Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 11:14

Berita / Politik

Sri Lanka Pertimbangkan Wewenang bagi Polisi Perpanjang Masa Penahanan

Rancangan legislasi baru itu akan memberi polisi kewenangan lebih besar untuk menahan dan menginterogasi tersangka tanpa dakwaan.

Polisi Sri Lanka akan mendapat wewenang lebih besar untuk menahan dan menginterogasi tersangka tanpa dakwaan, jika RUU baru lolos di parlemen Sri Lanka (foto: dok).
Polisi Sri Lanka akan mendapat wewenang lebih besar untuk menahan dan menginterogasi tersangka tanpa dakwaan, jika RUU baru lolos di parlemen Sri Lanka (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Parlemen Sri Lanka hari Selasa membahas legislasi yang akan memberi polisi kewenangan untuk menahan dan menginterogasi tersangka selama dua hari tanpa dakwaan. Para pengecam menyatakan ini merupakan bagian dari tindakan pemerintah menindas para pembangkang.

Menteri Anura Yapa mengatakan legislasi itu bertujuan untuk mengekang kejahatan terorganisasi. Sekarang ini, polisi dapat menahan tersangka selama 24 jam tanpa menetapkan dakwaan.

Pengacara dan aktivis hukum Chandrapala Kumarage menyebut usul tersebut “kejam” dan mengatakan para tersangka dapat menjadi sasaran penyiksaan selama perpanjangan masa tahanan, yang juga dapat memberi cukup banyak waktu bagi polisi untuk membuat-buat tuduhan.

Ratusan demonstran yang berunjuk rasa di Colombo hari Selasa mengatakan, pasal-pasal tersebut dapat digunakan pemerintah terhadap pembangkang, pekerja dan mahasiswa yang menuntut hak-hak mereka.

Legislasi tersebut diperkirakan akan diloloskan parlemen, di mana lebih dari dua pertiga anggotanya tergabung dalam koalisi berkuasa yang dipimpin Presiden Mahinda Rajapaksa.

Parlemen dan Rajapaksa baru-baru ini memecat ketua mahkamah agung, suatu langkah yang disebut oposisi bertujuan untuk mengukuhkan cengkeraman kekuasaan keluarga Rajapaksa.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Diaspora Indonesia Selamat dari Tornado - Liputan Berita VOA

Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya