Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 02:28

Berita / Politik

2012 Salah Satu Tahun Paling Mematikan bagi Wartawan

Komite Untuk Perlindungan Wartawan (CPJ) melaporkan, 70 wartawan tewas dan 232 lainnya dipenjara terkait profesi mereka tahun lalu.

Mukarram Khan Aatif, wartawan VOA yang ditembak tewas kelompok Taliban tahun lalu (foto: dok).
Mukarram Khan Aatif, wartawan VOA yang ditembak tewas kelompok Taliban tahun lalu (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Sebuah organisasi kebebasan pers yang berbasis di Amerika mengatakan kekerasan yang berlanjut di Suriah dan pembunuhan dengan sasaran tertentu diseluruh dunia membuat 2012 sebagai salah satu tahun paling mematikan bagi wartawan.

Dalam kajian tahunannya, Komite Untuk Perlindungan Wartawan (CPJ) mengatakan 70 wartawan tewas dan 232 lainnya dipenjara terkait profesi mereka tahun lalu.

Wakil Direktur CPJ Robert Mahoney mengatakan mayoritas yang ditarget adalah wartawan lokal dan dalam kebanyakan kasus, tak seorangpun yang dihukum terkait kematian mereka.

CPJ mengatakan 24 dari ke-28 wartawan yang tewas dalam perang atau ditarget untuk dibunuh di Suriah adalah warga Suriah. Tiga belas orang yang disebut “citizen journalist” –yang menggunakan kamera dan ponsel untuk mendokumentasikan konflik di Suriah – juga tewas.

Di Somalia, paling tidak 12 wartawan dibunuh. Kelompok militan al-Shabaab mengaku bertanggung jawab atas kematian empat diantaranya.

Tujuh wartawan dibunuh di Pakistan, termasuk Mukarram Khan Aatif, yang menulis untuk Radio Deewa bahasa Pashto di VOA. Taliban mengaku bertanggung jawab atas kematian Aatif.

Tetapi CPJ untuk pertama kalinya sejak 2003 tidak mengkonfirmasi kematian terkait profesi dikalangan wartawan di Irak. Antara 2003 hingga 2008, total 151 wartawan tewas meliput konflik di Irak.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya