Kamis, 26 Mei 2016 Waktu: 13:50

    Berita / AS

    Senat AS Kurangi Siasat Ulur-Waktu dalam Proses Legislatif

    Senat Amerika telah menyetujui pembatasan sederhana siasat mengulur-ulur waktu, yang disebut “filibuster" untuk menggagalkan RUU atau menghambat pengukuhan calon-calon yang diajukan oleh presiden.

    Senat Amerika telah menyetujui pembatasan sederhana siasat mengulur-ulur waktu, yang dikenal dengan istilah "filibuster" (Foto: dok).
    Senat Amerika telah menyetujui pembatasan sederhana siasat mengulur-ulur waktu, yang dikenal dengan istilah "filibuster" (Foto: dok).
    Perubahan yang dirundingkan oleh pemimpin mayoritas Senat Harry Reid dan pemimpin minoritas Mitch McConnell tersebut, mengurangi jumlah berapa kali penentang rancangan undang-undang dan calon dapat menggunakan filibuster. Namun, partai minoritas memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk menawarkan amandemen pada rancangan undang-undang.

    Filibuster sudah lama digunakan partai-partai minoritas untuk menggagalkan rancangan undang-undang atau menghambat pengukuhan calon-calon yang diajukan oleh presiden. Namun peraturan baru akan mengenakan batas waktu yang digunakan untuk memperdebatkan sebagian rancangan undang-undang dan calon-calon pejabat yang diajukan oleh presiden, dan memperkecil waktu  yang diperlukan untuk meloloskan rancangan undang-undang dalam majelis Senat.

    Presiden Obama telah memuji persetujuan itu dalam pernyataannya Kamis petang (24/1) dan mengatakan ia berharap ini akan meratakan jalan bagi Senat untuk mencapai kemajuan yang berarti dalam tugas legislatifnya dalam beberapa minggu dan beberapa bulan mendatang.

    Lihat Juga

    Kongres AS Pertanyakan Perjanjian dengan Iran

    Pemerintah hampir tidak menanggapi uji coba rudal baru Iran belum lama ini dan telah bertindak melampaui perjanjian nuklir untuk membeli bahan terkait nuklir dari Teheran. Selengkapnya

    Pengamat: Demokrasi di Kamboja Mundur

    Para pejabat pemerintah mengatakan, pembatasan terhadap kebebasan perlu untuk menghindarkan situasi seperti di Suriah. Selengkapnya

    Masyarakat dan Aparat Dinilai Kurang Lindungi Perempuan dan Anak

    Kepolisian, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kementerian Sosial dianggap masih kurang maksimal dalam memberikan pelayanan terkait kasus kekerasan seksual. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami