Selasa, 22 Juli 2014 Waktu UTC: 23:15

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Harian Southern Weekly, Media Liberal Tiongkok di Tengah Sensor Ketat

Surat kabar berpengaruh Tiongkok yang memicu protes yang jarang terjadi terhadap sensor pemerintah, telah lama dikenal karena pemberitaan yang progresif dan kontroversial.

Warga di Guangzhou, provinsi Guangdong melanjutkan aksi unjuk rasa di depan kantor harian Southern Weekly menentang sensor ketat oleh pemerintah komunis Tiongkok (8/1).
Warga di Guangzhou, provinsi Guangdong melanjutkan aksi unjuk rasa di depan kantor harian Southern Weekly menentang sensor ketat oleh pemerintah komunis Tiongkok (8/1).
Surat kabar berpengaruh Tiongkok, Southern Weekly, dianggap melanggar batas-batas kebebasan berbicara bagi media-media di Tiongkok yang dikontrol ketat.

Koran Southern Weekly merupakan bagian dari Kelompok Media Nanfang yang lebih besar, yang dikenal karena laporannya yang mendalam dan agresif tentang topik-topik sensitif, seperti wabah SARS tahun  2003 atau jaringan besar tempat-tempat penahanan ilegal di Tiongkok.

Pemberitaan kontroversial sering membuat kelompok media dikecam para pejabat propaganda Tiongkok, yang telah berupaya – meskipun jarang berhasil – mendorong media itu untuk memenuhi standar mereka.

Rachel Lu, editor Tea Leaf Nation, sebuah situs yang memonitor media Tiongkok, memberitahu VOA bahwa koran itu telah mengalami beberapa kali pembersihan dalam tahun-tahun belakangan ini, di mana stafnya dipecat, mungkin karena laporan mereka.

"Ada sejumlah insiden di mana para editor diganti, dan mereka mengirim orang baru untuk memimpin koran itu dan sekaligus menerbangkan ketua propaganda baru untuk memimpin provinsi Guangdong, tempat koran itu beroperasi," kata Lu.

Ia mengatakan pembatasan itu berhasil, hanya sampai titik tertentu.

"Sebagian orang akan mengatakan langkah itu pasti telah mengekang sedikit. Tapi pada dasarnya koran itu mempertahankan pandangannya, yang agak liberal, bahkan selama bertahun-tahun dimana pemerintah berusaha mengendalikan laporan dan sudut pandangnya," kata Lu.

Salah satu insiden yang paling terkenal terjadi tahun 2003, ketika salah satu editor kelompok itu memberitakan sebuah penyelidikan tentang seorang pekerja muda yang meninggal dalam tahanan polisi setelah dipukuli.

Pemberitaan itu menyebabkan terungkapnya jaringan luas kamp-kamp tahanan polisi yang ilegal – penyingkapan yang membuat  malu pemerintah Tiongkok. Tapi laporan itu juga mengakibatkan penahanan Cheng Yizhong, editor yang memberitakan penyelidikan itu.

Pejabat propaganda Tiongkok juga berupaya melakukan sensor pra-publikasi untuk membungkam koran itu. Harian Southern Weekly mengatakan dalam sebuah pernyataan baru-baru ini bahwa lebih dari 1.000 artikel telah mengalami berbagai tingkat penyensoran untuk tahun 2012 saja.

Dalam kasus terbaru, editor-editor mengatakan petugas-petugas sensor pemerintah telah mengganti editorial yang menyerukan hak-hak konstitusional yang lebih besar, dengan sebuah editorial memuji-muji Partai Komunis (William Gallo/VOA).
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook