Jumat, 19 September 2014 Waktu UTC: 23:54

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Skandal Daging Kuda di Eropa Menyebar ke Asia

Skandal daging kuda di Eropa menyebar ke Asia, dengan ditariknya sebuah produk pasta impor dari jaringan supermarket di Hong Kong.

Petugas laboratorium di Bern memeriksa produk lasagna untuk melihat apakah daging yang dikandungnya daging kuda. (Foto: Dok)
Petugas laboratorium di Bern memeriksa produk lasagna untuk melihat apakah daging yang dikandungnya daging kuda. (Foto: Dok)
Pihak berwenang di Hong Kong Rabu (20/2) memerintahkan ParknShop, salah satu jaringan supermarket terbesar di kota itu, untuk menarik produk lasagna yang dibuat oleh perusahaan raksasa pembuat makanan beku Findus, salah satu produsen yang menjadi fokus skandal ini.

Produk tersebut diimpor dari Inggris dan dibuat oleh perusahaan Perancis Comigel.

Pusat Keamaan Makanan di Hong Kong menyatakan produk tersebut “mungkin tercemar daging kuda yang tidak mendapat uji obat dokter hewan.”
“Produk tersebut ditarik dari toko-toko kami minggu lalu menyusul instruksi pemerintah,” juru bicara ParknShop memberitahu kantor berita AFP.

Jaringan supermarket yang dimiliki taipan Li Ka-shing ini memiliki sekitar 280 toko di Hong Kong dan pusat perjudian Macau.

Seorang juru bicara departemen kebersihan makanan dan lingkungan menyatakan hanya satu produk terkontaminasi yang sejauh ini dijual di Hong Kong.

Di Eropa, Republik Czech menjadi negara terakhir yang heboh dengan skandal tersebut, saat inspektur makanan memerintahkan jaringan supermarket Tesco di sana menarik produk lasagna beku Nowaco setelah terdeteksi mengandung daging kuda.

Otoritas Inspeksi Pertanian dan Makanan Ceko menyatakan badan tersebut telah menemukan DNA kuda di dua sampel makanan Nowaco yang diproduksi oleh perusahaan Tavola di Luksemburg.

Para inspektur “memerintahkan penjual untuk segera menarik produk-produk tersebut dari jaringannya,” ujar badan tersebut dalam pernyataan tertulis.

“Produsennya adalah Tavola S.A. yang berbasis di Luksemburg dan importir serta distributornya adalah Nowaco,” ujar juru bicara otoritas makanan Ceko Pavel Kopriva pada AFP.

“Kami mohon maaf atas situasi ini dan kami akan membahas persoalan ini dengan pemasok,” ujar juru bicara Tesco Jan Dvorak pada kantor berita Ceko CTK, dengan menambahkan bahwa jaringan supermarket tersebut telah menarik produk itu sebelumnya.

Supermarket-supermarket di Belgia, Inggris, Denmark, Irlandia, Finlandia, Inggris, Austria, Norwegia, Belanda, Jerman, Italia, Spanyol, Portugis, Swedia dan Slovenia telah menarik produk-produk tersebut dari toko mereka.

Otoritas makanan di Ceko menyatakan bahwa daging kuda dijual untuk konsumsi manusia di negara itu, tapi jika tidak disebutkan dalam label makanan maka itu menyesatkan konsumen dan dapat terkena denda sampai tiga juta koruna atau sekitar US$159.000.

Spanghero, perusahaan Perancis yang memunculkan peringatan karena diduga meloloskan 750 ton daging kuda sebagai daging sapi, pada Senin lalu diizinkan untuk melanjutkan produksi daging cincang, sosis dan makanan siap saji.

Namun perusahaan tersebut, dengan daging kuda yang tersebar pada 4,5 juta produk “daging sapi” yang dijual di Eropa, tidak boleh lagi menimbun daging beku.

Dengan larangan ini, perusahaan tidak dapat bertindak sebagai perantara antara rumah jagal hewan dan perusahaan pemroses makanan, posisi yang diduga membuatnya mengubah label daging kuda dari Rumania dan menjualnya sebagai daging sapi.

Lisensi sanitasi perusahaan dibekukan Kamis pekan lalu setelah dituduh meloloskan sejumlah besar daging dengan label yang salah dalam periode enam bulan.

Para penyelidik pada Rabu mengadakan pemeriksaan hari kedua di kantor pusat Spanghero di Castelnaudary, bagian selatan Perancis, menurut sebuah sumber, dan menyita beberapa dokumen dan mengkopi catatan komputer.

Sekitar 60 pekerja dari perusahaan Perancis Fraisnor, yang memproduksi lasagna segar, berdemonstrasi pada Rabu di kota selatan Perancis Feuchy untuk mendapatkan dana bantuan negara, dengan mengatakan penjualan mereka turun 70 persen setelah skandal tersebut.

Perusahaan tersebut, yang memproduksi sekitar 70 persen lasagna segar per bulan, sedang bersiap memecat sejumlah pegawainya. (AFP/Abhik Kumar Chanda)
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook