Minggu, 29 Mei 2016 Waktu: 22:17

    Berita / Dunia

    Serangan di Sekolah Tiongkok dan AS Munculkan Perbedaan Dampak UU Pengawasan Senjata

    Serangan terhadap sekolah dasar yang hampir bersamaan di Amerika Serikat dan Tiongkok telah mendorong banyak orang menilik pendekatan setiap negara yang sangat berbeda untuk UU pengawasan senjata.

    Deretan senjata api dipamerkan di sebuah toko senjata B&J di Colonie, New York (Foto: dok). Serangan di sekolah dasar Tiongkok dan Amerika yang hampir bersamaan waktunya mendorong banyak orang untuk mengamati perbedaan UU pengawasan senjata dan dampaknya di kedua negara.
    Deretan senjata api dipamerkan di sebuah toko senjata B&J di Colonie, New York (Foto: dok). Serangan di sekolah dasar Tiongkok dan Amerika yang hampir bersamaan waktunya mendorong banyak orang untuk mengamati perbedaan UU pengawasan senjata dan dampaknya di kedua negara.
    Berbekal senapan dan dua pistol, Adam Lanza yang berusia 20-tahun mampu melaksanakan salah satu penembakan massal terburuk dalam sejarah Amerika pada hari Jumat, menewaskan 20 anak-anak dan enam orang dewasa di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut.


    Hanya beberapa jam sebelumnya, Min Yongjun, pria berusia 36-tahun, bersenjatakan sebuah pisau dapur, masuk ke sebuah sekolah dasar di provinsi Henan dan diduga mulai menyerang para siswa. Meskipun polisi mengatakan ia mampu melukai 23 anak dan seorang warga lanjut usia, tidak ada luka yang parah dan ia segera dibekuk oleh polisi dan guru.

    Ini adalah insiden terbaru dalam serangkaian serangan terhadap siswa di Tiongkok yang telah menyebabkan orang bertanya-tanya dan keamanan meningkat di luar lembaga pendidikan. Tapi hampir semua insiden melibatkan senjata yang kurang maut seperti pisau dan palu, jauh dari skala tragedi hari Jumat di Amerika.

    

Joseph Cheng, seorang profesor City University di Hong Kong, mengatakan kepada VOA bahwa hal itu karena UU senjata yang keras di Tiongkok, di mana warga biasa hampir tidak mungkin mendapatkan senjata api. 

PBB memperkirakan bahwa tingkat pembunuhan di Tiongkok kurang dari seperempat yang terjadi di Amerika Serikat.

    Pendukung pengawasan senjata berpendapat ini karena Tiongkok, yang populasinya satu miliar lebih banyak dari Amerika, hanya memiliki sebagian kecil dari jumlah senjata yang ada di Amerika.

    Lihat Juga

    WHO: Afrika Barat Lebih Mampu Tanggulangi Wabah Masa Depan

    Ebola telah membunuh lebih dari 11 ribu orang dalam 3 negara Afrika Barat yang paling berat dilanda wabah itu sebelum waktunya WHO menyatakan penularan virus Ebola sudah berakhir menjelang akhir tahun lalu. Selengkapnya

    Lebih dari 700 Migran Dikhawatirkan Tewas

    Lebih dari 700 migran dikhawatirkan tenggelam dan tewas pekan ini dalam tiga kecelakaan kapal yang terpisah di laut Tengah ketika mereka berusaha mencapai Eropa dengan kapal penyelundup, menurut badan pengungsi PBB. Selengkapnya

    Partai Libertarian, Yatim Piatu Politik AS

    Dengan ketidakpopuleran kandidat Partai Republik Donald Trump dan kandidat Demokrat Hillary Clinton, Partai Libertarian melihat peluang dalam pemilihan presiden 2016. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami