Jumat, 24 Oktober 2014 Waktu UTC: 10:19

Berita / Dunia / Timur Tengah

Tidak Akui Hasil Referendum Tahap Pertama, Oposisi Mesir Serukan Demo

Kelompok-kelompok oposisi Mesir mengatakan referendum tahap pertama rancangan UUD baru yang didukung golongan Islamis dicemari oleh pelanggaran yang luas dan menyerukan pemungutan suara ulang.

Polisi anti huru-hara Mesir berjaga di sekitar istana kepresidenan di Kairo, Mesir (16/12).  Kelompok oposisi utama Mesir menyatakan penyelenggaraan putaran pertama referendum konstitusi Minggu kemarin dicemari pelanggaran dan menyerukan diadakannya pemungutan suara ulang.
Polisi anti huru-hara Mesir berjaga di sekitar istana kepresidenan di Kairo, Mesir (16/12). Kelompok oposisi utama Mesir menyatakan penyelenggaraan putaran pertama referendum konstitusi Minggu kemarin dicemari pelanggaran dan menyerukan diadakannya pemungutan suara ulang.
Koalisi oposisi utama Mesir, Front Penyelamatan Nasional hari Minggu (16/12) menyatakan tidak akan mengakui hasil referendum yang tidak resmi. Mereka menyerukan diadakannya demonstrasi hari Selasa sebelum referendum tahap kedua diadakan hari Sabtu mendatang.

Ikhwanul Muslimin, pendukung Presiden Mohammed Morsi mengklaim kemenangan  dalam pemungutan suara hari Sabtu dengan mengatakan hasil penghitungan suara tidak resmi menunjukkan 56 persen menyetujui rancangan UUD itu.

Ikhwanul Muslimin mengatakan pemilih yang hadir kira-kira sepertiga dari 26 juta orang  yang berhak memberikan suara. Referendum tahap pertama diadakan di 10 dari 27 wilayah Mesir termasuk  dua kota utama, Kairo dan Alexandria. Referendum tahap kedua akan diadakan di provinsi-provinsi selebihnya di Mesir, yang sebagian besar pedesaan dan konservatif dalam agama.

Beberapa pengamat memperkirakan referendum tahan kedua itu akan menambah suara yang setuju bagi rancangan UUD itu, yang hanya memerlukan mayoritas sederhana untuk bisa diterima.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Sukarno dari: Jakarta
18.12.2012 12:34
Mata dunia bisa melihat ternyata kelompok ikhwanul muslimin yang lebih berjiwa demokrat daripada orang-orang yang demo menentang referendum. Untuk diajak duduk berdialog bersama saja, para penentang referendum menolak mentah-mentah. Inginnya memaksakan kemauannya sendiri.


oleh: alfazila dari: Jakarta
17.12.2012 15:09
Namanya juga oposisi. setiap pemerintah lakukan selalu salah. salah. salah. Lagian memang sudah baik UUD itu. Negara berdasarkan hukum. bukan berdasarkan siapapun.

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook