Rabu, 22 Oktober 2014 Waktu UTC: 12:12

Berita / Iptek / Teknologi

Twitter Terkena Serangan Peretas Pekan Ini

Perusahaan Twitter mengatakan, mereka diretas dalam sebuah serangan peretas canggih yang mengungkap password dan informasi lain milik 250 ribu penggunanya pekan ini.

Sebuah foto ilustrasi menampilkan logo situs Twitter pada layar Ipad di Bordeaux, barat daya Perancis, 30 Januari 2013. (REUTERS/Regis Duvignau). Sekurangnya 250 ribu pengguna Twitter dikabarkan terkena serangan cyber pekan ini.
Sebuah foto ilustrasi menampilkan logo situs Twitter pada layar Ipad di Bordeaux, barat daya Perancis, 30 Januari 2013. (REUTERS/Regis Duvignau). Sekurangnya 250 ribu pengguna Twitter dikabarkan terkena serangan cyber pekan ini.
Raksasa media sosial Twitter mengatakan, mereka diretas pekan ini, dalam serangan dunia maya yang canggih yang membongkar kata-kata kunci dan informasi lain milik sekitar 250 ribu penggunanya.

Dalam blognya hari Jumat, Twitter mengatakan, mereka mendeteksi adanya usaha memperoleh akses ke penggunanya. Direktur Keamanan Informasi situs tersebut, Bob Lord, mengatakan karyawan Twitter mendapati satu serangan sedang terjadi dan menghentikan serangan itu beberapa saat kemudian.

Twitter mengatakan telah mengubah kata-kata kunci atau password dan sedang memberitahu para pengguna yang akunnya terpengaruh.

Tidak seperti suratkabar New York Times dan  Wall Street Journal, yang menyatakan diserang peretas dari Tiongkok pekan ini, Twitter tidak mengungkap informasi asal serangan. Tetapi Bob Lord mengatakan serangan itu "bukan dilakukan orang-orang yang amatir," dan bahwa Twitter tidak percaya insiden itu tidak dialami media sosial lain. Ia menyebut para penyerang "sangat canggih."

Perusahaan itu mengatakan sedang bekerjasama dengan pejabat-pejabat pemerintah dan penegak hukum federal untuk melacak penyerang guna menjadikan Internet lebih aman bagi semua pengguna.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Andy Milliar dari: Bandung- Indonesia
02.02.2013 15:53
Kalau kemarin-kemarin para hackernya katanya dari Iran, kali ini katanya dari Tiongkok. Amerika kayaknya "galau" dg para hacker ini...

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook