Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 22:54

Berita / AS

10 Perempuan Anggota DPR AS Bela Dubes AS untuk PBB

10 perempuan anggota DPR Amerika memberi dukungan bagi Duta Besar AS untuk PBB, Susan Rice yang dipertanyakan kelayakannya untuk menjadi Menlu menggantikan Hillary Clinton.

Dubes AS untuk PBB, Susan Rice, dipertanyakan kelayakannya untuk menjabat Menlu AS menggantikan Hillary Clinton (foto: dok).
Dubes AS untuk PBB, Susan Rice, dipertanyakan kelayakannya untuk menjabat Menlu AS menggantikan Hillary Clinton (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Sekitar 10 perempuan anggota DPR Amerika menyuarakan dukungan kepada Duta Besar Amerika untuk PBB, Susan Rice, setelah dua senator Republik mempertanyakan kelayakan dia untuk kemungkinan diangkat sebagai menteri luar negeri.

Delegasi Partai Demokrat dari Washington DC Eleanor Holmes Norton mengatakan Rice telah bertindak berdasarkan informasi terbaik yang dia perolehnya, ketika dia menjelaskan serangan 11 September terhadap konsulat Amerika di Benghazi, Libya.

Lima hari setelah insiden itu, Rice menggambarkan serangan itu sebagai aksi spontan yang diilhami oleh protes anti-Amerika di Mesir menentang film produksi Amerika yang menghina Nabi Muhammad.

Norton mengatakan kecaman terhadap Rice tidak beralasan.

Presiden Obama dan pejabat pemerintah lainnya telah mengatakan bahwa serangan yang menewaskan empat warga Amerika termasuk Duta Besar Amerika untuk Libya, adalah ulah para teroris.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA 22 Mei 2013

Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya