Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 14:54

Berita / Gaya Hidup / Kesehatan

Tikus Percobaan Tak Bisa Akurat Gambarkan Respon Tubuh Manusia

Penelitian baru menemukan, tikus percobaan yang sering digunakan di laboratorium, tidak bisa secara akurat menunjukkan rumitnya respon tubuh manusia terhadap stres yang parah.

Menurut Ronald Tompkins, guru besar  Fakultas Kedokteran Universitas Harvard, respon genetik pada tikus sangat beragam, dan menunjukkan, obat yang manjur pada tikus mungkin tidak manjur bagi manusia (foto: Dok).
Menurut Ronald Tompkins, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Harvard, respon genetik pada tikus sangat beragam, dan menunjukkan, obat yang manjur pada tikus mungkin tidak manjur bagi manusia (foto: Dok).
UKURAN HURUF - +
Tim peneliti biomedis telah lama menggunakan tikus di laboratorium untuk mempelajari penyakit-penyakit manusia. Namun, penelitian baru menemukan, tikus percobaan tidak bisa secara akurat menunjukkan rumitnya respon tubuh manusia terhadap stres yang parah.
 
Salah seorang penyusun hasil penelitian baru itu, guru besar  Fakultas Kedokteran Universitas Harvard Ronald Tompkins, mengatakan hasil penelitian itu tidak berarti tikus tidak boleh digunakan dalam penelitian laboratorium, namun “perlu diakui bahwa hewan percobaan yang sederhana itu tidak bisa menyamai kerumitan penyakit pada manusia.”
 
Untuk pertama kali, tim peneliti itu membandingkan perubahan genetik pada orang yang dirawat karena trauma. Mereka menemukan respon yang konsisten terhadap jenis-jenis trauma yang berbeda dan penggunaan obat yang berbeda. Namun respon genetik pada tikus sangat beragam, dan menunjukkan, obat yang manjur pada tikus mungkin tidak manjur bagi manusia.
 
Ilmuwan sebelumnya telah mempertanyakan seberapa besar keberhasilan tikus percobaan bisa menunjukkan kerumitan fisiologi penyakit manusia dan respon tubuh terhadap luka. Namun Tomkin mengatakan, penelitian ini adalah yang pertama kali dilakukan secara sistematis untuk melihat perbedaan genom antara respon tubuh manusia dan tikus.
 
Namun, peneliti-peneliti lain yang tidak ikut dalam penelitian itu mengatakan, tikus percobaan yang digunakan Tomkins dan sejawatnya untuk penelitian mereka dibiakkan dalam kelompok terbatas, tidak seperti manusia, dan varitas tikus tunggal yang mereka gunakan tidak menunjukkan keragaman genetik dalam populasi tikus secara umum. Mereka menyarankan, sebelum tikus percobaan dianggap tidak cocok untuk dipakai dalam penelitian penyakit manusia, penelitian-penelitian lanjutan harus dilakukan pada jenis-jenis tikus lain.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya