Jumat, 24 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 15:03

Berita / Gaya Hidup / Kesehatan

Tim Peneliti AS: Obat Diabetes Bisa Perpanjang Usia Penderita Kanker Indung Telur

Menurut tim peneliti Amerika, penderita kanker indung telur bisa memperpanjang usianya lima tahun atau lebih dengan meminum obat diabetes.

Menurut tim peneliti di Klinik Mayo, 67 persen perempuan yang didiagnosis menderita kanker indung telur, yang juga meminum obat diabetes metformin, hidup lima tahun atau lebih setelah penyakit kanker mereka didiagnosis (Foto: dok).
Menurut tim peneliti di Klinik Mayo, 67 persen perempuan yang didiagnosis menderita kanker indung telur, yang juga meminum obat diabetes metformin, hidup lima tahun atau lebih setelah penyakit kanker mereka didiagnosis (Foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Peneliti di Klinik Mayo, Minnesota, mendapati 67 persen perempuan yang didiagnosis menderita kanker indung telur, yang juga meminum obat diabetes metformin, hidup lima tahun atau lebih setelah penyakit kanker mereka didiagnosis. Itu jauh lebih baik daripada 50 persen perempuan yang bertahan hidup setidaknya lima tahun menderita kanker, yang tidak meminum obat diabetes.

Sanjeey Kumar, pakar onkologi ginekologi pada Klinik Mayo mengatakan, peneliti tidak yakin bagaimana metformin memperpanjang harapan hidup beberapa pasien kanker indung telur, tetapi ia menyatakan mereka punya sejumlah teori.
 
"Misalnya tindakan melalui sel induk, sel-sel batang kanker, atau membuang sel-sel kanker dari pasokan energi atau glukosa," paparnya.
 
Sel-sel induk adalah sel-sel utama yang bisa berubah menjadi jaringan apa saja dalam tubuh. Dalam indung telur, sel-sel induk memproduksi sel-sel indung telur normal. Tetapi pengaruh gen tertentu, yang kini baru saja mulai diidentifikasi peneliti, mampu mengubah sel-sel induk menjadi kanker yang mematikan.

Metformin, obat oral, mengurangi tingkat bahaya yang disebut kolesterol jahat dan lemak darah yang dikenal sebagai trigliserida dalam penderita diabetes tipe 2. Obat tersebut juga terbukti mencegah penyakit jantung pada penderita diabetes, dan digunakan sesekali untuk mengobati kondisi yang dikenal sebagai penyakit ovarium polisistik, yang menyebabkan kista kecil dalam indung telur dan kadar abnormal hormon reproduksi.

Dalam penelitian Klinik Mayo itu, peneliti membandingkan kelangsungan hidup 61 pasien kanker indung telur yang meminum metformin dengan 178 perempuan pengidap kanker yang tidak minum obat itu.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor, seperti berat badan pasien, tingkat keparahan kanker dan rejimen kemoterapi yang mereka terima, peneliti mendapati, perempuan yang minum metformin hampir empat kali lebih mungkin bertahan hidup setidaknya lima tahun lebih dibandingkan perempuan yang tidak minum obat tersebut.

Hanya tersedia sangat sedikit pilihan pengobatan untuk kanker indung telur, yang cenderung kebal terhadap kemoterapi. Jadi Kumar membayangkan - setelah dilakukan uji klinis yang lebih besar - pada akhirnya memberi perempuan penderita kanker obat metformin guna meningkatkan prognosis mereka.
 
"Jika uji coba itu mengukuhkan hasil penelitian kami, maka kami akan mengatakan 'ya,' inilah waktunya mengubah praktik kami dan mulai merekomendasikan metformin untuk orang-orang yang tidak menderita diabetes," ujar Kumar.
 
Hasil penelitian tentang keampuhan obat diabetes metformin dalam mengobati kanker indung telur ini diterbitkan dalam jurnal Cancer.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Kebijakan Drone - Liputan Berita VOA

Presiden Amerika Barack Obama memaparkan stategi pemerintahannya menanggulangi ancaman terorisme internasional. Isu utama yang dijabarkan dalam pidato ini adalah penggunaan pesawat tidak berawak atau drone yang masih menurut analis berandil mencegah aksi terorisme meski juga dikritik banyak pihak. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang polisi Inggris membawa bunga di dekat lokasi pembunuhan seorang tentara Inggris di Woolwich, London tenggara.
  • Lego terbesar di dunia yang dibuat berdasarkan model pesawat pada film Star Wars, dipajang di Times Square, New York.
  • Orang-orang menarikan tarian "al-Bara" dalam upacara pernikahan massal di Sana'a, Yaman.
  • Pembalap Red Bull Sebastian Vettel dari Jerman tampak pada helm petugas pemadam kebakaran di pit saat sesi latihan di arena balap Monaco.
  • Seorang pria mengumpulkan bunga teratai untuk dijual, di kolam Bindu Sagar di kota Bhubaneswar, India.
  • Kilatan halilintar di atas langit kota Zhuhai, Provinsi Guangdong, China.
  • Para kadet Tentara Nasional Afghanistan menghadiri upacara wisuda mereka di Pusat Pelatihan Militer di Kabul.
  • Air mancur yang menyala sebagai bagian dari Aquatique International Show, di pelabuhan Darling, kota Sydney, Australia.
  • Seorang pejalan kaki membawa payung berjalan melewati layar raksasa di kota Boston, Massachusetts, AS.
  • Seorang pengunjung berdiri di belakang ilustrasi seekor burung hantu, bagian dari pameran di kota St Petersburg, Rusia.
Lainnya