Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 14:00

Berita / Gaya Hidup / Kesehatan

Tentara AS Peroleh Dua Tangan Baru Hasil Transplantasi

Brendan Marrocco, seorang tentara Amerika yang kehilangan semua tangan dan kaki di Irak telah keluar dari rumah sakit dekat Washington, Selasa (29/1) pasca transplantasi dua lengan.

Brendan Marrocco, tentara AS yang kehilangan kedua tangan dan kakinya di Irak, didampingi para ahli bedah di rumah sakit John Hopkins di Baltimore, memberikan keterangan pers terkait transplantasi kedua tangannya, 29 Januari 2013. (AP Photo/Gail Burton).
Brendan Marrocco, tentara AS yang kehilangan kedua tangan dan kakinya di Irak, didampingi para ahli bedah di rumah sakit John Hopkins di Baltimore, memberikan keterangan pers terkait transplantasi kedua tangannya, 29 Januari 2013. (AP Photo/Gail Burton).
UKURAN HURUF - +
Seorang tentara Amerika yang kehilangan semua tangan dan kaki di Irak telah keluar dari rumah sakit dekat Washington hari Selasa setelah operasi transplantasi dua lengan yang jarang.

Brendan Marrocco yang berusia 26 tahun mengatakan kepada wartawan ia sangat bergembira mempunyai lengan lagi setelah kehilangan lengan aslinya dalam ledakan bom pinggir jalan tahun 2009.  Ia adalah tentara Amerika yang pertama dari perang Irak dan Afghanistan yang selamat setelah kehilangan semua lengan dan kaki.

Marocco menjalani pembedahan 13 jam tanggal 18 Desember untuk mencangkokkan lengan barunya, dan sedang pulih sejak itu. Ia mengatakan kepada wartawan ia tidak keberatan menggunakan kaki buatan atau kaki prosthetic, tetapi sangat ingin menggunakan tangannya sendiri.

Marrocco diperkirakan akan menjalani rehabilitasi selama beberapa tahun mendatang untuk meningkatkan penggunaan kaki dan tangan barunya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Diaspora Indonesia Selamat dari Tornado - Liputan Berita VOA

Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya