Minggu, 29 Mei 2016 Waktu: 03:07

    Berita / Indonesia

    Survei LSI: Masyarakat Inginkan Capres yang Melindungi Keberagaman

    Hasil survey Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan publik Indonesia menginginkan sosok yang mampu melindungi keberagaman dan kebebasan berkeyakinan sebagai calon presiden mendatang.

    Lingkaran Survey Indonesia melaporkan hasil Survey mengenai harapan masyarakat mengenai sosok calon presiden Indonesia 2014 (VOA/Andylala).
    Lingkaran Survey Indonesia melaporkan hasil Survey mengenai harapan masyarakat mengenai sosok calon presiden Indonesia 2014 (VOA/Andylala).
    Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby di Jakarta, Minggu (23/12), menyampaikan hasil survey yang menunjukkan keinginan publik di Indonesia untuk memiliki calon presiden (capres) 2014 yang mampu melindungi kebebasan berkeyakinan dan berideologi.

    Survey tersebut dilakukan LSI dari tanggal 14 hingga  17 Desember 2012 dengan metode pengambilan sample acak bertahap (multistage random sampling) dengan jumlah responden awal 440 orang, sementara tingkat kesalahan (margin of error) 4,8 persen. 

    "Seperti apa sebetulnya keinginan masyarakat Indonesia untuk capres 2014 nanti. Ternyata hasilnya 87,6 persen atau mayoritas publik yang ada di Indonesia menginginkan capres 2014 adalah tokoh yang mampu menjaga pluralisme agama, etnis dan ideologi di Indonesia. Hanya 9,2 persen yang menjawab bahwa mereka tidak menginginkan capres yang mampu melindungi pluralisme agama, ideologi maupun etnis yang ada di Indonesia," jelas Adjie Alfaraby.

    Menurut Adjie Alfaraby, LSI juga mensurvey tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama hampir dua periode kepemimpinannya dalam melindungi keberagaman di Indonesia. Mayoritas publik menganggap presiden SBY kurang maksimal dalam melindungi keberagaman.

    "Kami juga bertanya soal seberapa tinggi penilaian publik terhadap kinerja Presiden SBY. 67,5 persen menjawab Presiden SBY belum maksimal melindungi keberagaman di Indonesia. Hanya 23,4 persen yang menjawab, Presiden SBY telah maksimal dalam melindungi keberagaman di Indonesia. Faktor itulah yang menjadi alasan, ketegasan pemerintah dinilai kurang oleh masyarakat sehingga menimbulkan konflik-konflik sosial yang ada di Indonesia," kata Adjie.

    Adjie Alfaraby menambahkan dalam sejarah presiden Indonesia, publik menilai hanya mantan presiden Bung Karno dan mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang mampu melindungi keberagaman agama, etnis dan ideologis. Sementara Soeharto dinilai juga mampu melindungi keberagaman agama dan etnis, namun justru tidak melindungi keberagaman ideologi.

    Pengamat masalah toleransi beragama Novriantoni Kahar berharap para politisi yang akan bertarung dalam pemilihan presiden 2014 mendatang mempunyai komitmen dalam menjaga dan melindungi keberagaman di Indonesia.

    "Kita ingin para elit politik yang berkompetisi dalam perebutan jabatan publik termasuk kursi presiden 2014 mendatang, harus menyatakan komitmennya dalam menjaga keragaman di Indonesia," kata Novriantoni. "Kita ingin negeri ini menjadi negeri yang beragam dengan kreativitas yang tidak terkira-kira. Kita juga tentunya ingin, diskriminasi dalam bentuk apapun segera berhenti. Dan itu butuh komitmen kuat dari pemimpin agar kekerasan tidak menjadi solusi atas konflik sosial politik dan ekonomi yang berkembang di masyarakat," tambahnya.

    Lihat Juga

    Konsulat Jenderal AS di Surabaya Rayakan HUT ke-150

    Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya merayakan HUT ke-150 perwakilan AS di Indonesia sekaligus memperingati kemerdekaan Amerika Serikat yang akan memasuki tahun ke-240, 4 Juli 2016 mandatang. Selengkapnya

    PBB: Suriah Hambat Bantuan Kemanusiaan

    Wakil sekretaris jenderal PBB untuk masalah kemanusiaan, Stephen O’Brien mengatakan kepada Dewan Keamanan hari Jumat, ada 592.700 orang yang hidup dalam pengepungan, sebagian besar dikepung oleh pasukan Suriah. Selengkapnya

    Pesawat Tempur Antik Amerika Jatuh ke Sungai Hudson

    Pesawat Thunderbolt itu dijadwalkan akan ikut dalam pertunjukan udara akhir pekan ini untuk menghormati ulang tahunnya yang ke-75. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Urutan Komentar
    Komentar-komentar
         
    oleh: Muksalmina Mta dari: Aceh
    24.12.2012 13:18
    komitmen memang selalu dilaksanakan oleh KPU untuk menjadi pemimpin yang menjaga keberagaman, membwa rakyatnya sejahtera, tOh itu semua tujuannya biar terpilih dan menang jadi sebagai Pemimpin di Indonesia..jangan heran lagi, memang sudah tradisinya begitu, bukan?


    oleh: bani dari: indonesia
    24.12.2012 05:18
    apa ada toleransi dinegara barat-amerika eropa seperti yg dikatakan para pengamat?

    Ikuti Kami