Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 16:51

Berita / Iptek / Lingkungan Hidup

Tiongkok Langgar Aturan Konservasi Harimau

Sebuah kelompok lingkungan telah menuduh pemerintah Tiongkok mendukung perdagangan gelap kulit harimau dan bagian tubuh lainnya, meskipun telah menandatangani inisiatif global untuk melindungi binatang itu.

Satu dari 16 anak harimau disita dari para pedagang satwa liar. Anak harimau ini diyakini telah dipelihara di sebuah peternakan di Thailand untuk diperdagangkan ke Tiongkok (Foto: dok).
Satu dari 16 anak harimau disita dari para pedagang satwa liar. Anak harimau ini diyakini telah dipelihara di sebuah peternakan di Thailand untuk diperdagangkan ke Tiongkok (Foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Environmental Investigation Agency (EIA) yang berbasis di London pada hari Selasa (26/2) mengatakan pihaknya telah menyingkap perdagangan dalam negeri yang dilegalkan untuk kulit harimau yang dikembangbiakkan dan dijual sebagai dekorasi rumah mewah.



Menurut kelompok itu, peternakan yang menerima dukungan dan dana dari Badan Kehutanan Negara, telah merangsang permintaan untuk bagian tubuh harimau, dan mendorong perburuan harimau liar dan kucing besar lainnya di seluruh Asia.



Kelompok itu dikabarkan juga telah menemukan surat pemberitahuan rahasia pemerintah yang mengijinkan penjualan anggur tulang harimau, yang diperkirakan memiliki kualitas obat di beberapa wilayah Tiongkok.



Tiongkok telah menandatangani Konvensi PBB mengenai Perdagangan Internasional Spesies Yang Terancam Punah. Konvensi itu melarang perdagangan bagian tubuh harimau dan produk harimau serta menyerukan larangan perdagangan dalam negeri.

Selasa ini, seorang juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok mengatakan pemerintah menempatkan perlindungan satwa liar, termasuk harimau, pada posisi sangat penting.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Kilas VOA 22 Mei 2013

Kerusuhan bernuansa etnis di Stockholm, Swedia memasuki hari kedua. Petugas dan relawan AS mencari korban selamat angin tornado yang menewaskan puluhan orang di Oklahoma. Rahi Moharrak kembali ke Nepal setelah sukses menjadi pendaki perempuan Saudi pertama di Gunung Everest. Ilmuwan Brazil melestarikan monyet tamarin singa emas dengan mencegah kawin silang dengan monyet yang masih sekerabat.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya