Selasa, 18 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 21:59

Berita / Dunia / Eropa

Tewasnya 3 Aktivis Kurdi di Perancis akibat Konflik Internal

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pembunuhan tiga aktivis Kurdi di Paris kemungkinan akibat pertikaian internal.

Komunitas Kurdi di Perancis memberikan penghormatan terakhir terhadap 3 aktivis yang tewas ditembak di Paris (10/1).
Komunitas Kurdi di Perancis memberikan penghormatan terakhir terhadap 3 aktivis yang tewas ditembak di Paris (10/1).
UKURAN HURUF - +
Jenazah ketiga perempuan itu – salah satu dari mereka adalah pendiri sebuah kelompok Kurdi yang berjuang untuk mendapatkan otonomi yang lebih luas di Turki -- ditemukan di dalam sebuah gedung pusat informasi Kurdi di Paris, Kamis.

PM Recep Tayyip Erdogan mengatakan, kunci pintu gedung pusat informasi itu hanya dapat dibuka dari dalam dan perempuan-perempuan itu tidak akan membuka pintu untuk seseorang yang tidak mereka kenal.

Para demonstran Kurdi telah menuduh pemerintah Turki mendalangi serangan itu.

Polisi Perancis mengatakan, mayat ketiga perempuan itu ditemukan dengan luka akibat peluru pada hari Kamis pagi. Mereka mengidentifikasi salah satu korban sebagai Sakine Cansiz, penderita Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Penyelidikan saat ini sedang berlangsung.

Pembunuhan itu berlangsung sementara pembicaraan untuk mengakhiri pemberontakan Kurdi yang telah berlangsung 28 tahun dilaporkan sedang dalam tahap-tahap awal. Pembicaraan itu berlangsung antara pemerintah Turki dan pemimpin pemberontak yang dipenjarakan, Abdullah Ocalan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya