Jumat, 28 Nopember 2014 Waktu UTC: 06:45

Berita / AS

Siapakah Pengganti Hillary Clinton sebagai Menlu AS?

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan ia akan mundur dari jabatannya sementara Presiden Barack Obama mempersiapkan masa jabatannya yang kedua.

Hillary Clinton telah mengungkapkan keinginan untuk mundur dari posisi Menlu Amerika pada masa jabatan kedua Presiden Obama (foto: dok).
Hillary Clinton telah mengungkapkan keinginan untuk mundur dari posisi Menlu Amerika pada masa jabatan kedua Presiden Obama (foto: dok).
Scott Stearns
Menteri Luar Negeri Clinton mengumumkan keputusannya awal tahun ini dengan mengatakan kepada karyawan Departemen Luar Negeri bahwa ia perlu beristirahat.
 
“Saya  tentunya akan terus bekerja sampai Presiden Obama mencalonkan seseorang dan transisi itu bisa terlaksana tapi saya rasa setelah 20 tahun terlibat dalam politik tingkat tinggi Amerika dan semua tantangan yang menyertainya, saya merasa lelah.” ungkap Clinton.
 
Sejak Presiden Obama terpilih kembali, juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland mengatakan hal itu masih dalam rencana.
 
“Kita sudah mendengar  Menlu Clinton berkali-kali mengatakan bahwa ia ingin melihat transisi pengganti dan ia akan kembali pada kehidupan pribadi dan menikmati istirahat dan memikirkan serta menulis semua itu,” kata Nuland.
 
Jadi siapa yang akan dipilih Presiden Obama untuk menggantikan Hillary?
 
Senator dari negara bagian Massachusetts John Kerry salah satu calon utama.
 
Sebagai ketua Komisi Senat urusan Hubungan Luar Negeri, ia aktif dalam kebijakan luar negeri Amerika khususnya di Pakistan dan Afghanistan. Sebagai seorang mantan calon presiden ia punya ketenaran yang digunakan Clinton untuk mencapai tujuan-tujuan Amerika.
 
Ia adalah orang yang dipilih Presiden Obama untuk membantunya berlatih berdebat  melawan Mitt Romney, dan kampanye Obama menggunakan Kerry dalam sebuah video anti Romney.
 
“Romney hanya mengatakan sesuatu yang tidak benar atau tidak bertanggung jawab dan demi alasan-alasan politik bersedia membahayakan kebijakan luar negeri kita,” kata Kerry.
 
Penghalang Kerry bisa jadi adalah kursinya di Senat. Setiap presiden yang memilih senator untuk jabatan kabinet mempertimbangkan apakah partai yang berkuasa bisa menjaga kursi itu di legislatif. Khususnya di lembaga dengan mayoritas tipis seperti Senat yang sekarang ini.
 
Senator Partai Republik dari negara bagian Massachusetts Scott Brown kalah dalam persaingan ketat untuk terpilih kembali minggu ini. Kampanye yang ketat itu membuat Brown menjadi calon kuat untuk memenangkan kursi senat lainnya jika Kerry meninggalkan Senat untuk jabatan di Departemen Luar Negeri.
 
Duta besar Amerika untuk PBB Susan Rice adalah calon utama lainnya untuk menggantikan Clinton.
 
Sebagian besar diplomasi di PBB mencerminkan apa yang terjadi di panggung dunia, jadi menjadi duta besar PBB adalah latihan yang baik untuk menjadi menteri luar negeri. Madeleine Albright melakukannya.
 
Tapi mencalonkan Rice mungkin akan menimbulkan kecaman dari Partai Republik di Senat mengenai penanganan pemerintah Obama terhadap serangan teroris pada misi Amerika di kota Benghazi Libya yang menewaskan empat warga Amerika termasuk duta besar Chris Steven.
 
Tidak ada bukti yang mengaitkan Rice dengan keputusan apapun mengenai keamanan di Benghazi. Tapi Rice menjadi wakil pemerintahan Obama pada siaran bincang-bincang hari Minggu setelah serangan itu dan ia berkali-kali mengklaim kekerasan itu berkembang dari demonstrasi menentang sebuah video internet yang mencemooh Nabi Mohamad. Versi itu telah diganti.
 
Malou Innocent adalah analis kebijakan luar negeri di Cato Institute di Washington. Ia mengatakan, “Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab seputar serangan teroris oleh militan itu dan saya rasa hal itu mungkin menjadi tanggung jawab terbesar. Meski demikian, ia tetap menjadi calon kuat untuk posisi menteri luar negeri  dan  kita akan melihat apa yang akan terjadi dengan konfirmasi senatnya.”
 
Calon utama lainnya untuk menggantikan Clinton adalah Tom Donilon, Penasehat Keamanan Nasional Amerika yang sekarang. Jabatan itu adalah pusat  bagi aparat pembuat kebijakan luar negeri presiden,  yang sebelumnya dijabat oleh Henry Kissinger, Colin Powel, dan Condoleezza Rice sebelum menjadi menteri luar negeri.
 
Donilon adalah veteran pemerintahan Bill Clinton dimana ia bekerja mengupayakan perluasan NATO dan Perjanjian  Dayton tahun 1995 yang mengakhiri pertempuran di bekas negara Yugoslavia.
 
Malou Innocent analis CATO mengatakan Donilon sangat terlibat dalam kebijakan kontra terorisme Presiden Obama.  Ia mengatakan bahwa usulan-usulan Donilon  juga  didengar oleh presiden dalam banyak hal. Meski demikian, Maloi Innocent mengatakan  kekurangannya adalah ketenaran seperti yang dimiliki Menteri Luar Negeri Clinton. Menurutnya, Donilon  tidak mempunyai ketenaran internasional yang dimiliki seseorang seperti Clinton sesuatu yang diharapkan dalam hubungan dengan negara lain.
 
Tidak ada batas waktu bagi Menteri Luar Negeri Clinton untuk mengundurkan diri. Tapi Presiden Obama bisa mencalonkan pengganti sebelum akhir tahun ini dengan harapan jabatan itu terisi sewaktu ia dilantik untuk jabatan masa jabatan kedua  pada bulan Januari.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Drs. deddy Irawan,MM,MSi dari: Bandung
09.11.2012 04:23
sebaiknya hillary clinton tetap jadi menlu as....Indonesia perlu lebih agresif lagi dg as.....

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook