Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 15:19

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Serangan Bom di Afghanistan Tewaskan Ibu dan Bayinya

Sebuah ledakan bom pinggir jalan di Afghanistan timur menewaskan 6 orang anggota sebuah keluarga, termasuk ibu dan bayinya yang baru berumur beberapa jam.

Warga Afghanistan berkerumun di dekat lokasi pasca ledakan bom pinggir jalan (foto: dok). Serangan bom pinggir jalan di provinsi Khost menewaskan 6 orang hari Minggu (11/11).
Warga Afghanistan berkerumun di dekat lokasi pasca ledakan bom pinggir jalan (foto: dok). Serangan bom pinggir jalan di provinsi Khost menewaskan 6 orang hari Minggu (11/11).
UKURAN HURUF - +
Para pejabat Afghanistan mengatakan sebuah ledakan bom pinggir jalan menewaskan enam anggota sebuah keluarga, termasuk seorang ibu dan bayinya yang baru berumur beberapa jam.

Polisi mengatakan keluarga tersebut pulang ke rumah dari rumah sakit tempat di mana sang ibu melahirkan sewaktu truk mereka melindas bom itu hari Minggu di provinsi Khost di bagian timur.

Sementara itu, tiga orang tewas di provinsi Helmand, di bagian selatan, sewaktu mobil mereka menginjak bom.

Belum ada yang mengaku bertanggungjawab atas serangan-serangan tersebut.
Namun bom-bom pinggir jalan merupakan senjata pilihan pemberontak Taliban yang berjuang untuk menjatuhkan pemerintah dukungan Barat di ibukota Kabul.

Bom-bom itu kerap luput dari target-target militer mereka dan malah menghantam warga sipil yang menggunakan jalan yang sama.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya