Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 23:38

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Tiongkok Tuntut AS Cabut Sanksi atas Perusahaan Pertahanan

Tiongkok mengatakan sangat keberatan dengan sanksi Amerika baru-baru ini yang dikenakan terhadap salah satu perusahaan terkemuka Tiongkok pembuat barang-barang militer.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mendesak dicabutnya sanksi AS atas perusahaan peratahan Tiongkok, Senin 11/2 (foto: dok).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mendesak dicabutnya sanksi AS atas perusahaan peratahan Tiongkok, Senin 11/2 (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Sebuah perusahaan Tiongkok pembuat peralatan militer dikenai sanksi pemerintah AS, karena diduga terlibat dalam penyebaran senjata terlarang. Pemerintah Tiongkok menyerukan agar sanksi itu segera dicabut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying hari Senin mendesak Amerika agar "menghentikan tindakan yang akan merugikan kepentingan Tiongkok dan hubungan Tiongkok-Amerika."

Hua mengatakan, Tiongkok bertekad untuk menegakkan aturan non-proliferasi internasional dan bahwa Beijing dengan ketat memberlakukan undang-undang mengenai pengawasan ekspornya.

Perusahaan itu, Poly Technologies – anak perusahaan raksasa milik negara, China Poly Group Corporation, menyebut sanksi tersebut "tidak berdasar dan tidak masuk akal."

Tindakan Departemen Luar Negeri Amerika itu mulai berlaku minggu lalu dan menarget empat perusahaan Tiongkok serta perorangan dari Belarus, Venezuela, Iran dan Suriah.

Semuanya dituduh melanggar apa yang disebut undang-undang non-proliferasi Iran, Korea Utara, dan Suriah” supaya ketiga negara itu tidak bisa memperoleh atau menjual bahan-bahan terlarang yang berhubungan dengan pembuatan senjata pemusnah massal, dan sistim rudal penjelajah atau balistik.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA 22 Mei 2013

Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya