Jumat, 24 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 09:28

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Tiongkok Investasikan $5 Miliar di Tambang Bijih Besi Afrika Barat

Sebuah perusahaan swasta Tiongkok menanamkan $5 miliar untuk mengembangkan proyek Mbalam serta jalan kereta api sepanjang 550 kilometer di pertambangan bijih besi di Afrika Barat.

Suasana di salah satu pertambangan bijih besi di wilayah Khathu, Afrika Selatan (Foto: dok). Perusahaan swasta Tiongkok telah mensepakati transaksi dengan perusahaan Australia untuk menguasai tambang bijih besi Mbalam di Afrika Barat, dan menginvestasikan $5 miliar untuk mengembangkan pertambangan tersebut.
Suasana di salah satu pertambangan bijih besi di wilayah Khathu, Afrika Selatan (Foto: dok). Perusahaan swasta Tiongkok telah mensepakati transaksi dengan perusahaan Australia untuk menguasai tambang bijih besi Mbalam di Afrika Barat, dan menginvestasikan $5 miliar untuk mengembangkan pertambangan tersebut.
UKURAN HURUF - +
Sebuah perusahaan swasta Tiongkok mencapai kata sepakat dengan sebuah perusahaan pertambangan Australia yang menguasai sebuah tambang bijih besi di Afrika Barat. Hal ini akan memberi Tiongkok peran lebih besar dalam menentukan harga biji besi dunia. Demikian dilaporkan kantor berita Xinhua pada Sabtu.

Kantor berita Xinhua, mengutip pejabat Hanlon Group, yang mengatakan rencana Hanlon untuk menyelesaikan transaksi dengan Sundance Resources Ltd. Sundance menguasai tambang bijih besi Mbalam, yang terletak di antara Kamerun dan Republik Kongo. 

Hanlon mengusahakan kemitraan dengan perusahaan negara Tiongkok dan menanamkan $5 miliar untuk mengembangkan proyek Mbalam serta jalan kereta api sepanjang 550 kilometer serta sebuah pelabuhan. Operasi tambang diharapkan bisa dimulai pada 2014.

Sebagai ekonomi kedua terbesar di dunia, Tiongkok ingin membeli aset dan sumber daya alam luar negeri guna memenuhi pertumbuhannya yang tinggi itu.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Kebijakan Drone - Liputan Berita VOA

Presiden Amerika Barack Obama memaparkan stategi pemerintahannya menanggulangi ancaman terorisme internasional. Isu utama yang dijabarkan dalam pidato ini adalah penggunaan pesawat tidak berawak atau drone yang masih menurut analis berandil mencegah aksi terorisme meski juga dikritik banyak pihak. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang polisi Inggris membawa bunga di dekat lokasi pembunuhan seorang tentara Inggris di Woolwich, London tenggara.
  • Lego terbesar di dunia yang dibuat berdasarkan model pesawat pada film Star Wars, dipajang di Times Square, New York.
  • Orang-orang menarikan tarian "al-Bara" dalam upacara pernikahan massal di Sana'a, Yaman.
  • Pembalap Red Bull Sebastian Vettel dari Jerman tampak pada helm petugas pemadam kebakaran di pit saat sesi latihan di arena balap Monaco.
  • Seorang pria mengumpulkan bunga teratai untuk dijual, di kolam Bindu Sagar di kota Bhubaneswar, India.
  • Kilatan halilintar di atas langit kota Zhuhai, Provinsi Guangdong, China.
  • Para kadet Tentara Nasional Afghanistan menghadiri upacara wisuda mereka di Pusat Pelatihan Militer di Kabul.
  • Air mancur yang menyala sebagai bagian dari Aquatique International Show, di pelabuhan Darling, kota Sydney, Australia.
  • Seorang pejalan kaki membawa payung berjalan melewati layar raksasa di kota Boston, Massachusetts, AS.
  • Seorang pengunjung berdiri di belakang ilustrasi seekor burung hantu, bagian dari pameran di kota St Petersburg, Rusia.
Lainnya