Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 00:01

Berita / Dunia

Serangan di Sekolah Tiongkok dan AS Munculkan Perbedaan Dampak UU Pengawasan Senjata

Serangan terhadap sekolah dasar yang hampir bersamaan di Amerika Serikat dan Tiongkok telah mendorong banyak orang menilik pendekatan setiap negara yang sangat berbeda untuk UU pengawasan senjata.

Deretan senjata api dipamerkan di sebuah toko senjata B&J di Colonie, New York (Foto: dok). Serangan di sekolah dasar Tiongkok dan Amerika yang hampir bersamaan waktunya mendorong banyak orang untuk mengamati perbedaan UU pengawasan senjata dan dampaknya di kedua negara.
Deretan senjata api dipamerkan di sebuah toko senjata B&J di Colonie, New York (Foto: dok). Serangan di sekolah dasar Tiongkok dan Amerika yang hampir bersamaan waktunya mendorong banyak orang untuk mengamati perbedaan UU pengawasan senjata dan dampaknya di kedua negara.
UKURAN HURUF - +
Berbekal senapan dan dua pistol, Adam Lanza yang berusia 20-tahun mampu melaksanakan salah satu penembakan massal terburuk dalam sejarah Amerika pada hari Jumat, menewaskan 20 anak-anak dan enam orang dewasa di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut.


Hanya beberapa jam sebelumnya, Min Yongjun, pria berusia 36-tahun, bersenjatakan sebuah pisau dapur, masuk ke sebuah sekolah dasar di provinsi Henan dan diduga mulai menyerang para siswa. Meskipun polisi mengatakan ia mampu melukai 23 anak dan seorang warga lanjut usia, tidak ada luka yang parah dan ia segera dibekuk oleh polisi dan guru.

Ini adalah insiden terbaru dalam serangkaian serangan terhadap siswa di Tiongkok yang telah menyebabkan orang bertanya-tanya dan keamanan meningkat di luar lembaga pendidikan. Tapi hampir semua insiden melibatkan senjata yang kurang maut seperti pisau dan palu, jauh dari skala tragedi hari Jumat di Amerika.



Joseph Cheng, seorang profesor City University di Hong Kong, mengatakan kepada VOA bahwa hal itu karena UU senjata yang keras di Tiongkok, di mana warga biasa hampir tidak mungkin mendapatkan senjata api. 

PBB memperkirakan bahwa tingkat pembunuhan di Tiongkok kurang dari seperempat yang terjadi di Amerika Serikat.

Pendukung pengawasan senjata berpendapat ini karena Tiongkok, yang populasinya satu miliar lebih banyak dari Amerika, hanya memiliki sebagian kecil dari jumlah senjata yang ada di Amerika.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya