi Jepang untuk bekerjasama dengan Tiongkok.

Tiongkok, yang merupakan satu-satunya sekutu penting Korea Utara dan pemegang hak veto di Dewan Keamanan PBB, diharapkan mengizinkan diberlakukannya sanksi lebih keras terhadap Korea Utara menyusul ujicoba nuklir Selasa lalu.

Tiongkok telah bergabung dengan negara-negara lain yang meminta dengan keras agar Korea Utara tidak lagi melakukan ujicoba nuklir.

Resolusi Dewan Keamanan PBB yang sekarang berlaku melarang negara terisolasi dan miskin itu melakukan ujicoba nuklir atau rudal.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook