Rabu, 26 Nopember 2014 Waktu UTC: 02:55

Berita / AS

Teks Pidato Pelantikan 2013 Presiden Barack Obama

Dalam pidato pelantikan presiden kedua kalinya, Barack Obama mengingatkan bangsa Amerika bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

Presiden AS Barack Obama melambaikan tangan pada para hadirin setelah mengucapkan pidato pelantikan, didampingi Wakil Presiden Joe Biden. (AP/Pablo Martinez Monsivais)
Presiden AS Barack Obama melambaikan tangan pada para hadirin setelah mengucapkan pidato pelantikan, didampingi Wakil Presiden Joe Biden. (AP/Pablo Martinez Monsivais)
Wakil Presiden Biden, Ketua Mahkamah Agung, Para Anggota Kongres Amerika, tamu-tamu yth dan rekan sebangsa.

Setiap kali kita berkumpul untuk melantik seorang presiden, kita membawa kesaksian atas  kekuatan Konstitusi kita.  Kita menegaskan janji demokrasi kita.  Kita mengingat kembali bahwa yang mengikat bangsa ini bukanlah warna kulit atau kepercayaan ataupun asal usul nama kita.  Hal yang membuat kita luar biasa – yang membuat kita orang Amerika – adalah sumpah setia kita kepada suatu ide, yang dituangkan dalam sebuah deklarasi yang dibuat lebih dari dua abad lalu.

“Kita memegang kebenaran ini untuk menjadi bukti, bahwa semua orang diciptakan setara, bahwa mereka diberi oleh Pencipta hak-hak tertentu yang tidak terpisahkan, diantaranya adalah Kehidupan, Kebebasan dan mengejar Kebahagiaan.”

Hari ini kita melanjutkan perjalanan tanpa akhir, untuk menjembatani arti kata-kata tadi dengan realita zaman sekarang. Karena sejarah menunjukkan bahwa meski kebenaran-kebenaran tadi mungkin sudah terbukti sendiri, tapi  tidak pernah terlaksana-sendiri; bahwa biarpun kebebasan adalah karunia Tuhan, tapi itu harus dijamin oleh umatNya di Bumi. 

Para patriot tahun 1776 tidak bertempur untuk menggantikan tirani raja dengan hak-hak istimewa segelintir orang  atau aturan sekelompok orang saja.  Mereka memberikan kita sebuah Republik, dengan pemerintah dari, oleh, dan untuk rakyat, dan mempercayakan kepada setiap generasi untuk menjaga sepenuhnya keyakinan para pendirinya.

Selama lebih 200 tahun, kita telah berbuat demikian.

Melalui cucuran darah karena cambukan dan cucuran darah karena pedang, kita tahu bahwa tidak ada persatuan yang didirikan atas dasar prinsip kebebasan dan kesetaraan dapat bertahan dengan setengah-budak dan setengah bebas. Kita menjadikan diri kita baru, dan bertekad untuk bergerak ke depan bersama-sama.

Bersama-sama, kita memastikan bahwa ekonomi modern memerlukan rel kereta-api dan jalan bebas hambatan untuk mempercepat perjalanan dan perdagangan; sekolah dan perguruan tinggi untuk melatih para pekerja kita. Bersama-sama, kita mendapati bahwa pasar bebas hanya bisa berkembang bila ada peraturan-peraturan untuk menjamin persaingan dan aturan main yang adil.

Bersama-sama, kita bertekad bahwa sebuah bangsa besar harus menjaga mereka yang rentan dan melindungi rakyatnya dari bencana terburuk dan nasib malang. Melalui semua itu tadi, kita tidak pernah melepaskan skeptisisme kita terhadap wewenang pusat, kita juga tidak pernah mengalah pada fiksi bahwa semua penderitaan masyarakat dapat disembuhkan melalui pemerintah saja.  Perayaan kita pada inisiatif dan keberanian berusaha, pendirian kita untuk bekerja keras dan tanggung jawab pribadi, tetap konstan dalam karakter kita.

Tetapi kita senantiasa memahami bahwa apabila masa berubah, kita juga harus berubah, bahwa ketaatan pada prinsip-prinsip para pendiri negara kita memerlukan tanggapan baru pada tantangan baru; bahwa mempertahankan kebebasan individu kita kelak memerlukan tindakan kolektif.  Karena bangsa Amerika tidak bisa memenuhi tuntutan dunia saat ini dengan bertindak sendirian  sama halnya  dengan tentara Amerika yang tidak mungkin menghadapi  kekuatan fasisme atau komunisme  hanya dengan senapan dan milisi.  Satu orang saja tidak akan bisa melatih semua guru matematika dan sains yang  kita perlukan untuk menyiapkan anak-anak kita bagi masa depan, atau membangun jalan  dan jaringan dan laboratorium riset yang akan mendatangkan lowongan kerja dan bisnis baru ke negara kita.   Terlebih sekarang ini, kita harus melakukan semua itu secara bersama-sama, sebagai satu negara, sebagai satu bangsa.

Generasi Amerika ini telah diuji oleh berbagai krisis yang memperkuat tekad kita dan membuktikan kegigihan kita.  Perang selama satu dekade kini berakhir.  Pemulihan ekonomi sudah dimulai. Ada berbagai kemungkinan tidak terbatas bagi Amerika, karena kita memiliki semua persyaratan yang dituntut oleh dunia tanpa garis batas ini: kaum muda dan motivasi, keragaman dan keterbukaan; dan kapasitas tak terbatas untuk menempuh risiko dan bakat untuk melakuan penemuan baru. Rekan-rekan sebangsa, kita diciptakan untuk momen ini, dan kita akan memanfaatkannya – asalkan kita memanfaatkannya secara bersama-sama.

Karena kita, rakyat Amerika, memahami bahwa negara kita tidak bisa berhasil apabila ada segelintir orang sangat berhasil dan semakin banyak yang tidak mampu. Kita yakin bahwa kemakmuran Amerika harus bergantung pada kekuatan kelas menengah yang terus meningkat.  Kita tahu bahwa Amerika akan maju pesat apabila setiap orang dapat menemukan kemandirian dan bangga akan pekerjaan mereka, apabila upah pekerja yang jujur membebaskan keluarga dari ambang kesukaran.  Kita benar-benar patuh pada keyakinan kita apabila seorang anak perempuan yang lahir dalam kemiskinan yang parah tahu bahwa ia memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil seperti yang lainnya, karena ia adalah warga Amerika, ia hidup dalam kebebasan, dan ia setara, bukan hanya di mata Tuhan tetapi juga di mata kita.

Kita memahami bahwa berbagai program yang sudah usang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan zaman kita.  Kita harus memanfaatkan  ide-ide dan teknologi baru untuk menyusun ulang pemerintahan kita, merombak aturan perpajakan, mereformasi sekolah, dan memberdayakan warga dengan ketrampilan yang mereka perlukan untuk bekerja lebih keras, belajar lebih banyak dan menjangkau yang lebih tinggi.  Meski sarana akan berubah, tapi tujuan kita tetap: satu bangsa yang memberi penghargaan atas upaya dan kebulatan tekad setiap warga Amerika.  Inilah  yang diperlukan pada saat ini.  Inilah yang akan memberi arti nyata bagi keyakinan kita.

Kita, rakyat Amerika, masih yakin bahwa setiap warga berhak atas keamanan dan martabat yang mendasar. Kita harus membuat pilihan-pilihan sulit untuk mengurangi biaya perawatan kesehatan dan jumlah defisit kita.  Tetapi kita  menolak anggapan bahwa Amerika harus memilih antara perawatan bagi generasi yang membangun negara ini dan berinvestasi dalam generasi yang akan membangun masa depan ini. 

Karena kita mengingat pada pelajaran masa lampau, ketika tahun-tahun pada hari senja dilalui dalam kemiskinan, dan pada para orang tua anak difabel tidak tahu harus minta tolong kemana.  Kita yakin bahwa di negara ini, kebebasan bukan hanya untuk yang beruntung, atau kebahagiaan hanya untuk segelintir orang.  Kita mengakui bahwa meski kita adalah orang yang tanggung jawab dalam kehidupa, tapi ada saja di antara kita, pada suatu ketika, mungkin akan mengalami kehilangan pekerjaan atau penyakit mendadak, atau rumahnya hanyut tersapu badai yang mengerikan.  Ada komitmen yang kita buat satu sama lain, melalui Medicare, dan Medicaid dan Jaminan Sosial – semua ini tidak melemahkan inisiatif kita, semua itu menguatkan kita.  Ketiga hal itu tidak membuat kita bangsa yang hanya mau mengambil; ketiga-tiganya membebaskan kita untuk mengambil risiko dan membuat negara ini besar.

Kita, rakyat Amerika, masih yakin bahwa kewajiban kita sebagai orang Amerika bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk semua anak cucu.  Kita akan menanggapi ancaman perubahan iklim, karena tahu bahwa kegagalan untuk menanggapinya akan mengkhianati anak-anak kita dan generasi masa depan.  Sebagian orang barangkali masih menyangkal penilaian sains yang begitu banyak, tetapi tidak seorangpun yang  bisa menghindari dampak kebakaran besar yang menghancurkan itu, kemarau yang melumpuhkan, dan  bertambahnya badai berkekuatan tinggi .  Jalan menuju sumber-sumber energi berkelanjutan akan panjang dan lama dan kadangkala sulit.  Tetapi Amerika tidak bisa melawan transisi  ini, kita harus berada di depan. 

Kita tidak bisa menyerahkan kepada negara-negara lain teknologi yang akan menggerakkan perindustrian baru dan lowongan kerja baru – kita harus mengklaim janji yang diberikannya.  Dengan cara itu kita akan mempertahankan vitalitas perekonomian dan  kekayaan nasional kita – hutan kita dan perairan dan puncak-puncak gunung yang ditutup salju.  Dengan cara itu kita akan menjaga planet kita, yang diperintahkan oleh Tuhan untuk kita jaga. Ini yang akan memberi arti pada keyakinan yang dulu di deklarasikan para pendiri negara kita.

Kita, rakyat Amerika, masih percaya  bahwa keamanan yang bertahan dan perdamaian yang kekal tidak memerlukan perang abadi.   Tentara kita yang gagah berani, yang menjadi tangguh oleh api pertempuran, tidak ada tandingannya dalam ketrampilan dan keberanian.  Warga kita, yang berduka mengenang mereka yang gugur, tahu benar pengorbanan yang diberikan demi kebebasan.

Pengetahuan atas pengorbanan mereka akan membuat kita waspada selamanya  terhadap mereka yang hendak mencelakakan kita.  Tetapi kita juga adalah pewaris dari mereka  yang memenangkan perdamaian bukan hanya peperangan, yang mengubah musuh-musuh bebuyutan menjadi sahabat sejati, dan kita harus  membawa juga pelajaran-pelajaran itu ke masa kini. 

Kita akan membela bangsa kita dan menjunjung nilai-nilai kita melalui  kekuatan senjata dan supremasi hukum.  Kita akan menunjukkan ketabahan dalam upaya menyelesaikan perbedaan pandangan kita dengan negara-negara lain secara damai – bukan karena kita naif mengenai bahaya-bahaya yang kita hadapi,  karena dialog lebih tahan melenyapkan kecurigaan dan ketakutan. 

Amerika akan tetap menjadi jangkar aliansi yang kuat di setiap sudut dunia, dan kita akan memperbarui lembaga-lembaga yang memperbesar kapasitas kita untuk mengatasi krisis  luar negeri, karena tak seorangpun yang mempunyai taruhan lebih besar di dunia yang aman  daripada negara-nya yang paling berpengaruh.  Kita akan mendukung demokrasi dari Asia sampai ke Afrika; dari benua Amerika ke Timur Tengah, karena kepentingan kita dan hati nurani kita mengharuskan kita untuk bertindak atas nama mereka yang merindukan kebebasan.  Dan kita harus menjadi sumber  harapan  bagi yang miskin, yang sakit, yang terpinggirkan, para korban buruk-sangka – bukan  hanya demi amal-sedekah, tetapi karena perdamaian di zaman kita memerlukan kemajuan terus-menerus prinsip-prinsip yang digambarkan dalam keyakinan bersama kita: toleransi dan kesempatan; martabat manusia dan keadilan.

Kita, rakyat Amerika, hari ini menyatakan bahwa  yang paling jelas dari kebenaran-kebenaran itu – bahwa semua kita diciptakan setara – adalah bintang yang kini masih membimbing kita; sama seperti bintang itu membimbing leluhur kita melalui Air Terjun Seneca, dan Selma , dan Stonewall, sama seperti ketika itu bintang itu membimbing  lelaki dan perempuan, yang dielu-elukan dan yang tidak dielu-elukan, yang meninggalkan jejak-kaki di sepanjang lapangan besar ini, untuk mendengarkan seorang pendeta mengatakan bahwa kita tidak bisa berjalan sendirian, untuk mendengarkan pernyataan Martin Luther King bahwa kebebasan individu kita terikat kuat dengan kebebasan setiap jiwa  di dunia.

Sekarang adalah tugas  generasi kita untuk meneruskan apa yang telah dimulai oleh para perintis itu.  Karena perjalan itu belum selesai sepenuhnya sebelum isteri-isteri kita, ibu-ibu kita dan puteri-puteri kita bisa memperoleh  nafkah yang setara dengan upaya mereka.  Perjalanan kita belum selesai sebelum saudara-suara kita yang gay diperlakukan seperti yang lain-lain berdasarkan hukum – karena jika kita benar-benar setara, maka sudah tentu cinta-kasih yang kita janjikan kepada satu sama lain harus juga setara. 

Perjalanan kita belum selesai sebelum tak seorangpun warga yang terpaksa menunggu berjam-jam untuk  melakukan haknya untuk memilih.  Perjalanan kita belum selesai  sebelum kita menemukan cara yang lebih baik untuk menyambut para imigran yang bekerja-keras dan  penuh harap yang masih melihat Amerika sebagai tempat bagi kesempatan, sebelum para mahasiswa dan insinyur muda  dimasukkan dalam angkatan kerja kita bukan diusir dari negara kita.  Perjalanan kita belum selesai sebelum semua anak kita, mulai dari ruas jalan di Detroit ke bukit-bukit Appalachia sampai ke ruas-ruas jalan yang tenang di Newtown, tahu bahwa mereka dijaga dan disayangi, dan senantiasa aman dari bahaya.

Hal itu adalah tugas generasi kita – untuk membuat semua kata-kata, hak-hak, nilai-nilai – dalam  kalimat Kehidupan dan Kebebasan dan Mengejar Kebahagiaan – memang benar bagi setiap warga Amerika.  Untuk berpegang teguh pada dokumen  yang dibuat oleh pendiri negara kita tidak mengharuskan kita untuk sependapat mengenai setiap lekuk kehidupan, hal itu tidak berarti kita semua mendefinisikan kebebasan dalam cara yang persis sama, atau mengikuti jalan yang sama menuju kebahagiaan.  Kemajuan tidak mengharuskan kita menerima saja perdebatan yang sudah berabad-abad mengenai peranan pemerintah untuk selamanya, tetapi kemajuan mengharuskan kita untuk bertindak sesuai dengan zaman kita.

Karena sekarang keputusan terletak pada kita, dan kita tidak bisa menundanya.  Kita tidak bisa membuat kekeliruan bahwa absolutisme  adalah sama artinya  dengan prinsip, atau mengganti arti  pertunjukan besar dengan politik, atau memperlakukan nama-julukan sebagai debat yang beralasan.  Kita harus bertindak, dengan mengetahui bahwa pekerjaan kita  tidak akan  sempurna. Kita harus bertindak, dengan mengetahui bahwa kemenangan sekarang ini hanya sebagian saja, dan bahwa akan bergantung pada siapa yang akan berdiri di podium ini  dalam empat tahun, dalam empat-puluh tahun dan empat ratus tahun untuk memajukan semangat tanpa waktu  ini yang dulu diamanahkan kepada kita di salah satu aula di Philadelphia.

Rekan-rekan sebangsa, janji di bawah sumpah yang telah saya lakukan di depan anda semua, seperti yang telah diucapkan oleh yang lain-lain yang mengabdi di gedung Capitol ini, merupakan sumpah setia kepada Tuhan dan negara, bukan kepada partai atau fraksi – dan kita harus dengan taat melaksanakan janji itu semasa durasi pengabdian kita.  Tetapi kata-kata yang saya ucapkan hari ini tidak banyak bedanya dengan sumpah setia yang diucapkan  oleh setiap prajurit yang masuk dinas militer, atau seorang imigran yang mewujudkan impiannya.  Sumpah setia saya tidak banyak bedannya dengan janji yang semua kita buat bagi bendera yang berkibar di atas yang mengisi jantung-hati kita dengan rasa bangga. 

Kata-kata itu adalah  dari semua warga, dan mencerminkan harapan terbesar kita. Anda dan saya, sebagai warga, mempunyai hak untuk menetapkan arah negara ini. Anda dan saya, sebagai warga, berkewajiban untuk membentuk perdebatan zaman kita – bukan hanya dengan mencoblos surat suara, tetapi dengan suara-suara yang kita angkat dalam membela nilai-nilai kita yang paling lama dan ideal-ideal  kita yang bertahan terus.

Mari kita sekarang masing-masing merangkul, dengan tugas khidmat dan kegembiraan luar biasa, apa yang adalah hak kita sejak lahir.  Dengan upaya bersama dan tujuan bersama, dengan sepenuh hati dan dedikasi, mari kita menjawab imbauan sejarah, dan membawa ke masa depan yang tidak pasti  cahaya kebebasan yang sangat berharga ini.

Terima kasih, Tuhan Memberkati Anda dan semoga Dia selalu memberkati negara  Amerika Serikat ini.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Djunaedi .O. Alakaaf dari: Makassar Indonesia
28.01.2013 05:01
Teima kasih Bp.Presiden Barack Obama,dan semua masyarakat Amerika, saya salah seorang penggemar Obama sejak dipilih Presiden pertama USA 4.Tahun yang lalu sampai sekarang,dan kami banyak berharap Bp.Presiden Obama dapat selalu banyak membantu menolong semua Ummat manusia didunia sesuia keberadaannya sebagai Pemegang Kekuasaan Dunia.
semoga Tuhan memberi Rachmat dan Berkah kepada pa Obama dalam menjalankan TUGAS BARUnya sebagai Presiden USA hasil pemilihan rakyat USA yang kedua kalinya, selamat berjuang sukses selalu Bp.Presiden Baru USA 2013

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook