Jumat, 24 Oktober 2014 Waktu UTC: 18:44

Berita / Politik

Serukan Peralihan di Suriah, Rusia Tak Sebut agar Presiden Assad Mundur

Rusia menyerukan proses peralihan di Suriah, tetapi tidak menyatakan Presiden Bashar al-Assad harus melepaskan jabatan sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri konflik di sana.

Menlu Rusia Sergei Lavrov saat bertemu Presiden Bashar al-Assad di Damaskus tahun lalu (foto: dok). Rusia tidak mendesak agar Presiden Assad meletakkan jabatan.
Menlu Rusia Sergei Lavrov saat bertemu Presiden Bashar al-Assad di Damaskus tahun lalu (foto: dok). Rusia tidak mendesak agar Presiden Assad meletakkan jabatan.
Dalam pernyataan hari Sabtu, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan kembali sikap lama Moskow bahwa hanya rakyat Suriahlah yang dapat memutuskan masa depan mereka tanpa campur tangan pihak luar.

Pernyataan itu juga menyerukan pengakhiran segera “kekerasan dan pertumpahan darah” dan mengenai pemberian bantuan kemanusiaan bagi rakyat Suriah, termasuk orang-orang yang telantar di dalam negeri dan para pengungsi.

Pernyataan tersebut muncul menyusul pembicaraan hari Jumat di Jenewa antara utusan internasional Lakhdar Brahimi serta para pejabat Amerika dan Rusia yang berakhir tanpa terobosan mengenai cara mengakhiri perang saudara di Suriah.
Brahimi mengatakan semua pihak menekankan pentingnya solusi politik, tetapi ia mengakui bahwa kecil kemungkinannya krisis itu akan dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

Amerika Serikat termasuk anggota Dewan Keamanan yang mendukung rencana transisi politik bagi Suriah, yang mencakup peletakan jabatan Presiden Assad. Tetapi Rusia dan Tiongkok, keduanya anggota tetap Dewan Keamanan, menentang rencana tersebut.
Lebih dari 60 ribu orang telah tewas dalam perang selama hampir dua tahun di Suriah.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook