Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 11:17

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Harian Southern Weekly, Media Liberal Tiongkok di Tengah Sensor Ketat

Surat kabar berpengaruh Tiongkok yang memicu protes yang jarang terjadi terhadap sensor pemerintah, telah lama dikenal karena pemberitaan yang progresif dan kontroversial.

Warga di Guangzhou, provinsi Guangdong melanjutkan aksi unjuk rasa di depan kantor harian Southern Weekly menentang sensor ketat oleh pemerintah komunis Tiongkok (8/1).
Warga di Guangzhou, provinsi Guangdong melanjutkan aksi unjuk rasa di depan kantor harian Southern Weekly menentang sensor ketat oleh pemerintah komunis Tiongkok (8/1).
UKURAN HURUF - +
Surat kabar berpengaruh Tiongkok, Southern Weekly, dianggap melanggar batas-batas kebebasan berbicara bagi media-media di Tiongkok yang dikontrol ketat.

Koran Southern Weekly merupakan bagian dari Kelompok Media Nanfang yang lebih besar, yang dikenal karena laporannya yang mendalam dan agresif tentang topik-topik sensitif, seperti wabah SARS tahun  2003 atau jaringan besar tempat-tempat penahanan ilegal di Tiongkok.

Pemberitaan kontroversial sering membuat kelompok media dikecam para pejabat propaganda Tiongkok, yang telah berupaya – meskipun jarang berhasil – mendorong media itu untuk memenuhi standar mereka.

Rachel Lu, editor Tea Leaf Nation, sebuah situs yang memonitor media Tiongkok, memberitahu VOA bahwa koran itu telah mengalami beberapa kali pembersihan dalam tahun-tahun belakangan ini, di mana stafnya dipecat, mungkin karena laporan mereka.

"Ada sejumlah insiden di mana para editor diganti, dan mereka mengirim orang baru untuk memimpin koran itu dan sekaligus menerbangkan ketua propaganda baru untuk memimpin provinsi Guangdong, tempat koran itu beroperasi," kata Lu.

Ia mengatakan pembatasan itu berhasil, hanya sampai titik tertentu.

"Sebagian orang akan mengatakan langkah itu pasti telah mengekang sedikit. Tapi pada dasarnya koran itu mempertahankan pandangannya, yang agak liberal, bahkan selama bertahun-tahun dimana pemerintah berusaha mengendalikan laporan dan sudut pandangnya," kata Lu.

Salah satu insiden yang paling terkenal terjadi tahun 2003, ketika salah satu editor kelompok itu memberitakan sebuah penyelidikan tentang seorang pekerja muda yang meninggal dalam tahanan polisi setelah dipukuli.

Pemberitaan itu menyebabkan terungkapnya jaringan luas kamp-kamp tahanan polisi yang ilegal – penyingkapan yang membuat  malu pemerintah Tiongkok. Tapi laporan itu juga mengakibatkan penahanan Cheng Yizhong, editor yang memberitakan penyelidikan itu.

Pejabat propaganda Tiongkok juga berupaya melakukan sensor pra-publikasi untuk membungkam koran itu. Harian Southern Weekly mengatakan dalam sebuah pernyataan baru-baru ini bahwa lebih dari 1.000 artikel telah mengalami berbagai tingkat penyensoran untuk tahun 2012 saja.

Dalam kasus terbaru, editor-editor mengatakan petugas-petugas sensor pemerintah telah mengganti editorial yang menyerukan hak-hak konstitusional yang lebih besar, dengan sebuah editorial memuji-muji Partai Komunis (William Gallo/VOA).
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya