Rabu, 01 Juni 2016 Waktu: 12:27

    Berita / Dunia

    Pertempuran Baru Merebak di Ibukota Sudan Selatan

    Pertempuran baru merebak di ibukota Sudan Selatan hari Selasa (17/12), sehari setelah Presiden Salva Kiir mengatakan pemerintah menggagalkan upaya kudeta.

    Warga sipil tiba di komplek UNMISS yang terletak di dekat Bandara Internasional Juba untuk berlindung, 17 Desember 2013. (UNMISS)
    Warga sipil tiba di komplek UNMISS yang terletak di dekat Bandara Internasional Juba untuk berlindung, 17 Desember 2013. (UNMISS)
    Pertempuran baru merebak di ibukota Sudan Selatan hari Selasa (17/12), sehari setelah Presiden Salva Kiir mengatakan pemerintah menggagalkan upaya kudeta.

    Tembak menembak kembali terjadi di ibukota Sudan Selatan, Senin malam sesaat setelah Presiden Salva Kiir memberlakukan jam malam sebagai tanggapan atas serangan terhadap markas besar militer.

    Kiir mengatakan kepada wartawan hari Senin (16/12) bahwa pemerintah berhasil menggagalkan usaha kudeta dan pemerintah menguasai sepenuhnya keadaan keamanan di Juba. Ia mengatakan serangan itu dilakukan oleh pasukan yang setia kepada mantan wakil presiden, Riek Machar. Machar diberhentikan oleh presiden bulan Juli.

    Presiden Kiir mengatakan bentrokan dimulai sewaktu pasukan yang setia kepada mantan wakil presiden Riek Machar menyerang markas militer di Juba.

    Kedutaan Amerika di Juba tetap tutup hari Selasa (17/12) dan melaporkan bahwa sebagian besar layanan telepon seluler di kota itu terhenti.

    Utusan khusus Amerika untuk Sudan dan Sudan Selatan, Donald Booth, mengatakan kepada VOA hari Senin bahwa Amerika Serikat sangat prihatin mengenai perkembangan itu. Ia mengatakan Amerika Serikat  belum dapat mengukuhkan usaha kudeta dan sedang berusaha mengetahui apa yang menyulut kekerasan itu.

    Menurut para saksi mata di ibukota, Juba, tembak menembak sporadis dapat didengar sepanjang hari sementara tentara berpatroli di jalan-jalan.

    Para pejabat pemerintah menyatakan kekerasan telah menewaskan paling sedikit 26 orang, sementara sebuah stasiun radio PBB, Radio Miraya, menyatakan dokter-dokter di rumah sakit setempat telah merawat lebih dari 100 orang karena luka tembak.

    Pemerintah menyatakan Selasa bahwa 10 orang telah ditangkap di Juba karena diduga berperan dalam rencana kudeta. Disebutkan bahwa Machar dan empat tersangka lainnya masih buron.

    Lihat Juga

    PBB: Jumlah Korban Tewas di Laut Tengah Naik Drastis Pekan Lalu

    Sekitar 880 migran dan pengungsi dilaporkan tewas ketika berupaya menyeberangi Laut Tengah selama pekan lalu. Selengkapnya

    Trump Kumpulkan $5,6 Juta untuk Kelompok Veteran AS

    Calon presiden Partai Republik Donald Trump mengatakan, sumbangan bernilai 5,6 juta dolar itu bisa bertambah dan “tidak satu dolarpun ” diambil sebagai biaya administratif. Selengkapnya

    Kerry Menuju Paris untuk Mulai Lagi Pembicaraan Timur Tengah

    Ada secercah harapan bagi perdamaian di Timur Tengah, dengan pernyataan Menteri Pertahanan baru Israel, Avigdor Lieberman yang mendukung solusi "dua negara untuk dua bangsa." Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami