Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 17:37

Berita / AS

Senat AS Kukuhkan Chuck Hagel Jadi Menhan

Senat Amerika telah mengukuhkan Chuck Hagel sebagai menteri pertahanan baru Amerika menggantikan Leon Panetta.

Chuck Hagel, senator dari Partai Republik, saat bersaksi di komite senat Januari 2013. (AP/J. Scott Applewhite)
Chuck Hagel, senator dari Partai Republik, saat bersaksi di komite senat Januari 2013. (AP/J. Scott Applewhite)
UKURAN HURUF - +
Senat Amerika Serikat menyetujui pencalonan Chuck Hagel sebagai menteri pertahanan baru, Selasa (26/2), dengan hasil pemungutan suara 58 banding 41.

Langkah ini terjadi beberapa jam setelah Senat melakukan pemungutan suara guna mengakhiri debat tentang pencalonan tersebut, dan memungkinkan Senat yang dikuasai Demokrat untuk mengambil langkah itu.

Chuck Hagel – anggota Partai Republik yang pernah  menjadi senator – menghadapi kecaman dari mantan mitra-mitranya.

Anggota Senat dari Partai Republik menunda pemungutan suara lengkap atas pencalonan Hagel hampir dua pekan lalu, karena prihatin tentang pandangannya atas Timur Tengah dan persenjataan nuklir Amerika.

Anggota-anggota Partai Republik menuduh Chuck Hagel terlalu lunak terhadap Iran dan terlalu kritis pada Israel.  Partai Republik juga menyalahkannya karena menentang peningkatan pasukan Amerika di Irak pada 2007.

Meskipun mengemukakan kecaman, kalangan Partai Republik di Senat Senin petang mengisyaratkan mereka tidak akan menunda lagi pemungutan suara atas pencalonan Hagel.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya