Jumat, 24 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 14:36

Berita / Ekonomi

Selesaikan Kasus Pencucian Uang, HSBC Sepakat Bayar $1,9 Miliar

Raksasa perbankan Inggris HSBC telah setuju untuk membayar $1,9 miliar dalam upaya penyelesaian kasus pencucian uang dengan pihak berwenang Amerika.

HSBC sepakat untuk membayar $1,9 Miliar untuk upaya penyelesaian kasus pencucian uang, Selasa (11/12).
HSBC sepakat untuk membayar $1,9 Miliar untuk upaya penyelesaian kasus pencucian uang, Selasa (11/12).
UKURAN HURUF - +
HSBC telah menyelesaikan kasus pencucian uang atas nama para pedagang narkoba Meksiko melalui persetujuan tuntutan yang ditangguhkan dengan Departemen Kehakiman Amerika. Raksasa perbankan Inggris tersebut sepakat untuk membayar sebesar $1,9 miliar. Dengan demikian bank tersebut tidak akan menghadapi tuntutan lebih jauh jika bank itu memenuhi syarat-syarat tertentu.

HSBC mengatakan dalam pernyataan hari Selasa (11/12) bahwa berdasarkan persetujuan tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan para pembuat kebijakan dan penegak hukum dan akan memperketat kebijakan perbankannya untuk mematuhi peraturan tersebut. Pemantau independen juga akan mengevaluasi kemajuan bank itu dalam masa lima tahun persetujuan tersebut.

Pernyataan itu juga menyebutkan langkah-langkah yang sudah dilaksanakan perusahaan itu untuk mengatasi isu-isu tersebut, termasuk peningkatan pendanaan dan staff dalam upaya anti pencucian uang.

HSBC telah menjalani penyelidikan yang terfokus pada transfer senilai miliaran dolar melalui sistem keuangan Amerika atas nama para pedagang narkoba Meksiko dan negara–negara lain seperti Iran.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Kebijakan Drone - Liputan Berita VOA

Presiden Amerika Barack Obama memaparkan stategi pemerintahannya menanggulangi ancaman terorisme internasional. Isu utama yang dijabarkan dalam pidato ini adalah penggunaan pesawat tidak berawak atau drone yang masih menurut analis berandil mencegah aksi terorisme meski juga dikritik banyak pihak. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang polisi Inggris membawa bunga di dekat lokasi pembunuhan seorang tentara Inggris di Woolwich, London tenggara.
  • Lego terbesar di dunia yang dibuat berdasarkan model pesawat pada film Star Wars, dipajang di Times Square, New York.
  • Orang-orang menarikan tarian "al-Bara" dalam upacara pernikahan massal di Sana'a, Yaman.
  • Pembalap Red Bull Sebastian Vettel dari Jerman tampak pada helm petugas pemadam kebakaran di pit saat sesi latihan di arena balap Monaco.
  • Seorang pria mengumpulkan bunga teratai untuk dijual, di kolam Bindu Sagar di kota Bhubaneswar, India.
  • Kilatan halilintar di atas langit kota Zhuhai, Provinsi Guangdong, China.
  • Para kadet Tentara Nasional Afghanistan menghadiri upacara wisuda mereka di Pusat Pelatihan Militer di Kabul.
  • Air mancur yang menyala sebagai bagian dari Aquatique International Show, di pelabuhan Darling, kota Sydney, Australia.
  • Seorang pejalan kaki membawa payung berjalan melewati layar raksasa di kota Boston, Massachusetts, AS.
  • Seorang pengunjung berdiri di belakang ilustrasi seekor burung hantu, bagian dari pameran di kota St Petersburg, Rusia.
Lainnya