Jumat, 31 Oktober 2014 Waktu UTC: 04:01

Berita / Ekonomi

Tanggapi Kecaman, BUMN Tiongkok Janji Dorong Reformasi

Menanggapi berbagai kecaman khususnya soal monopoli, perusahaan-perusahaan milik negara di Tiongkok berjanji akan melanjutkan upaya mendorong reformasi.

Perusahaan minyak dan gas utama Tiongkok, CNOOC, saat ini sedang berusaha mengambil alih perusahaan asing terbesar di negara itu, Nexen milik Kanada (foto: Dok).
Perusahaan minyak dan gas utama Tiongkok, CNOOC, saat ini sedang berusaha mengambil alih perusahaan asing terbesar di negara itu, Nexen milik Kanada (foto: Dok).
William Ide
Perusahaan-perusahaan negara di Tiongkok kerap dikecam. Monopoli mereka atas sektor-sektor utama perekonomian Tiongkok membatasi persaingan, yang menurut pihak-pihak yang mengecam membatasi potensi perkembangan Tiongkok.
 
Namun, para pimpinan perusahaan negara, mengatakan sumbangan yang telah mereka berikan bagi perekonomian Tiongkok dalam satu dekade terakhir luar biasa dan sangat penting.
 
Wang Yong adalah Ketua Komisi Pengawas dan Pengaturan Aset Milik Negara. Berbicara di sela-sela kongres nasional Partai Komunis, Wang mengatakan, dalam tahap-tahap pembangunan berbeda, semua negara punya perusahaan negara yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan swasta dan asing, dan jumlah itu akan terus disesuaikan.
 
Ia mengatakan, dalam dekade 1980-an jumlah perusahaan negara di negara-negara Eropa, seperti Inggris, Prancis, Norwegia, dan bahkan Amerika juga sangat tinggi, sekitar 20 sampai 30 persen.
 
Jumlah perusahaan negara di Tiongkok saat ini sekitar 30 sampai 40 persen dari perusahaan yang ada di negara itu, tetapi menguasai sektor-sektor besar perekonomian Tiongkok, khususnya yang paling menghasilkan banyak uang.
 
Dalam satu dekade terakhir, keseluruhan aset perusahaan negara naik lebih dari tiga kali, dan mengatakan, pajak yang mereka bayar kepada pemerintah juga meningkat tajam.
 
Namun, Wang tidak sungkan mengakui bahwa perusahaan negara punya banyak masalah dan tidak efisien.
 
Wang mengatakan perusahaan negara di Tiongkok sedang belajar dari perusahaan-perusahaan internasional dan juga perusahaan Tiongkok selagi mereka berusaha melakukan reformasi dan lebih menyesuaikan diri kepada pasar. Ia mengatakan, ini akan membuat mereka lebih mampu bersaing secara internasional dengan perusahaan swasta lainnya, memperbaiki kinerja, memberi hasil yang lebih baik, dan membuat laba.
 
Perusahaan minyak dan gas utama Tiongkok, CNOOC, saat ini sedang berusaha mengambil alih perusahaan asing terbesar di negara itu. Awal tahun ini, CNOOC mulai melakukan penawaran untuk membeli perusahaan minyak dan gas Kanada, Nexen.
 
Namun, minggu lalu, kaji-ulang atas tawaran itu oleh pemerintah Kanada ditunda satu bulan.
 
Wang Yilin, pimpinan CNOOC, mengatakan ia yakin kesepakatan itu akan berhasil dicapai.
 
Dalam pidato terakhirnya di depan Kongres Rakyat Nasional hari Kamis, Presiden Hu Jintao yang akan habis masa jabatannya mengatakan, Tiongkok harus terus mengkonsolidasikan dan mengembangkan sektor publik dan menggalakkan reformasi dalam perusahaan negara.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook