Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 17:10

Berita / AS

Senat AS Pusatkan Perhatian pada Reformasi Imigrasi

Komite Senat AS mengadakan sidang dengar pendapat tentang reformasi imigrasi, beberapa jam setelah pidato kenegaraan Presiden Barack Obama yang menyinggung soal ini.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Janet Napolitano memberikan kesaksian di depan anggota Komite Hukum Senat AS, Rabu 13/2 (foto:dok).
Menteri Keamanan Dalam Negeri Janet Napolitano memberikan kesaksian di depan anggota Komite Hukum Senat AS, Rabu 13/2 (foto:dok).
UKURAN HURUF - +
Komite Hukum Senat Amerika kini mendengar kesaksian tentang reformasi imigrasi, beberapa jam setelah Presiden Barack Obama menyampaikan reformasi imigrasi dalam pidato kenegaraan kepada Kongres Amerika.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Janet Napolitano memberitahu para Senator, banyak perubahan perlu dilakukan dan dipertahankan bagi reformasi menyeluruh. Ia mengatakan sistem imigrasi Amerika sekarang ini “tidak berhasil” dan “merugikan negara kita”.

Testimoni Janet Napolitano diinterupsi oleh teriakan sejumlah demonstran yang memasuki ruang sidang dengan poster-poster bertuliskan “Hentikan Deportasi”. Polisi segera memulihkan tata tertib di dalam ruangan itu.

Yang juga memberi kesaksian adalah Jose Antonio Vargas – pendiri “Define American” dan Chris Crane – Presiden Dewan Penegakkan Bea Cukai dan Imigrasi Nasional.

Aktivis-aktivis Amerika Latin mengecam Presiden Obama karena tidak membuat reformasi imigrasi sebagai salah satu prioritas pada masa jabatan pertamanya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Diaspora Indonesia Selamat dari Tornado - Liputan Berita VOA

Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya