Senin, 28 Juli 2014 Waktu UTC: 12:19

Berita / Indonesia

32 Pekerja Tambang di Area Freeport Papua Terjebak Longsor

32 pekerja pertambangan tembaga dan emas PT Freeport Indonesia di Papua terperangkap longsor, Selasa pagi (14/5).

Para pekerja pertambangan emas dan tembaga PT. Freeport di Timika, Papua Indonesia (Foto:dok). 32 pekerja dilaporkan terperangkap longsor, Selasa pagi (14/5).
Para pekerja pertambangan emas dan tembaga PT. Freeport di Timika, Papua Indonesia (Foto:dok). 32 pekerja dilaporkan terperangkap longsor, Selasa pagi (14/5).
— Bencana longsor kembali terjadi di areal tambang PT Freeport di Mimika, Papua, saat atap terowongan QMS area bawah tanah Big Gossan tiba-tiba runtuh sekitar pukul 07.45 WIT, Selasa (14/5).

Juru bicara Kepolisian Daerah Papua Kombes Pol. I Gede Sumerta Jaya mengatakan kecelakaan itu terjadi Selasa pagi di pertambangan Grasberg, kabupaten Mimika, Papua, tepatnya di sekitar jalan masuk ke terowongan area Big Gossan Mil 74. Kemungkinan besar evakuasi dapat dilakukan pada sisi lorong lainnya.

Dari data yang berhasil dihimpun, longsor terjadi ketika aktivitas tambang berjalan seperti biasanya. Sekitar 32 pekerja yang berada di bawah tanah terjebak dan tidak bisa keluar dari areal tambang di bawah tanah. Kondisi saat ini, lima korban telah berhasil dievakuasi namun status korban evakuasi tersebut masih belum dapat dikonfirmasi.

Upaya evakuasi para pekerja yang terjebak masih terus dilakukan. Pihak terkait belum mendapat informasi secara detail terkait kronologi longsor di Freeport itu.

Laporan yang diterima dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan bahwa Tim Emergency Response Group (ERG) PT Freeport Indonesia dan tenaga bantuan petugas medis Rumah Sakit SOS Tembagapura, karyawan Security and Risk Manajement (SRM) beserta sejumlah anggota polisi dari Polsek Tembagapura telah siaga dan melakukan upaya evakuasi di lokasi kejadian. BPBD Papua telah melakukan koordinasi dengan PT Freeport Indonesia. Pendataan masih dilakukan.

Pertambangan tembaga dan emas tersebut milik perusahaan raksasa Amerika, Freeport-McMoRan Copper & Gold Incorporated yang berbasis di Phoenix, Arizona. dan dioperasikan oleh PT Freeport Indonesia, anak perusahaan Amerika yang mengelola pertambangan tersebut. Provinsi itu mempunyai beberapa dari cadangan  emas dan tembaga  yang terbesar di dunia.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: johnny lontoh dari: mdo
19.05.2013 06:14
mantan freeport pasti tau bencana thn 2003,dan ini bencana yg paling terbesar karna lokasi underground,,kawan2 di lokasi..sabar dan lanjutkan perjuangan kalian,jgn lupa selalu berdoa


oleh: dedi dari: jambi
16.05.2013 15:59
Kami ingin Tahu Keberadaan Kawan saya yang Bernama :
1. Eliezer Kararbo ( Kerja di dalam tanah )
2. Yosias Kararbo ( Kontraktor )
Coz sampai saat ini Kami tidak bisa menghubunginya ...


oleh: arief dari: malang
16.05.2013 04:03
ini komentar semacam apa ini tolong bedakan bencana alam dan dengan musibah yang secara sengaja dibuat oleh manusia...tanpa Freeport pun indonesia tak akan maju juga,mu jgn bohong banya disini....


oleh: tino mote dari: jayapura
15.05.2013 08:45
bukanya hal itu tapi ini musibah pak bagus maka berikan gomen itu harus terarah pak jagan arakan ke oknum lain hal itu secara logikah curigakan itu.


oleh: bagus U dari: njarak
14.05.2013 13:09
ayooo OPM .... jangan salah minta merdeka dr indonesia,...
tapi mintalah seluruh uang dan kekayaan PAPUA dari tangan FREEPORT

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook