Kamis, 20 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 07:59

Berita / Dunia / Timur Tengah

PBB: 1 Juta Warga Suriah Perlu Bantuan Pangan Darurat

Kelangkaan BBM dan keamanan di Suriah secara signifikan mengekang kemampuan badan pangan dunia PBB (WFP) untuk mendistribusikan bantuan pangan.

Keamanan di Suriah telah mempersulit upaya badan pangan dunia PBB (WFP) untuk mendistribusikan bantuan pangan bagi para pengungsi Suriah (foto: dok).
Keamanan di Suriah telah mempersulit upaya badan pangan dunia PBB (WFP) untuk mendistribusikan bantuan pangan bagi para pengungsi Suriah (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
PBB mengatakan sekitar satu juta warga Suriah kini hidup dalam keadaan pangan yang tidak memadai dan kelangkaan serius bahan bakar, sementara peningkatan kekerasan merintangi penyaluran bantuan di pelosok negara yang dikoyak perang itu.

Elisabeth Byrs, Juru bicara Badan Pangan Dunia PBB (WFP) memberitahu VOA bahwa WFP membagi-bagikan pangan kepada sekitar 1,5 juta warga di Suriah setiap bulan, sebagian besar adalah warga yang mengungsi. Tapi Byrs mengatakan hampir 2,5 juta orang membutuhkan bantuan.

Byrs mengatakan kelangkaan BBM dan keamanan di Suriah secara signifikan mengekang kemampuan mitra lokal utama WFP, Bulan Sabit Arab Suriah untuk membagikan-bagikan bantuan.

PBB telah meminta dana sebesar 1,5 milyar untuk ikut membantu jutaan warga Suriah terhindar dari kesengsaraan situasi kemanusiaan yang makin buruk. Byrs mengatakan himbauan PBB itu tidak dipenuhi.

PBB memperkirakan empat juta orang di Suriah memerlukan bantuan kemanusiaan segera termasuk sekitar dua juta yang mengungsi dari rumah mereka karena pertempuran antara pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad dan pemberontak yang hendak menggulingkannya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Opera Sabun di TV AS - Laporan VOA 20 Juni 2013

Topik ini adalah tentang berubahnya pola menonton pemirsa televisi di Amerika akibat banyaknya pilihan hiburan lain dan ketatnya persaingan antar program. Drama televisi atau opera sabun semakin menyusut penggemarnya sehingga banyak yang gulung tikar atau hampir punah. Sementara banyak pemirsa lebih menyukai reality show dan ajang adu bakat, dan hal ini juga disukai pengelola televisi karena biaya produksinya lebih murah.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Presiden AS Barack Obama bersama Presiden Jerman Joachim Gauck saat upacara penyambutan kehormatan di Schloss Bellevue, Berlin, Jerman.
  • Seorang pendeta membaptis seorang anak di danau  Novopyatigorsk dekat kota Pyatigorsk, Rusia  selatan.
  • Para anggota pasukan kehormatan China mempersiapkan diri bagi upacara penyambutan terhadap Presiden Vietnam Truong Tan Sang di luar Balai Agung Rakyat di Beijing, China.
  • Seorang pria beristirahat di atas sebuah scooter bersama dengan ajingnya di Istanbul, Turki.
  • Larisa Katz berpose untuk media dengan topi yang terbuat dari cokelat pada hari kedua acara pacuan kuda Kerajaan di Ascot, Inggris.
  • Pasukan khusus anti-teror Irak dalam pakaian 'kamuflase' saat  latihan simulasi mengatasi pembajakan pesawat di bandara Baghdad.
  • Sebuah bola dunia raksasa yang dibuat dari tumpukan 35 ton sampah ditempatkan di pusat kota Jenewa, Swiss. Kota Jenewa tengah meluncurkan kampanye melawan sampah.
Lainnya