Kamis, 23 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 16:01

Berita / Dunia / Afrika

Aljazair Akhiri Operasi Militer, Beberapa Sandera Tewas

Helikopter-helikopter Aljazair menyerang ketika para militan berusaha kabur dari kompleks eksplorasi gas alam dengan sejumlah sandera mereka.

Lokasi eksplorasi gas alam di Amenas, Aljazair Timur di mana militan menyandera warga asing yang bekerja di sana (foto: dok).
Lokasi eksplorasi gas alam di Amenas, Aljazair Timur di mana militan menyandera warga asing yang bekerja di sana (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Seorang pejabat Aljazair telah mengkonfirmasi beberapa orang yang disandera oleh militan terkait al-Qaida di sebuah pangkalan gas terpencil hari Kamis tewas, sementara upaya membebaskan mereka yang disandera terus berlanjut.

Dalam komentar pertama oleh pemerintah Aljazair sejak krisis penyanderaan itu mulai hari Rabu, Menteri Komunikasi Mohamed Said mengatakan “sejumlah besar teroris telah dinetralisir” dalam serangan oleh pasukan Aljazair di fasilitas gas itu di Amenas, Aljazair.

Namun, menteri itu mengatakan di antara para sandera itu beberapa tewas. Dia juga mengatakan militer Aljazair terpaksa bertindak karena pendirian garis keras pihak penculik itu.

Sebelumnya, sebuah kantor berita di Mauritania, mengutip seorang juru bicara militan yang mengatakan 34 sandera dan 15 pelaku penculikan tewas di lokasi itu. Laporan itu menyatakan helikopter-helikopter Aljazair menyerang selagi para militan itu hendak memindahkan para sandera.   Tetapi laporan itu belum dikonfirmasi secara independen.

Kantor berita Aljazair yang mengutip sumber-sumber setempat mengatakan pihak militer telah membebaskan empat warga asing. Laporan-laporan awal menyatakan sandera yang dibebaskan tersebut adalah seorang warga Kenya, seorang warga Perancis, dan dua warga Inggris.

Pihak militan hari Rabu menyandera sejumlah orang di fasilitas itu, termasuk warga asing, dalam apa yang mereka sebut sebagai pembalasan atas aksi militer Perancis di Mali, negara tetangga.

Beberapa warga Amerika diyakini termasuk di antara para sandera itu. Juru bicara Gedung Putih Jay Carney hari Kamis mengatakan Amerika mengamati situasi itu dengan seksama.

Presiden Perancis Francois Hollande telah mengkonfirmasi warga Perancis termasuk di antara para sandera dan menyatakan keyakinan atas cara pihak berwenang Aljazair menangani situasi itu. Tetapi Jepang, yang beberapa warganya juga berada di lokasi itu, telah minta pemerintah Aljazair agar segera menghentikan operasi militernya, dengan alasan hal itu berbahaya bagi para sandera.

Hari Kamis, Departemen Pertahanan Amerika mengatakan pihaknya siap melakukan intervensi jika Aljazair minta bantuan. Seorang pejabat pertahanan mengatakan Pentagon tidak menyangkal laporan-laporan bahwa Amerika mengirim pesawat tanpa awak ke Aljazair.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Ofensif Militer Suriah sebagai Alat Negosiasi - Liputan Berita VOA

Amerika Serikat terus mendesak perwakilan pemerintah dan oposisi Suriah untuk bertemu di Jenewa pada Juni mendatang guna mengakhiri perang saudara yang telah dua tahun lebih berkecamuk. Konflik antara kedua pihak diperkirakan telah menewaskan setidaknya delapan puluh ribu warga Suriah dan mengancam stabilitas negara-negara tetangga seperti Lebanon dan Yordania. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Tanda bertuliskan "Tuhan Memberkati Moore" dipasang di gedung teater Warren di Moore, Oklahoma, saat para pekerja memperbaiki bangunan yang rusak karena tornado itu (22/5). (Reuters/Adrees Latif)
  • Bendera Amerika terkulai di jendela yang hancur di rumah keluarga Wayne Osmus di Moore, Oklahoma. Keluarga Osmus bersembunyi di lemari Senin (20/5) setelah angin membuat mereka tidak dapat masuk ke tempat perlindungan badai. (AP/Allen Breed)
  • Charles Taber membuka bungker yang baru dibangun dua minggu lalu, yang menyelamatkan nyawanya dari tornado di Oklahoma City. (Reuters/Rick Wilking)
  • Pegawai perusahaan asuransi Farmers Insurance, Paul Gaipo, melihat mobil-mobil yang rusak karena tornado di sebuah mal yang hancur di Moore, Oklahoma (22/5).
  • Tim pencarian dan penyelamatan dari Tennessee melakukan pencarian di Moore, Oklahoma (22/5).(AP/Charlie Riedel)
  • Susan Kates menyelamatkan barang-barang dari rumah temannya yang hancur karena tornado di Moore, Oklahoma (22/5). (AP/Charlie Riedel)
  • Claudia Clark membersihkan tempat pemakaman di Moore, Oklahoma (22/5).
  • Sisa kamar tidur dari rumah yang hancur karena tornado di Moore, Oklahoma (22/5). (Reuters/Rick Wilking)
  • Rumah-rumah yang hancur karena tornado di Moore, Oklahoma, dilihat dari udara (21/5). (AP/Tony Guiterrez)
Galeri Foto

Galeri Foto Oklahoma Mulai Pemulihan Pasca Bencana

Moore di pinggiran Oklahoma City, negara bagian Oklahoma, memulai tugas berat pemulihan pasca tornado dahsyat yang menyapu kota itu pada 20 Mei.
Lainnya