Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 07:05

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Tiongkok Bantah Transfer Senjata untuk Pemberontak di Burma

Kedutaan besar Tiongkok di Rangoon membantah tuduhan bahwa senjata buatan Tiongkok ditransfer kepada kelompok etnis bersenjata Burma tahun lalu.

Pemberontak etnis Kachin di Burma (foto: dok). Beijing telah membantah laporan yang menuduh Tiongkok melakukan transfer senjata ke pemberontak di Burma.
Pemberontak etnis Kachin di Burma (foto: dok). Beijing telah membantah laporan yang menuduh Tiongkok melakukan transfer senjata ke pemberontak di Burma.

Berita Terkait

UKURAN HURUF - +
Juru bicara Tiongkok Gao Mingbo Minggu malam memasang dalam website kedutaan sanggahan bahwa ada penjualan atau transfer senjata dari Tiongkok kepada kelompok etnis bersenjata Burma.

Tanggapan itu merupakan reaksi terhadap laporan IHS Jane’s Intelligence Review yang membeberkan transfer senjata yang cukup canggih kepada kelompok etnis bersenjata Tentara Negara Bagian Wa Bersatu. Dilaporkan, transfer itu antara lain mencakup 12 kendaraan lapis baja yang disebut sebagai penghancur tank.

Dalam wawancara dengan VOA, penulis laporan itu, Anthony Davis mengatakan, transfer senjata itu tidak bertujuan menimbulkan ketidakstabilan di Burma, tetapi untuk mencegah tentara Burma menyerang negara bagian Wa seperti yang dilakukan terhadap Tentara Kemerdekaan Kachin.

Davis menambahkan, langkah itu tampaknya juga merupakan tanggapan atas kemunduran politik Tiongkok di Burma. Namun menurut Tiongkok, tuduhan itu tidak berdasar dan keliru, dan kebijakan Tiongkok adalah menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Burma.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya